yang C3M4$ pegang rupiah … 150612

BUYBACK OBLIGASI NEGARA
Lelang buyback kebanjiran penawaran
Oleh Narita Indrastiti – Jumat, 15 Juni 2012 | 06:40 WIB
kontan

JAKARTA. Pemerintah melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi Negara dengan cara penukaran (debt switch). Aksi buyback yang berlangsung Kamis (12/6) itu, menggunakan fasilitas Ministry of Finance Dealing System (MOFiDS). Tujuannya, adalah mengurangi risiko surat utang pemerintah.

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Kementerian Keuangan, Loto S. Ginting, mengatakan, langkah ini untuk mengelola kembali portofolio surat utang negara.

Peserta lelang menawarkan 18 seri Obligasi Negara dari 23 seri Obligasi Negara yang menjadi incaran pembelian kembali pemerintah. Seri yang ditawarkan peserta lelang merupakan obligasi dengan tenor pendek dan menengah yang akan jatuh tempo tahun 2012 sampai dengan 2017.

Nilai surat utang yang ditawarkan peserta lelang terbilang tinggi, Rp 10,883 triliun. Namun dari jumlah itu, pemerintah hanya mengambil kembali Rp 5,455 triliun.

Antisipasi pasar

Berdasarkan catatan Ditjen Pengelolaan Utang, volume penawaran minimum ditetapkan adalah Rp 1 miliar atau 1000 unit. Adapun Obligasi negara penukar (destination bond) yang ditawarkan pemerintah adalah seri FR0059 yang jatuh tempo pada 15 Mei 2027 dengan tingkat kupon sebesar 7%.

Harga penawaran seri FR0059 ini sebesar 102,05%.Seri terbanyak yang ditawarkan investor adalah seri VR0025 yang jatuh tempo pada 25 September 2017. Penawaran seri tersebut sebesar Rp 4,25 triliun.

Loto menjelaskan, buyback obligasi, dilakukan sebagai realisasi program manajemen pengelolaan utang pemerintah. “Ini program reguler jika pasar dan pelaku pasar mendukung,” ujarnya.

Analis Pasar Modal, Imam MS, berpendapat, buyback obligasi negara, menandakan pemerintah sudah memperhitungkan serta mengantisipasi memburuknya kondisi pasar obligasi di masa depan. Hal itu bisa berimbas positif ke pasar obligasi dan memberikan kepercayaan pada pasar.

Pemerintah memiliki kepentingan untuk mengendalikan yield obligasi, sekaligus membentuk ekspektasi positif dalam pasar obligasi.

Head of Debt Capital Trimegah Securities, Herdi Ra nuwibowo, menilai, pemerintah berupaya agar investor tidak menarik dana dan keluar dari pasar obligasi. Banyaknya peserta lelang yang mengajukan penawaran menandakan minat investor beralih ke obligasi bertenor lain masih cukup tinggi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s