rupiaaa(9175)aah … 220312

JAKARTA. Perdagangan obligasi, baik itu obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi, mencatatkan peningkatan nilai transaksi sampai penutupan kemarin (21/3).

Berdasarkan data Penerima Laporan Transaksi Efek (PLTE) Bursa Efek Indonesia, Rabu (21/3), total nilai transaksi meningkat 168% menjadi Rp 23,1ttriliun dari Rp 8,6 triliun di hari sebelumnya.

Corporate Secretary Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), Tumpal Sihombing, menuturkan, kenaikan ini didorong oleh lonjakan nilai perdagangan obligasi pemerintah dari Rp 7,7 triliun menjadi Rp 23 triliun, pada periode yang sama .

Selain itu, obligasi retail terbaru SR004, juga telah mendongkrak nilai transaksi perdagangan dengan total transaksi sebanyak 1.802 kali dan nilai transaksi Rp 19,4 triliun. “Seiring dengan lonjakan volume, kenaikan tajam juga terjadi pada frekuensi perdagangan obligasi pemerintah, terutama di tenor pendek, yang tercatat meningkat dari 293 transaksi menjadi 2.051 transaksi, “tambah Tumpal, Kamis (22/3).

Analis Mega Capital Indonesia, Ariawan juga menuturkan bahwa secara historikal, seminggu setelah penerbitan dan pencatatan sukuk ritel di pasar sekunder, transaksi di pasar obligasi memang ramai terjadi. “Apalagi SR004 menawarkan kupon yang tinggi, yaitu sebesar 6,25%. Jauh lebih tinggi dibandingkan yield obligasi pemerintah jenis fixed rate bertenor 3 tahun yang yield rata-ratanya sekitar 5%-an,” urai Ariawan, Kamis (22/3).

Apalagi, harga SR004 saat ini sudah sebesar 102 atau 2% di atas harga awal. Sehingga, “Kami prediksikan harga akan terus melonjak,” tambah Ariawan.

http://investasi.kontan.co.id/news/nilai-transaksi-obligasi-melonjak-tinggi

Sumber : KONTAN.CO.ID
JAKARTA. Rupiah kembali loyo pasca menguat selama dua hari sebelumnya. Mata uang Garuda keok seiring investor asing memangkas kepemilikan di obligasi negara. Pemicunya, masih terkait rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar, yang dikhawatirkan akan memicu kenaikan inflasi.

Nilai tukar rupiah melemah 0,3% ke posisi Rp 9.175 per dollar AS pada pukul 9.24 di Jakarta.

Sepanjang bulan ini, asing tercatat melepas kepemilikan di surat utang pemerintah sebesar Rp 2,6 triliun (US$ 282 juta). Aksi jual itu dilakukan investor setelah pada 22 Februari lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, harga energi lokal perlu direvisi karena kenaikan harga minyak mentah global.

Sementara itu, menurut dokumen yang disampaikan kepada DPR, pemerintah Indonesia telah menaikkan target inflasi menjadi 7%, dari semula 5,3%.

“Rupiah masih akan cenderung melemah, karena banyak pesanan dari bank untuk membeli dollar. Mereka sedang menunggu, bagaimana tingkat inflasi mendatang,” kata Dave Hartono, trader valuta asing di PT Bank ICBC Indonesia.

http://investasi.kontan.co.id/news/asing-hindari-sun-rupiah-keok-lagi/2012/03/22

Sumber : KONTAN.CO.ID

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s