rupiaaa(9003)aah … 200911

JAKARTA: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kian melemah dan sempat menyentuh level Rp9.000 pada perdagangan pagi ini.

Pada pukul 08.35 WIB, rupiah berada di posisi Rp8.965 atau terdepresiasi 72 poin (0,81%) dari posisi kemarin Rp8.893 per dolar. Pelemahan telah terlihat ketika perdagangan rupiah dibuka pada level Rp8.974 dan rentang pergerakan pada Rp8.944-Rp9.003 per dolar AS.

Analis PT Valbury Asia Securities Alfiansyah memperkirakan pelemahan rupiah akan menjadi sentimen negatif terhadap pasar modal. Indeks harga saham gabungan diperkirakan bergerak pada kisaran 3.682-3.813 pada hari ini.

Dia menilai fluktuasi rupiah masih menjadi sentimen negatif yang mengakibatkan pemodal melakukan aksi jual.
“Saya rasa indeks cenderung melemah. Salah satu sentimen negatif dari dalam negeri adalah fluktuasi rupiah sejak pekan lalu,” ujarnya saat dihubungi Bisnis kemarin.

http://www.bisnis.com/articles/rupiah-pagi-sentuh-level-rp9-dot-000-per-dolar-as

Sumber : BISNIS.COM

Tekanan krisis ekonomi global mulai terasa imbasnya pada perekonomian dalam negeri. Salah satu indikatornya, tingkat resiko berinvestasi di Indonesia yang tercermin pada posisi Credit Default Swap (CDS) semakin menanjak.

Data per 19 September, CDS bertenor 5 tahun naik ke level 195,89. Ini merupakan rekor tertinggi CDS Indonesia pada tahun 2011. Angka tersebut juga menunjukkan, CDS Indonesia naik 4,47% dari level 187,5 di akhir pekan kemarin. Selain itu, CDS untuk tenor 10 tahun yang pada periode yang sama juga melaju ke posisi tertingginya selama 2011 di 268,15 atau naik 4,5% dari 256,57.

Imam MS, analis obligasi Trimegah Securities mengungkapkan, angka CDS yang tinggi terdongkrak sentimen dari Uni Eropa. “Standard & Poor’s telah menurunkan outlook pertumbuhan rata-rata Italia menjadi 0,7% dalam rentang waktu 2011-2014. Dimana proyeksi sebelumnya adalah sebesar 1,3%,” kata Imam, Selasa (20/9).

Selain itu juga, S&P juga telah memangkas peringkat kredit utang Italia menjadi A dari sebelumnya A+. Menurut Imam, setelah investor mengetahui pemberitaan pemangkasan utang kredit tersebut, maka beban utang Italia akan semakin berat. “Apalagi ditambah debt GDP ratio Italia adalah sebesar 119%, yang menunjukkan komposisi hutang lebih besar dari GDP (gross domestic product),” kata Imam.

CDS yang membengkak merupakan salah satu indikator yang menandakan beban biaya (cost of fund) yang dibebankan kepada investor asing saat menanamkan asetnya di Indonesia semakin besar juga. Walaupun di sisi lain, fundamental Indonesia sendiri masih dikatakan masih cukup stabil. “Namun saat ini, sentimen global telah mengalahkan sentimen fundamental dalam negeri,” jelas Imam.

Hal ini membuat investor menjadi khawatir dan mulai menarik dana yang mereka tanamkan di Indonesia, baik pada aset saham maupun obligasi.

Sebagai catatan, terjadi penurunan harga obligasi. Per 19 September, harga obligasi berada di posisi 103,79 dari 103,87 pada akhir pekan kemarin.

Imam menganalisa, kemungkinan investor akan masuk kembali pada aset di Indonesia tergantung dari perhitungan keuntungan investasi mereka. “Jika dihitung yield obligasi pemerintah masih lebih besar daripada cost of fund investasinya, maka investor cenderung akan kembali,” jelas Imam. Namun saat ini, obligasi pemerintah masih dalam tekanan jual.

http://investasi.kontan.co.id/v2/read/1316497070/77828/Wah-CDS-Indonesia-menanjak-tergiring-sentimen-Eropa

Sumber : KONTAN.CO.ID

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s