inefisiensi perbankan BERLABA GEDE, b:( … 151211

Perbankan Cetak Laba Rp63,6 triliun

Oleh Donald Banjarnahor

Kamis, 15 Desember 2011 | 19:21 WIB

bisnis indonesia

JAKARTA: Perbankan nasional mencetak laba bersih Rp63,6 triliun pada akhir Oktober 2011, meningkat 29,66% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia, peningkatan laba bersih didorong pendapatan bunga yang mencapai Rp245,18 triliun, naik dibandingkan dengan Oktober 2010 yang sebesar Rp207,39 triliun.

Hal itu sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit yang mencapai Rp2.106,15 triliun dari sebelumnya Rp1.675,63 triliun.

Beban bunga meningkat menjadi Rp98,97 triliun dari sebelumnya Rp83,88 triliun. Peningkat beban bunga juga sejalan dengan kenaikan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp2.587,28 triliun dibandingkan dengan sebelumnya Rp2.173,88 triliun.

Dari sisi nonoperasional terjadi kenaikan pendapatan menjadi Rp120,21 triliun dari sebelumnya Rp82,15 triliun. Beban non operasional juga mengalami kenaikan menjadi Rp82,63 triliun dari
sebelumnya Rp58,98 triliun. (tw)

Moody’s: Perbankan Indonesia akan tetap stabil

Oleh Irvin Avriano A.

Selasa, 13 Desember 2011 | 13:57 WIB

bisnis indonesia

JAKARTA: Moody’s Investor Service menilai prospek peringkat sistem perbankan Indonesia masih tetap stabil.

Hal itu diungkapkan Beatrice Woo, VP & Senior Credit Officer Financial Institutions Group Moody’s, dalam riset pemeringkatannya siang ini, Selasa 13 Desember.

Menuru dia, pemeringkatan itu merefleksikan kuatnya dukungan ekonomi domestik yang mengisolasi industri dari potensi guncangan destabilisasi eksternal.

“Kami menilai atribusi positif kredit bank didukung oleh pertumbuhan pinjaman yang tinggi, margin bunga yang lebar, dan biaya provisi yang rendah karena kualitas aset yang baik dan akan berlanjut untuk 12–18 bulan ke depan,” ujarnya dari Singapura hari ini.

Dia menilai beberapa faktor itu akan menjaga sistem perbankan Indonesia serta mendukung ketahanannya.

Moody’s juga berasumsi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB/gross domestic product/GDP) riil Indonesia akan turun tipis pada tahun depan.

Meskipun menurun, lanjutnya, pertumbuhan PDB domestik masih berada pada level yang tinggi sebesar 6%. (ea)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s