bbri @crisis: PREPARED for the worst … 280911

BRI Waspadai Krisis Ekonomi Global
Rabu, 28 September 2011 | 11:56
BRI Waspadai Krisis Ekonomi Global BRI Waspadai Krisis Ekonomi Global

JAKARTA-Dirut Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sofyan Basir mengatakan pihaknya akan menyikapi dampak krisis ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat dengan berhati-hati dalam memberikan kredit valuta asing.

“Kita akan berhati-hati mengantisipasinya khususnya untuk kredit valas,” kata Sofyan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) BRI di Jakarta, Rabu (28/9).

Dikatakannya, dampak krisis ekonomi di Eropa dan AS tidak terlalu signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, karena ekonomi Indonesia masih akan tetap tumbuh stabil karena ekspor Indonesia punya pangsa yang jelas dan tidak terlalu terganggu krisis.

“Dampaknya tidak otomatis mengurangi potensi ekspor kita. Mungkin akan berkurang tetapi tidak terlalu signifikan,” katanya.

Sementara mengenai dampak krisis terhadap harga saham BRI, Sofyan mengatakan, pengaruhnya tidak hanya pada penurunan harga saham BRI tetapi juga hampir seluruh saham di Bursa Efek Indonesia.

Krisis keuangan di Eropa dan Amerika Serikat belakangan ini mempengaruhi pasar keuangan dan saham di seluruh dunia termasuk Indonesia. Nilai tukar rupiah mengalami tekanan cukup besar dan melemah ke posisi Rp8.970 per dolar AS.

Sementara indeks harga saham gabungan BEI sempat merosot ke posisi 3.200 setelah sebelumnya sempat mencapai posisi tertinggi 4.100 pada pertengah September lalu.

RUPSLB BRI kali ini memutuskan mengangkat Gatot Mardiwasisto sebagai direktur untuk menambah jajaran direksi BRI menjadi 11 orang.(ant/hrb)

JAKARTA: Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menyetujui untuk mengangkat Asisten Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Jasa Gatot Mardiwasisto sebagai Direktur.

Sofyan Basir, Direktur Utama BRI, tidak menyebutkan apa yang menjadi pertimbangan para pemegang saham mengangkat Gatot Mardiwasisto sebagai Direktur.

“Itu sudah menjadi keputusan para pemegang saham,” ujarnya dalam konferensi pers hari ini.

Berdasarkan rekam jejak Gatot, tambah Sofyan, yang bersangkutan telah berpengalaman dalam pengawasan bank. “Pak Gatot juga sudah pernah menjadi Komisaris di beberapa bank,” ujarnya.

RUPSLB tersebut dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 83,297% dari jumlah yang dikeluarkan. Adapun maksud penambahan anggota direksi BRI tersebut didasarkan pada pertimbangan semakin berkembangnya BRI, baik dari sisi bisnis maupun dari sisi infrastruktur dan SDM.

Dalam rapat yang sama juga diputuskan bahwa pemegang saham menerima dan menyetujui pengunduran diri Soedarjono sebagai Wakil Komisaris Utama BRI dan sekaligus komisaris independen.

Pengunduran diri Soedarjono tersebut tidak mengurangi independensi Dewan Komisaris karena jumlah Komisaris independen meliputi 50% dari seluruh jumlah anggota Komisaris.

http://www.bisnis.com/articles/asdep-menteri-bumn-jadi-direktur-bri

Sumber : BISNIS.COM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s