gdp @6.5% (2011) … 070212

Apindo: Perbankan Indonesia Ditiru Negara Maju

Oleh: Sandiyu Nuryono
Ekonomi – Senin, 6 Februari 2012 | 19:55 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Industri perbankan nasional terbukti tahan terhadap goncangan krisis global pada 2008 maupun pada saat ini.

“Perbankan kita menjadi contoh bagi negara maju yang dikenal kuat perbankannya. Mereka kini belajar dari perbankan kita. Kita harus bangga bisa melakukan itu,” ucap Ketua APINDO, Chris Kanter di Jakarta, Senin (6/2).

Perbankan Indonesia, lanjutnya, belajar banyak dari krisis tahun 1997/1998. Setelah krisis tersebut, perbankan makin meningkatkan ketahanan likuiditasnya terhadap krisis.

Terbukti pada krisis 2008 dan saat ini, perbankan Indonesia mampu bertahan, bahkan tumbuh di atas rata-rata. “Krisis itu menjadi modal besar perbankan kita menghadapi krisis 200 dan baru-baru ini. Bahkan perbankan kita mengambil keuntungan dari krisis yang terjadi saat ini,” tuturnya. [hid]

Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5 Persen
Ester Meryana | Erlangga Djumena | Senin, 6 Februari 2012 | 11:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pusat Statistik melaporkan, produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 6,5 persen sepanjang tahun 2011 dibandingkan tahun 2010. “Kalau dilihat dari triwulan per triwulan, triwulan IV-2011 dibandingkan triwulan III-2011 turun tipis 1,3 persen,” sebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin, dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (6/2/2012).

Menurut dia, penurunan dari triwulan III-2011 itu merupakan suatu siklus. Penurunan ini juga terjadi pada triwulan IV- 2010 dibandingkan periode yang sama tahun 2009. Hal yang sama juga terjadi pada tahun 2009 terhadap tahun 2008.

Penurunan secara triwulan itu disebabkan karena ada penurunan yang cukup tinggi pada sektor pertanian. Ia menyebutkan penurunan sektor pertanian karena pada periode akhir tahun bukan musim panen dan karena faktor perubahan cuaca. “Jadi penurunan sebagian besar disebabkan dari sektor pertanian, ada juga dari sektor pertambangan sedikit,” tambah Suryamin. “Pertumbuhan (secara tahunan sebesar) 6,5 persen ini terjadi peningkatan di semua sektor kecuali sektor pertambangan,” sebut dia.

Sektor pertambangan menurun tipis 0,26 persen. Sedangkan pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor pengangkutan dan komunikasi dengan 10,7 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan 9,2 persen, dan sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan dengan 6,8 persen. Dengan pertumbuhan 6,5 persen maka besar PDB Indonesia atas dasar harga berlaku mencapai Rp 7.427,1 triliun sedangkan berdasarkan harga konstan (tahun 2000) Rp 2.463,2 triliun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s