aset total indo @1,8 T dolar, BO:) … 201011

Metrotvnews.com, Jakarta: Credit Suisse Research Institute mengumumkan bahwa kekayaan Indonesia mengalami peningkatan selama periode Januari 2010 hingga Juni 2011 menjadi US$1,8 triliun atau setara Rp15.912 triliun.

Laporan tentang kekayaan Indonesia itu terungkap dalam keterangan tertulis Credit Suisse Research Institute mengenai laporan kekayaan global tahunan kedua yang dirilis di Jakarta, Rabu (19/10).

“Dari Januari 2010 hingga Juni 2011, jumlah kekayaan Indonesia meningkat sebesar US$420 miliar menjadi US$1,8 triliun,” kata Credit Suisse.

Dengan kondisi ini, Indonesia menjadi salah satu dari 20 negara kontributor tertinggi bagi pertumbuhan kekayaan global.

Dalam laporan itu juga disebutkan Asia Pasifik muncul sebagai kontributor utama bagi pertumbuhan kekayaan global, dengan sumbangan sebesar 36 persen dari seluruh penciptaan kekayaan global sejak 2000 dan 54 persen sejak Januari 2010.

“Jumlah kekayaan global telah meningkat sebesar 14 persen dari US$203 triliun pada Januari 2010 menjadi US$231 triliun pada Juni 2011.”

Menurut Credit Suisse, negara-negara berkembang tetap menjadi mesin penggerak utama pertumbuhan kekayaan global.

“Pertumbuhan ekonomi tercepat terjadi di Amerika Latin, Afrika dan Asia,” demikian laporan Credit Suisse.

http://www.metrotvnews.com/read/news/2011/10/19/68720/Kekayaan-Indonesia-Naik-Jadi-Rp15-Ribu-Triliun-

Sumber : METROTVNEWS.COM
Dahsyat, Indonesia makin tajir di mata Credit Suisse AG

Oleh Rika Novayanti

Rabu, 19 Oktober 2011 | 12:44 WIB

bisnis indonesia

JAKARTA: Credit Suisse AG merilis kekayaan total Indonesia meningkat sebesar 30,43% atau sekitar US$420 Milyar menjadi US$1,8 triliun sepanjang semester I/2011, pertumbuhan ini dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kekayaan global.

Penelitian yang sama juga menunjukan pertumbuhan ini memasukan Indonesia dalam 20 besar penyumbang utama bagi kekayaan global. Kekayaan global sendiri melonjak 14% dibandingkan 2010 menjadi US$231 T yang disokong oleh negara berkembang.

Osama Abassi, Chief Executive Officer Asia Pacific Credit Suisse mengatakan Laporan Kekayaan Global tersebut menegaskan dunia sedang mengalami perubahan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Suatu perubahan radikal dalam tatanan ekonomi dunia sedang berjalan. Pasar negara-negara berkembang merupakan pemicu vital bagi pemulihan global dan tetap menjadi mesin pertumbuhan utama bagi kekayaan dunia,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, hari ini.

Penelitian tersebut juga menemukan sejak 2000, 36% penciptaan kekayaan global berasal dari Asia Pasifik, bahkan penciptaan kekayaan Asia Pasifik mendominasi sebesar 54% terhitung mulai Januari 2010.

Riset tersebut mengasumsikan kekayaan global akan mencapai US$545 triliun dalam 5 tahun ke depan, atau meningkat 50%. Sementara itu, kekayaan perorangan akan tumbuh 40% mencapai US$70.700 yang dipicu oleh pertumbuhan di pasar negara berkembang.

Negara berkembang dengan pertumbuhan tercepat yang menjadi penggerak utama pertumbuhan kekayaan antara lain berada di Amerika latin, Afrika dan Asia.

Laporan tersebut menemukan bahwa pasar negara-negara berkembang memiliki cakupan yang cukup luas untuk meningkatkan kekayaan perorangan. Hal tersebut dikarenakan rasio aset keuangan bersih terhadap pendapatan dan rasio utang terhadap pendapatan lebih rendah dibandingkan dengan perekonomian negara maju. (ln)

Pertumbuhan Orang Kaya Indonesia Tertinggi di Asia
Kamis, 20 Oktober 2011 | 07:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Krisis ekonomi yang melanda Amerika Serikat dan Eropa tak banyak berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Yang terjadi justru sebaliknya. Jumlah orang kaya di Tanah Air terus bertambah setiap tahun.

Menurut Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa PT Bursa Efek Indonesia Urip Budi Prasetyo, pertumbuhan nasabah dengan kekayaan jumbo di Indonesia adalah salah satu yang tertinggi di Asia. “Tumbuh paling cepat setelah Hong Kong, mengalahkan Thailand dan Taiwan,” ujarnya, Rabu 19 Oktober 2011.

Sebelumnya, kata Urip, jumlah nasabah kaya hanya sekitar 19 ribu orang. Tapi sekarang naik menjadi 30 ribu orang. Jumlah orang kaya ini, menurut dia, akan terus meningkat.

Para nasabah kaya ini, menurut Urip, menyimpan dan menginvestasikan uangnya di berbagai bidang, mulai saham, deposito, sampai properti.

Peningkatan kekayaan tak hanya terjadi pada individual. Di lantai bursa, misalnya, saat ini ada 435 perusahaan yang mencatatkan sahamnya. Dengan jumlah perusahaan sebanyak itu, kapitalisasi pasar pada bulan ini saja mencapai Rp 3.295 triliun. Jumlah ini, kata Urip, akan terus tumbuh menjadi 27,4 persen. “Nilai transaksi harian mencapai Rp 5,2 triliun.”

General Manager Standard Chartered Bank Indonesia Djumariah Tenteram mengatakan angka nasabah kaya meningkat 30-40 persen per tahun. Nasabah premium, kata dia, cukup dominan di banknya. “Kami harus sanggup mengelola (nasabah) lokal. Kalau tidak, akan diambil dari luar.”

Saat ini potensi nasabah premium perbankan mencapai 1,1 juta orang. “Mereka adalah orang yang membelanjakan uangnya mencapai US$ 10-20 per hari,” kata Ketua Certified Wealth Managers Association (CWMA), Darmadi Sutanto.

Definisi lain potensi nasabah premium adalah mereka yang berpenghasilan US$ 50 ribu per tahun. Jumlah potensi nasabah premium ini naik dari empat tahun lalu yang hanya 600-700 ribu orang. “Dalam tiga tahun terakhir, bisnis memang mengalami perkembangan,” ujarnya.

Di PT Bank Negara Indonesia Tbk, tercatat ada 10 ribu nasabah prioritas. Total dana yang dikelola dari nasabah premium ini mencapai Rp 30 triliun. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun lalu sekitar Rp 27 triliun.

Menurut Darmadi, yang juga menjabat Direktur Consumer dan Retail BNI, jumlah nasabah premium bakal terus bertambah. Kondisi ini tentu saja menjadi peluang bagi perbankan untuk menjaring para nasabah berkantong jumbo ini.

MARTHA THERTINA | EKA UTAMI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s