bnii UTANk, lage

BII Rencana Terbitkan Obligasi Rp2,5 Triliun

Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Selasa, 8 November 2011 | 17:25 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Bank BII dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BII secara bertahap selama dua tahun.

Obligasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap I dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp2 triliun ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Bank BII sebesar Rp4 triliun. Obligasi yang diterbitkan terdiri dari Obligasi Seri A dan Seri B. Obligasi Seri A berjangka waktu 3 tahun dengan indikasi kisaran bunga sebesar 7,75%-8,50% per tahun dan dibayarkan setiap triwulan. Sedangkan Obligasi Seri B berjangka waktu 5 tahun dengan indikasi kisaran bunga sebesar 8,75%-9,50% per tahun dan dibayarkan setiap triwulan.

Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap I dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp500 miliar merupakan bagian dari Penawaran Umum Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BII sebesar Rp2 triliun. Obligasi Subordinasi yang diterbitkan berjangka waktu 7 tahun dengan indikasi kisaran bunga sebesar 10,00%-10,75% per tahun dan dibayarkan setiap triwulan. Harga Penawaran Obligasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap I adalah 100% dari nilai nominal Obligasi.

”Penerbitan Obligasi dan Obligasi Subordinasi bertujuan untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan BII menuju visi menjadi penyedia layanan keuangan terbaik di pasar yang dilayani,” kata Pjs Presiden Direktur Rahardja Alimhamzah.

Menurut Rahardja, dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi Subordinasi, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya akan dipergunakan untuk meningkatkan aset produktif dalam rangka pengembangan usaha BII yang difokuskan pada segmen UKM, Komersial, Konsumer dan Korporasi. Sedangkan Obligasi Subordinasi akan diperhitungkan sebagai lower tier 2 sesuai ketentuan PBI no.10/15/PBI/2008 untuk memperkuat struktur permodalan serta struktur pendanaan jangka panjang BII.

Dengan struktur permodalan dan pendanaan jangka panjang yang semakin kuat, BII akan menjaga momentum pertumbuhan berkelanjutan. Pada sembilan bulan pertama 2011, BII telah berhasil membukukan pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 22% dari Rp50,8 triliun pada September 2010 menjadi Rp61,9 triliun pada September 2011. Pertumbuhan kredit UKM & Komersial memberikan kontribusi terbesar sebesar 26% dari Rp17,6 triliun pada September 2010 menjadi Rp22,2 triliun pada September 2011, diikuti oleh kredit Korporasi dan Konsumer yang naik masing-masing sebesar 23% dan 19% dibandingkan dengan sembilan bulan pertama periode yang sama tahun 2010. Kredit Korporasi memberikan kontribusi sebesar 24% terhadap total kredit, sedangkan kredit UKM & Komersial dan kredit Konsumer memberikan kontribusi masing-masing sebesar 36% dan 40%. Total aset BII per 30 September 2011 naik sebesar 26% menjadi Rp90,9 triliun dari Rp72,2 triliun per 30 September 2010.

Pertumbuhan bisnis hingga kuartal tiga 2011 telah menunjukkan hasil yang positif pada profitabilitas. BII telah membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp555 miliar pada 30 September 2011, meningkat sebesar 34% dari Rp415 miliar pada periode sebelumnya yang berakhir pada 30 September 2010.

Pertumbuhan Bank pada semua segmen bisnis diikuti dengan perbaikan kualitas aset. Kredit bermasalah gross Bank (NPL gross) turun menjadi 2,54% per September 2011 dari 3,52% per September 2010 dan NPL net membaik menjadi 1,37% dari 1,97%. Peningkatan kualitas aset dicapai melalui upaya Bank yang berkelanjutan dalam memperkuat manajemen risiko dan pemrosesan kredit, sementara itu pelaksanaan program restrukturisasi kredit dilakukan lebih cepat dan dengan tetap melakukan pemantauan yang lebih ketat terhadap debitur yang ada.

Dalam rangka penerbitan Obligasi Berkelanjutan ini, BII telah memperoleh hasil pemeringkatan surat hutang jangka panjang dengan rating AAA(idn) dari PT Fitch Rating Indonesia (Fitch) dan (id)AA+ dari Pemeringkat Efek Indonesia (“PEFINDO”). Sedangkan untuk penerbitan Obligasi Subordinasi, BII juga telah memperoleh pemeringkatan surat hutang jangka panjang dengan rating AA(idn) dari Fitch dan (id)AA dari PEFINDO.

Bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Obligasi Subordinasi adalah PT Bahana Securities, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, PT Kim Eng Securities (terafiliasi) dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia.

BII dan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Obligasi Subordinasi merencanakan masa penawaran tanggal 6-8 Desember 2011, penjatahan pada tanggal 9 Desember 2011, periode distribusi pada tanggal 13 Desember 2011 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 14 Desember 2011.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s