Relation($)ship Manage(Rp)r … 221111

Ternyata.. RM Citibank banyak yang nakal!

Oleh Erwin Tambunan

Senin, 21 November 2011 | 18:50 WIB

bisnis indonesia

JAKARTA: Setiap tahun, belasan relationship manager (RM) Citibank dikenakan sanksi manajemen karena kedapatan menyimpan tandatangan para nasabah Citigold pada blanko formulir transfer yang kosong.

“Setiap tahunnya ada belasan Relationship Manager yang mendapat sanksi karena menyimpan blanko form kosong yang telah ditandatangani nasabah,” ungkap Kepala Cabang Citibank Landmark, Paulina di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini.

Hasil investigasi manajemen Citibank, katanya, menemukan banyak nasabah yang telah menandatangani blanko transfer kosong yang diminta relationship manager, padahal tindakan itu merupakan pelanggaran aturan yang diberlakukan bank tersebut.

Terungkapnya kasus pembobolan dana nasabah Citigold yang dilakukan terdakwa Malinda Dee, lanjutnya, setelah seorang nasabah, Suryati Teguh Budiman datang meminta klarifikasi adanya sejumlah transaksi transfer keluar dari rekening, padahal yang bersangkutan tidak pernah mengetahuinya.

Modus yang sama dengan melakukan penandatanganan blanko transfer kosong juga dilakukan terdakwa Malinda Dee terhadap nasabah N. Susetyo Sutadji dan Rohli.

Dana kedua nasabah Citigold di Landmark Building ini juga ditransfer ke rekening Visca Lovitasari dan Ismail bin Janim, adik kandung dan adik ipar terdakwa Malinda Dee yang berkas perkaranya disidangkan terpisah di pengadilan yang sama.

Paulina mengatakan nasabah tersebut mengaku diminta terdakwa Malinda Dee untuk menandatangani sejumlah blanko transfer kosong yang jumlahnya cukup banyak.

Menurutnya,para nasabah yang menandatangani blanko transfer kosong itu karena merasa percaya dengan RM-nya, termasuk dengan terdakwa Malinda.

Paulina menambahkan para nasabah yang dananya diambil terdakwa Malinda Dee tidak segera melaporkan permasalahannya.Para nasabah tidak mengecek catatan transaksi bulanannya, sehingga mereka tidak ada yang complain kepada manajemen Citibank.

Dalam dakwaan jaksa, terdakwa Malinda Dee melakukan tindak pidana pencucian uang dan kejahatan perbankan sejak Februari 2007 hingga Februari 2011.

Menurut jaksa, tercatat 117 kali transaksi yang dilakukan terdakwa dengan rincian 64 kali transaksi dalam rupiah senilai Rp27.369.065.650 dan 53 kali transaksi dengan nilai US$2.082.427. (Bsi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s