bbri paling tidak … 260412

Menakar Pamor Saham Bank Beraset Terbesar

Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal – Kamis, 26 April 2012 | 13:10 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Paling tidak, ada lima saham dengan aset terbesar—BMRI, BBRI, BBCA, BBNI, dan BNGA. Inilah nilai valuasi, potensi dividen, target harga saham, dan strategi trading-nya.

Pada sesi pertama perdagangan Kamis (26/4/2012) saham PT Bank Mandiri (BMRI) ditutup menguat Rp250 (3,57%) ke Rp7.250; PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) stagnan Rp6.900;

PT Bank Central Asia (BBCA) naik Rp300 (3,77%) ke angka Rp8.250; PT Bank Negara Indoensia (BBNI) menguat Rp125 (3,20%) ke angka Rp4.025; dan saham PT Bank CIMB Niaga (BNGA) naik Rp60 (4,91%) ke posisi Rp1.280 per saham.

Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan, berdasarkan aset, lima bank masuk dalam ketegori aset terbesar. PT Bank Mandiri (BMRI) menempati urutan pertama sebesar Rp480,56 triliun;

Kedua, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) senilai Rp417,63 triliun; Ketiga, PT Bank Central Asia (BBCA) senilai Rp393,37 triliun; “Keempat, PT Bank Negara Indoensia (BBNI) senilai Rp273,28 triliun; dan Kelima, PT Bank CIMB Niaga (BNGA) dengan nilai aset Rp169,57 triliun,” katanya kepada INILAH.COM.

Sementara itu, jika dilihat dari besaran dividen, BMRI membagikan dividen Rp120 pada 2010 dan Rp121 per saham pada 2011. “BBRI membagikan dividen Rp178 pada 2010 dan Rp70 pada 2011. BBCA membagikan dividen Rp153 pada 2010 dan Rp114 pada 2011,” ujarnya.

Begitu juga dengan BBNI yang membagikan dividen Rp47 pada 2010 dan Rp66 pada 2011. Pada 2012, BBNI sudah mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp62,48 per saham. “BNGA tidak membagikan dividen pada 2010 dan Rp8 per saham pada 2011,” ucap Reza.

Pada 2012 yakni dividen untuk kinerja 2011, Reza melihat, saham-saham tersebut tidak akan jauh berbeda untuk membagikan dividen di kisaran yang sama. “Padahal, investor menginginkan dividen yang lebih besar dibandingkan tahun lalu,” paparnya.

Karena itu, kata dia, jika emiten hanya membagikan dividen di level yang sama dengan tahun lalu atau justru lebih rendah, harga sahamnya berpeluang turun. “Apalagi, jika tidak membagikan dividen sama sekali. Sebab, pasar menginginkan dividen yang lebih besar,” imbuhnya.

Lalu, dari sisi Price Earnings Ratio (PER), BMRI berada di level 13,43 kali, BBRI 11,37 kali, BBCA 18,12 kali, dan BNGA 9,6 kali. “Rata-rata PER industri perbankan 17-18 kali dan BBCA sudah melampauinya sehingga cukup mahal,” ucapnya.

Hanya saja, banyak analis melihat BBCA belum sepenuhnya memberikan kucuran kredit. “Karena itu, jika kucuran kreditnya sudah maksimal, emiten ini juga bisa mendapatkan bunga kredit sehingga harganya sahamnya akan terus naik meski PER-nya saat ini cukup mahal,” tutur Reza.

Reza menggarisbawahi, perlu diingat juga, PER Industri perbankan di angka 17-18 kali, tidak termasuk PER Bank Kesawan (BKSW) yang mencapai 400 kali. Jika memperhitungkan BKSW, PER industri perbankan adalah 19,32 kali untuk 2012. “Karena itu, BCA juga masih di bawah rata-rata industrinya,” timpal dia.

Dilihat dari tren teknikalnya, saham BMRI sedang menurun. Sebab, berada di area atas Bollinger band dengan kisaran support Rp6.900-6.950 dan resistance Rp7.300-7.350. Sementara itu, BBRI sedang dalam tren sideways karena berada di area tengah Bollinger band dengan support Rp6.900-6.950 dan resistance Rp7.200-7.250.

BBCA juga dalam tren mendatar dengan support Rp7.900-7.950 dan resistance Rp8.200. Begitu juga dengan BBNI yang masih berada di area tengah Bollinger band sehingga tren jangka pendeknya mendatar. “Support BBNI di angka Rp3.900-3.950 dan resistance Rp4.050-4.100,” ujarnya.

Nasib serupa untuk BNGA yang dalam tren datar jangka pendek karena berada di area atas Bollinger band. Support BNGA di angka Rp1.220-1.230 dan resistance Rp1.260-1.270. “Saya rekomendasikan buy on weakness untuk saham-saham tersebut,” imbuhnya.

Hanya saja, Reza menggarisbawahi, untuk BBNI dan BNGA harus berorintasi lebih panjang dibandingkan BBRI dan BMRI. Jika BMRI dan BBRI membutuhkan 2-3 pekan untuk mencapai resistance tersebut, BBNI dan BNGA lebih lambat dua kali lipat. “Jadi, butuh 4-6 pekan untuk mencapai resistance tersebut,” imbuhnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s