valaaa($ numpuk)aa$ … 040712

Simpanan Dollar Masih Menumpuk di Bank Papan Atas
Rabu, 4 Juli 2012 | 11:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Bank-bank papan atas di Indonesia mengalami kelebihan (ekses) likuiditas valuta asing (valas). Buktinya, empat kali lelang term deposit (TD) valas di Bank Indonesia (BI) tetap terjadi kelebihan permintaan (oversubscribed) lebih dari sekali. Lelang TD Valas berlangsung setiap Rabu.

Setiap lelang, rata-rata ada penawaran sekitar 1,26 miliar dollar AS. Artinya, hampir semua ekses likuiditas valas di perbankan luar negeri sudah beralih ke dalam negeri. BI mencatat rata-rata penempatan valas perbankan di luar negeri sekitar 2 miliar dollar AS. Saat ini, likuiditas valas perbankan yang parkir di BI mencapai 1,45 miliar dollar AS.

Di lelang 27 Juni 2012, BI menyerap likuiditas valas 750 miliar dollar AS, lebih tinggi 25 persen dari target indikatif. Komposisinya, TD 7 hari sebesar 260 juta dollar AS, 14 hari 300 juta dollar AS, dan sebulan 155 juta dollar AS.

Zulkifli Zaini, Direktur Utama Bank Mandiri, menjelaskan pihaknya memasukkan penawaran lebih dari 400 juta dollar AS pada lelang pertama. Saat ini kelebihan likuiditas valas Mandiri di atas 1 miliar dollar AS.

Selain itu, parkir di TD valas juga tanpa risiko. Sementara bila ditempatkan di bank luar negeri rawan risiko krisis Eropa. “Penyebaran valas juga bagian dari asset liability management,” tambahnya.

BNI juga memiliki dollar berlebih dan siap ambil bagian di lelang TD valas. “Apalagi bunganya menarik,” kata Adi Setianto, Direktur Treasury and Finansial Institution Bank BNI. Rata-rata yield penempatan di nostro (rekening bank domestik di bank luar negeri) 0,01 persen sementara TD valas bisa 0,1 persen.

Menurut Adi, kebijakan TD valas sangat tepat, sebab bisa mengalihkan dana valas dari luar negeri. Selama ini bank menyimpan valas di luar negeri karena di dalam negeri tidak ada tempat penyimpanan. “Kami menjaga likuiditas valas dalam bentuk secondary reserve di atas 500 juta dollar AS,” tambahnya.

Ryan Kiryanto, Kepala Ekonom BNI berkata, instrumen TD valas untuk menyerap tingginya likuiditas dollar akibat kebijakan devisa hasil ekspor (DHE). Bank besar pasti akan kebanjiran valas karena DHE mewajibkan eksportir membawa pulang hasil perdagangan. (Roy Franedya/Kontan)

Sumber :
KONTAN
Editor :
Erlangga Djumena

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s