cadangaaa($100 M)aangan devisa … 070911_061115

JAKARTA, KOMPAS.com – Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa RI pada akhir Oktober 2015 tercatat sebesar 100,7 miliar dollar AS. Angka ini turun 1 miliar dollar ASdibandingkan posisi September 2015 yang mencapai 101,7 miliardollar AS.

Menurunnya cadangan devisa RI, disebabkan oleh peningkatan pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah serta penggunaan devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya.

“Hal tersebut sejalan dengan komitmen Bank Indonesia yang telah dan akan terus berada di pasar untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah guna mendukung terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tulis otoritas moneter tersebut melalui keterangan resmi, Jumat (6/11/2015).

Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa per akhir Oktober 2015 masih cukup membiayai 7,1 bulan impor atau 6,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

JAKARTA: Bank Indonesia mencatatkan cadangan devisa dalam negeri pada akhir Agustus 2011 sebesar US$124,6 miliar, naik US$100 juta dari pertengahan bulan lalu.

“Pada akhir Agustus 2011 cadangan devisa Indonesia sebesar US$124,6 miliar,” ujar Hartadi A. Sarwono, Deputi Gubernur Bank Indonesia, kepada wartawan hari ini.

Dengan posisi tersebut, berarti cadangan devisa telah meningkat sebesar US$100 juta dibandingkan dengan per 19 Agustus yang tercatat US$124,5 miliar. Sejak awal 2011 Bank sentral terus meningkatkan cadangan devisa.

Pada awal tahun cadangan devisa Indonesia tercatat US$95,3 miliar, sehingga telah meningkat sekitar US$29,3 miliar atau naik lebih 25%.

Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A. Johansyah pernah mengatakan cadangan devisa Indonesia saat ini mencukupi untuk menghindari dampak negatif dari pembalikan modal asing secara besar atau sudden reversal.

“Kami menyatakan tidak usah khawatir terhadap terjadinya sudden reversal karena cadangan devisa Indonesia bisa mengantisipasi itu,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Perry Warjiyo, Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI, menyatakan portofolio cadangan devisa telah beralih menjadi mata uang non dolar Amerika Serikat dan surat utang negara berkembang.

“Komposisi cadangan devisa Indonesia yang dulu banyak dolar [AS] sekarang kami shifting [beralih] ke non dolar [AS]. Selain itu surat berharga yang dulu ditempatkan di negera maju sekarang di emerging market,” ujarnya.

Dia menjelaskan mata uang yang masuk dalam portofolio cadangan devisa diantaranya adalah yen Jepang, franc Swiss dan dolar Kanada. Adapun surat berharga yang masuk dalam cadangan devisa diantaranya surat utang Brazil. “Namun shifting [pengalihan] tidak bisa serta merta, jadi bertahap,” ujarnya.

Sejak awal 2011, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dan beberapa mata uang lain terus melemah. Salah satu faktor yang mempengaruhi pelemahan dolar AS terhadap rupiah adalah aliran masuk modal asing ke dalam negeri akibat kebijakan pelonggaran kuantitatif (quantitative easing) yang telah dilaksanakan dua kali.

Menurut Perry sebagian cadangan devisa Indonesia juga ditempatkan pada emas. “Kami punya cadangan emas cukup besar, tapi tidak bisa kami sebutkan karena itu dapurnya bank sentral,” ujarnya.

http://www.bisnis.com/articles/cadangan-devisa-indonesia-naik-us$100-juta

Sumber : BISNIS.COM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s