risiko bank … bumn … 140112

Sabtu, 14/01/2012 17:28 WIB
Ini Dia Bank ‘Juara’ Kredit Macet
Wahyu Daniel – detikFinance

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat hingga November 2011 jumlah kredit macet perbankan mencapai Rp 37,499 triliun. Jumlah ini turun tipis dalam sebulan dibandingkan Oktober 2011 yang sebesar Rp 37,856 triliun. Namun kredit macet ini tercatat naik dibandingkan November 2010 yang sebesar Rp 32,036 triliun. Kredit macet bank BUMN paling besar yaitu Rp 17,28 triliun.

Demikian terungkap dari data statistik perbankan yang dikutip detikFinance dari Bank Indonesia (BI), Sabtu (14/1/2011).

Berdasarkan data BI tersebut, jumlah kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) dari perbankan per November 2011 mencapai Rp 54,729 triliun, turun dari posisi Oktober 2011 yang sebesar Rp 55,926 triliun. Rasio NPL perbankan di November 2011 mencapai 2,55%.

Sampai November 2011 jumlah kredit yang dikucurkan perbankan Indonesia mencapai Rp 2.146,86 triliun. Kredit ini naik dibandingkan periode yang sama di 2010 yang nilainya Rp 1.706,403 triliun.

Dari total kredit tersebut, sebanyak Rp 1.997,533 triliun masuk kategori lancar. Sementara Rp 9,368 triliun masuk kategori kurang lancar, lalu Rp 7,861 triliun masuk kategori diragukan, dan Rp 37,499 triliun masuk kategori macet.

Bank yang menguasai kredit terbesar hingga November adalah Bank Umum Swasta Nasional Devisa senilai Rp 887,709 triliun, bank BUMN Rp 760,53 triliun, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Rp 176,561 triliun, bank asing Rp 135,755 triliun, bank campuran Rp 120,398 triliun, dan Bank Umum Swasta Non Devisa Rp 65,907 triliun.

Berikut posisi jumlah kredit macet perbankan:

  1. Bank BUMN Rp 17,28 triliun
  2. Bank Umum Swasta Nasional Devisa Rp 11,899 triliun
  3. Bank Pembangunan Daerah Rp 3,384 triliun
  4. Bank Asing Rp 2,762 triliun
  5. Bank Campuran Rp 1,38 triliun
  6. Bank Umum Swasta Nasional Non Devisa Rp 788 miliar

(dnl/dnl)
Sabtu, 14/01/2012 11:16 WIB
Laba Makin Gemuk, Bank Raup Rp 69 Triliun Dalam 11 Bulan
Wahyu Daniel – detikFinance

Jakarta – Bank-bank umum di Indonesia meraup laba bersih Rp 69,446 triliun sepanjang Januari-November 2011. Jumlah laba tersebut naik 28,6% dibandingkan perolehan laba pada periode yang sama di 2010 sebesar Rp 53,986 triliun.

Demikian isi data statistik perbankan yang dikutip dari Bank Indonesia (BI), Sabtu (13/1/2011).

Kenaikan laba perbankan ini ditopang oleh kenaikan pendapatan operasional selama Januari-November 2011 yang sebesar Rp 357,094 triliun, naik dari periode yang sama tahun lalu Rp 317,024 triliun.

Pendapatan non operasional perbankan pada periode Januari-November 2011 juga naik menjadi Rp 119,812 triliun, dari periode yang sama tahun lalu Rp 90,804 triliun.

Sepanjang periode tersebut, beban operasional perbankan naik menjadi Rp 307,383 triliun, dari beban operasional bank pada periode yang sama di 2010 yang sebesar Rp 271,417 triliun.

Pada Januari-November 2011, jumlah kredit yang dikucurkan perbankan Indonesia mencapai Rp 2.146,86 triliun. Kredit ini naik dibandingkan periode yang sama di 2010 yang nilainya Rp 1.706,403 triliun.

Jumlah kredit di November 2011 didominasi oleh kredit rupiah senilai Rp 1.790,269 triliun, kemudian kredit valas Rp 356,591 triliun.

Total aset perbankan di Indonesia hingga November 2011 mencapai Rp 3.471,46 triliun, naik dari posisi November 2010 yang sebesar Rp 2.856,274 triliun.

(dnl/dnl)
Bank BUMN dan BPD pelit pangkas bunga

Oleh Hendri Tri Widi Asworo

Sabtu, 14 Januari 2012 | 15:38 WIB

bisnis indonesia

JAKARTA: Kelompok bank asing masih memimpin penurunan bunga kredit sepanjang 2011 dibandingkan dengan kelompok bank lain. Adapun bank pelat merah merupakan bank paling pelit dalam memangkas bunga.

Berdasarkan kelompok banknya, sepanjang tahun 2011 penurunan suku bunga deposito 1 bulan terbesar terjadi pada kelompok bank asing dan campuran, yaitu sebesar 250 poin.

Kelompok itu diikuti oleh kelompok bank pembangunan daerah, kelompok bank swasta dan kelompok bank persero yang masing-masing menurunkan suku bunga deposito 1 bulan sebesar 64 poin, 17 poin, dan 12 poin.

Di sisi suku bunga kredit, kelompok bank asing dan campuran juga merupakan kelompok bank yang paling agresif menurunkan suku bunga kredit modal kerja (KMK), kredit investasi (KI), dan kredit konsumsi (KK).

Selama tahun 2011, kelompok bank asing dan campuran menurunkan suku bunga KMK, KI dan KK masing-masing sebesar 137 poin, 176 poin, dan 123
poin.

Sementara itu, kelompok bank swasta menurunkan suku bunga KMK, KI dan KK masing masing sebesar 46 poin, 44 poin, dan 49 poin. Adapun bank BUMN menurunkan suku bunga KMK, KI dan KK masing-masing sebesar 65 poin, 32 poin, dan 4 poin.

Sebaliknya, kelompok bank pembangunan daerah justru tercatat menaikkan suku bunga KMK dan KI masing-masing sebesar 16 poin dan 4 poin, sedangkan untuk suku bunga KK diturunkan hanya sebesar 7 poin.

Sampai dengan bulan November 2011, suku bunga deposito turun menjadi 6,56%, lebih rendah baik dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 6,75% maupun dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya sebesar 6,83%.(api)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s