laba BBRI ber$1h … 281011

Laba Bersih BRI Naik 56,69% Menjadi Rp10,43 T

Oleh: Sandiyu Nuryono
Pasar Modal – Jumat, 28 Oktober 2011 | 10:50 WIB

INILAHCOM, Jakarta – Pada kuartal III 2011, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp10,43 triliun atau naik 56,69% dibandingkan periode yang sama 2010.

“Peningkatan laba tersebut disukung oleh total aset Bank BRi yang meningkat sebesar 21,66%, yaitu dari Rp320,84 triliun pada kuartal III 2010 menjadi Rp390,34 triliun pada kuartal III 2011,” ucap Direktur UMKM BRI, Djarot Kusumajakti di Jakarta, Jumat (28/10).

Peningkatan modal juga mengalami pertumbuhan sebesar 37,3% dari Rp32,73 triliun menjadi Rp44,93 triliun pada kuartal III 2011. BRI berhasil meningkatkan portofolio kredit sebesar Rp47,63 triliun meningkat 20,83% dari Rp228,7 triliun menjadi Rp276,32 triliun.

Sementara dana pihak ketiga (DPK) meningkat20,5% dari Rp257,02 triliun menjadi Rp309,71 triliun. “Komposisi DPK pada kuartal III 2011 masing-masing adalah Giro Rp54,4 triliun (17,58%), tabungan Rp130,06 triliun (41,99%) dan deposito Rp125,21 triliun (40,43%),” jelas Djarot.

Ditambahkannya, komposisi LDR BRI sebesar 89,22%. NPL gross turun dari 4,28% menjadi 3,34%. Rasio profitabilitas ROA meningkat dari 3,65% menjadi 4,67%. ROE juga meningkat dari 34,28% menjadi 39,86%.

“Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI meningkat dari 13,36% di kuartal III 2010 menjadi 14,84% di kuartal III 2011,” jelasnya. [hid]
JAKARTA – Angka pertumbuhan kredit PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berada di bawah pertumbuhan kredit secara umum. Kendati demikian, bank pelat merah ini tetap optimistis.

“Kredit kita bukannya tidak tumbuh, kita tumbuh 20 persenan, khususnya di sektor korporasi, baik untuk swasta dan BUMN. Di retail memang kita agak turun karena kami sedang membangun infra dan sedikit (non performing loans/NPL) tetapi sudah kami perbaiki. Ke depan kami tetap fokus di penyaluran untuk kemajuan UMKM, ungkap Direktur Utama BRI Sofyan Basyir dalam paparan keuangan kuartal ketiga di kantornya, Jakarta, Jumat (28/10/2011).

Direktur UMKM BRI Djarot Kusumayakti juga menyatakan bahwa di sektor retail, angka pertumbuhan kreditnya tumbuh sekira lima persen (konsolidasi).

“Kredit mikro kita masih sehat dan kita usahakan lebih besar lagi. Kredit mikro kita tumbuh 32,65 persen,” tambah Djarot.

Di sektor properti, pertumbuhan kredit BRI sebesar 17 persen (year on year/YoY) sebesar Rp55,2 triliun.

“Seperti di sektor KPR, kita memang masih baru di sektor itu, tetapi pertumbuhan KPR tahun ini mencapai 29,5 persen di angka Rp7,95 triliun,” tambah Direktur Keuangan BRI Baiquni.

Sementara itu, terkait rencana penerbitan subdebt untuk menambah rasio kecukupan modalnya (CAR), Sofyan mengaku akan mengkajinya lagi di awal tahun depan.

“CAR kita masih bisa bertahan di 14 persen, jauh di angka minimum BI di delapan persen, dengan bank jangkar 12, kita masih punya ruang sekira dua persen lebih. Kita lihat lagi awal tahun depan apa kita perlu subdebt,” pungkas Sofyan.

http://economy.okezone.com/read/2011/10/28/457/521694/pertumbuhan-kredit-bri-di-bawah-kredit-nasional

Sumber : OKEZONE.COM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s