inflaaa(0.62%)aa$1 … 020712

Ancaman Inflasi Juli di Depan Mata

Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
ekonomi – Senin, 2 Juli 2012 | 15:58 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mewaspadai, laju inflasi yang akan terjadi pada Juli karena adanya puasa dan tahun ajaran baru sekolah.

“Inflasi kita yang tadinya termasuk tinggi karena ada masalah ekspektasi inflasi karena urusan BBM, sekarang kalau Anda lihat sudah mereda,” tuturnya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (2/7/2012).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juni 2012 sebesar 0,62%, dengan pemicu utama kenaikan harga cabai di nyaris seluruh wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK). Menurutnya, inflasi pada bulan Juni tersebut masih dalam pola tahunan.

“Dan kalau Anda lihat year to date-nya 1,79 persen itu rendah meskipun year on year-nya masih 4,53 persen. Ya memang dilihat dari segi besaran bulan ke bulannya itu 0,62 persen, sedikit naik tapi itu masih mengikuti pola tahun-tahun sebelumnya dan memang rata-rata beberapa tahun terakhir di bulan Juni itu sekitar itu inflasinya,”katanya.

Sementara untuk bulan depan, ia menyatakan, inflasi akan mendapat beberapa tekanan sehubungan dengan adanya bulan puasa, lebaran, dan penerimaan siswa baru.

“Memang kalau sudah mulai musim kemarau, puasa, anak sekolah masuk itu harus agak hati-hati itu. Biasanya kalau tiap itu berkumpul tekanan inflasinya cenderung meningkat,” tuturnya.

Kendati demikian, ia menegaskan, pihaknya tidak akan membuat kebijakan moneter khusus untuk menekannya. “Kita lihat ini normal-normal saja, saja tidak melihat ini rendah atau tinggi dia mengikuti pola yang umum pada bulan Juni. Besaran inflasi sekitar 0,6% an dan kalau dilihat yoy-nya 4,53% itu masih sejalan dengan perkiraan BI bahwa tahun 2012 ini kita memperkirakan inflasi ada pada angka itu,” paparnya. [Ast]

BPS: Target Inflasi 2012 akan Mudah Tercapai

Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
ekonomi – Senin, 2 Juli 2012 | 20:50 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) menilai, pemerintah bisa dengan mudah mencapai inflasi di bawah 5% pada tahun ini atau di bawah target 5,3% dalam APBNP 2012 bila melakukannya secara all out.

Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik, Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, pemerintah Indonesia sudah cukup mumpuni dalam menekan gempuran faktor yang dapat mengerek laju inflasi. “Sekarang kemampuan pemerintah dan Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi sebenarnya kuat,” ungkap Sasmito, Senin (2/7/2012).

Namun menurutnya inflasi bukan hal yang harus dikhawatirkan, pemerintah justru harus mencermati kondisi perdagangan internasional. Pasalnya selisih ekspor dan impor selama bulan April dan Mei terjadi defisit.

“Nah itu yang perlu diwaspadai. Di sanalah lebih ketat terhadap perdagangan internasional kita dalam kondisi yang sekarang ini. Kalau inflasi, sepanjang BBM dan tarif listrik, tidak naik mungkin lebih mudah dikendalikan lah,” ungkapnya.

Berdasarkan data BPS, ekspor Mei 2012 tercatat US$16,72 miliar dan impor sebesar US$17,21 miliar. Dengan demikian neraca perdagangan terjadi defisit sebesar US$485,9 juta pada Mei 2012. [hid]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s