bbri MAEN PENDEK @LIKUIDITAS rupiah/vala$ … 011211

Senin, 14 November 2011 | 11:08 oleh Roy Franedya
LIKUIDITAS PERBANKAN
Bank perbesar dana jangka pendek di BI
kontan

JAKARTA. Perbankan Indonesia mulai mengantisipasi kekeringan likuiditas sebagai efek berlarut-larutnya penyelesaian krisis utang Yunani dan Amerika Serikat (AS). Manajemen likuiditas mereka lakukan dengan menempatkan dana pada instrumen jangka pendek.

Berdasarkan tinjauan kebijakan moneter (TKM) terbaru yang dilansir Bank Indonesia (BI), bank mulai meningkatkan penempatan dana di Fasilitas Simpanan BI (FASBI) dalam rupiah overnight. Posisi FASBI meningkat 37,47%, dari Rp 78,8 triliun September 2011 menjadi Rp 108,3 triliun pada Oktober 2011.

Besarnya likuiditas dalam FASBI overnight mendorong penurunan suku bunga pasar uang antarbank (PUAB) overnight yang hampir menyentuh batas bawah. Pada Oktober 2011 bunga PUAB turun 27 bps menjadi 5,13% dibandingkan September 2011.

Rata-rata suku bunga PUAB bertenor lebih panjang berada di kisaran 5,14% – 6%. “Peningkatan deposit facility menggambarkan perilaku berjaga-jaga bank untuk ketersediaan likuiditas jangka pendek, terkait ketidakpastian pasar keuangan domestik akibat perkembangan penanganan krisis global,” ujar BI dalam TKM.

Secondary reserve

Direktur Keuangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Achmad Baiquni mengatakan, peningkatan dana deposit facility karena semakin terbatasnya instrumen keuangan jangka pendek di BI, setelah penjarangan lelang dan kebijakan six month holding pada Sertifikat Bank Indonesia. “Untuk memastikan ketersediaan likuditas jangka pendek, bank banyak meningkatkan giro wajib minimum di BI dan menyimpan dana di pasar uang,” ujarnya, Ahad (13/11).

Bank semakin cermat memperhitungkan kebutuhan dana dan penyaluran kredit. Kelebihan dana baru akan ditaruh di instrumen keuangan. “Bank juga tidak bisa menghimpun dana secara berlebihan karena instrumen jangka pendek mulai terbatas. Bila terjadi penarikan dana dalam jumlah besar, akan mempengaruhi likuiditas bank,” kata Baiquni.

Direktur Tresuri Bank Mega, Sugiharto mengatakan, Bank Mega menaruh dana di berbagai instrumen untuk mengelola likuiditas. Saat ini Bank Mega menempatkan Rp 4 triliun ekses likuditas di SBI, deposit facility, dan penempatan pada bank lain. “Selain itu Rp 7 triliun ditempatkan di surat berharga,” ujarnya.

Direktur Tresuri dan Finansial Institusi Bank BNI, Adi Setianto mengatakan, bank-bank mulai berkonsolidasi agar terhindar dari krisis. Maklum, bank lebih banyak menyalurkan kredit jangka panjang. Padahal, sumber dana mereka jangka pendek. “Bank tidak mungkin bangkrut karena kredit, tetapi bisa bangkrut karena tak ada likuiditas,” ujarnya.

Saat ini likuiditas rupiah masih terjaga. Namun, likuiditas valas yang bisa menimbulkan masalah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BNI menerapkan kebijakan berbentuk secondary reserve (SR). Dalam kondisi normal, BNI akan membentuk SR dekitar
US$ 400 juta, sementara dalam kondisi likuiditas ketat BNI US$ 800 juta. Saat ini SR BNI US$ 600 juta. n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s