bnii NGUTANG lage … 291111

Banyak Dilirik, Obligasi BII Oversubscribed 3x
Headline
Oleh: Agustina Melani
Ekonomi – Selasa, 29 November 2011 | 11:52 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Obligasi PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) mengalami kelebihan permintaan (oversubcribed) hingga 3 kali lipat.

BII pada hari ini mengumumkan bahwa sehubungan tingginya respon pasar terhadap penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap I dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap I, periode bookbuilding ditutup lebih cepat 3 hari dari tanggal 18 November 2011 menjadi 15 November 2011. Dengan pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melaksanakan public offering telah diterima BII pada 28 November 2011.

Selama periode bookbuilding, BII telah menerima total pesanan Rp7,5 triliun dari total penawaran Rp2 triliun untuk Obligasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap I (Senior Bonds) dan Rp 500 miliar untuk Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap I (Subordinated Bonds). “Sehingga penawaran senior bonds dan subordinated bonds mengalami 3X kelebihan permintaan (oversubscribed),” ungkap Pjs Presiden Direktur BII Rahardja Alimhamzah, dalam keterangan tertulis perseroan di Jakarta, Selasa (29/11).

Setelah mencermati minat pasar, lanjutnya, BII telah menetapkan bunga untuk Obligasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap I, yang terdiri dari Obligasi Seri A berjangka waktu 3 tahun dengan nilai Rp440 miliar dan bunga sebesar 7,75% serta Obligasi Seri B berjangka waktu 5 tahun dengan nilai Rp1.560 miliar dengan bunga sebesar 8,75% per tahun. Sedangkan untuk Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap I sebesar Rp500 miliar berjangka waktu 7 tahun, BII menetapkan bunga sebesar 10% per tahun. Bunga Obligasi Berkelanjutan dan Obligasi Subordinasi dibayarkan setiap triwulan.

”Kami menyambut baik respon pasar yang tinggi saat kami masuk pasar untuk kedua kalinya tahun ini. Keberhasilan penerbitan obligasi ini akan memperkuat modal kami dan meningkatkan komposisi pendanaan jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang makin meningkat,” tuturnya.

Menurut Rahardja, dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi Subordinasi, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya akan dipergunakan untuk meningkatkan aset produktif dalam rangka pengembangan usaha BII yang difokuskan pada segmen UKM, Komersial, Konsumer dan Korporasi.

Sedangkan Obligasi Subordinasi akan diperhitungkan sebagai lower tier 2 sesuai ketentuan Bank Indonesia untuk memperkuat struktur permodalan serta struktur pendanaan jangka panjang BII.

Obligasi Berkelanjutan BII telah memperoleh rating AAA(idn) dari PT Fitch Rating Indonesia (Fitch) dan (id)AA+ dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Sedangkan untuk penerbitan Obligasi Subordinasi, BII juga telah memperoleh pemeringkatan surat hutang jangka panjang dengan rating AA(idn) dari Fitch dan (id)AA dari Pefindo.

Penawaran obligasi yang mendapat respon positif dari pasar ini didukung oleh penjamin pelaksana emisi obligasi dan obligasi subordinasi PT Bahana Securities, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, PT Kim Eng Securities (anak perusahaan Maybank) dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia.

Penawaran Umum untuk penerbitan Obligasi akan berlangsung dari 29 November-1 Desember 2011, penjatahan pada tanggal 2 Desember 2011, periode distribusi pada tanggal 6 Desember 2011 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia akan berlangsung pada tanggal 7 Desember 2011. [mre]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s