inflaaa(TIDAK DI$EBUT seh)aa$1 … 300312

INILAH.COM, Jakarta – Asia bisa menghadapi ancaman inflasi pada Semester II 2012 akibat ekonomi mulai berkembang lagi.

Hal ini disampaikan Frederic Neumann, Co-head dari Asia Economic Research HSBC Bank seperti dikutip dari laman CNBC.com.

Lebih baik dari perkiraan sejumlah industri Industri dari Korea Selatan, Jumat, mengemukakan bahwa ekonomi di Asia sedang memulai sebuah upturn dan pertumbuhan harus kembali ke wilayah tersebut dalam waktu dekat. “Ini adalah bagian dari sinyal awal bahwa hal-hal itu sedang datang kembali,” kata Neumann. “Perdagangan selalu menjadi indikator yang memimpin. Sekali ekonomi domestik China meningkat hingga saat ini, hal ini akan menyebabkan angka pertumbuhan yang kuat.

Produksi indsutri pertambangan dan manufaktur di Korea Selatan naik 14,4 persen pada Februari tahun sebelumnya setelah berkontraksi 2,1 persen pada Januari, menurut laporan pemerintah Jumat. Sektor manufaktur naik 94% dari total output industri dalam negeri yang naik 14,8% dari tahun sebelumnya dan naik 0,8 persen bulan Februari setelah menyusut 1,9 persen pada Januari.

“Secara kritis, kita berpikir bahwa inflasi akan kembali menjadi risiko untuk paruh kedua tahun ini,” tambahnya.
“Ekonomi seperti Korea misalnya bisa naik pada kuartal keempat. Kami percaya inflasi Thailand juga bisa naik pada titik tertentu sehingga kita akan bergeser ke arah pengetatan perkiraan selama musim panas.”

Dalam laporan terpisah minggu lalu, Neumann mengatakan kesenjangan produksi, perbedaan antara tingkat output terkini dan apa yang ekonomi akan hasilkan jika itu berlari pada kecepatan normal adalah sebuah penyempitan. Jika output melebihi potensi ekonomi jangka panjang, inflasi akan meningkat. “Skenario ini akan terjadi di seluruh perekonomian Asia pada pertengahan tahun,” kata HSBC.

“Kembalinya inflasi sebenarnya mungkin lebih tajam dalam siklus ini daripada kesenjangan perkiraan produksi yang disarankan karena untuk faktor struktural yang sedang menghembuskan kenaikan harga menekan Asia,” ujar laporan.

“Untuk berurusan dengan tekanan inflasi ini, bank sentral di seluruh Asia akan meningkatkan tingkat suku bunga,” tukas HSBC. Korea dan Taiwan akan mengencangkan kebijakan moneter sebelum akhir tahun dan Singapura harus menyesuaikan nilai tukar.

Malaysia, Hong Kong, India, China, Sri Lanka dan Thailand dalam hal ini akan menghadapi tekanan inflasi terbesar.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1846076/asia-akan-kembali-hadapi-ancaman-inflasi

Sumber : INILAH.COM

Forget Slowdown, Asia Faces Growing Inflation Risks: Economist
Published: Thursday, 29 Mar 2012 | 8:37 PM ET

By: Jean Chua
Writer for CNBC.com

Asia could face the threat of inflation in the second half of the year as economies begin to expand again, according to Frederic Neumann, Co-head of Asian Economic Research at HSBC Bank.

Bloomberg | Getty Images
Better-than-expected industrial numbers from South Korea Friday suggest that economies in Asia are at a beginning of an upturn and growth should return to the region soon, Neumann told CNBC.

“These are the very early signals that things are coming back,” Neumann said. “Trade is always a leading indicator. Once the domestic Chinese economy fires up as well, this would lead to strong growth numbers.”

Production in the mining and manufacturing industries in South Korea jumped 14.4 percent in February from a year earlier after contracting 2.1 percent in January, according to a government report Friday. The manufacturing sector, which makes up 94 percent of all the industrial output in the country, gained 14.8 percent from the previous year and rose 0.8 percent on-month in February after shrinking 1.9 percent in January.

“Critically we think that inflation [cnbc explains] will come back as a risk for the second half of the year,” he added. “Economies like Korea for example could see rate hikes in the fourth quarter. We believe that Thailand could be hiking rates at some point so we would be shifting towards tightening expectations over the summer months.”

In a separate report last week, Neumann said output gaps – the difference between the actual level of output and what the economy would produce if it ran at normal speed – are narrowing. If output exceeds an economy’s long-term potential, inflation will rise. This scenario will happen across Asian economies by the middle of the year, HSBC said.

“The rebound in inflation may actually be sharper in this cycle than output gap estimates suggest due to structural factors that are fanning price pressures in Asia,” the report said. “Oil, food, tight labor markets and liquidity galore…hard to see what other conclusion to draw.”

To deal with these inflationary pressures, central banks across Asia will have to increase interest rates, HSBC said. Korea and Taiwan will have to tighten monetary policy before the end of the year and Singapore will have to adjust its exchange rate.

Malaysia, Hong Kong, India, China, Sri Lanka and Thailand will face the greatest inflation pressures, the bank added.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s