rupiaaa(8799-8900)aah … 140911

BI : Negara Lain Juga Depresiasi
Idris Rusadi Putra – Okezone
Rabu, 14 September 2011 16:22 wib

JAKARTA – Terus melemahnya nilai tukar (depresiasi) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini, tidak perlu disingkapi dengan terlalu berlebihan. Karena, depresiasi bukan hanya pada rupiah.

Deputi Gubernur BI Hartadi mengatakan, depresiasi rupiah yang terjadi di Indonesia, masih sama dengan rata-rata depresiasi negara lain yang terkena dampak krisis di Eropa. Dia menambahkan, rata-rata pelemahan mencapai 3,3 persen kalau ditambah hari ini.

“Itu berarti kita sama dengan negara lain. Kita tahan nafas dulu, tidak usah khawatir berlebihan,” ungkap Hartadi ketika ditemui di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (14/9/2011)

Hartadi meyakini, pelemahan rupiah akan segera berakhir dengan membaiknya kondisi Eropa, sejalan dengan terselesaikannya masalah krisis utang di Eropa. “Negara-negara di dunia pasti tidak membiarkan Eropa itu jatuh, jadi pasti ada penyelematan dan solusi-solusi, ini hanya temporary,” Tambahnya

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini BI selaku regulator instrumen moneter, akan terus mengantisipasi pelemahan rupiah dengan instrument instrumen moneter. Dia juga mengatakan, masih ada instrumen moneter yang belum digunakan untuk antisipasi pelemahan rupiah ini.

“Masih ada instrumen lain yang belum digunakan itu membeli Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dengan Valas, kalau betul-betul membesar kita akan gunakan itu,” pungkasnya. (mrt)
(rhs)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif, hanya dalam beberapa jam sempat jatuh ke posisi Rp 8.900 per dolar AS. Pergerakan rupiah dimainkan oleh spekulan.

“Ada spekulan saja, cari untung sesaat,” kata Kepala Riset Recapital Securities Pardomuan Sihombing kepada detikFinance, Rabu (14/9/2011).

Menurutnya, gejolak yang terjadi di pasar uang ini hanya jangka pendek. Investor latah karena banyak yang melepas rupiah.

“Ada shock jangka pendek di market saja, gejolak short term,” ungkapnya.

Rupiah yang pagi tadi dibuka Rp 8.660 per dolar AS sempat jatuh hingga posisi terendahnya hari ini di Rp 8.938 per dolar AS pada sekitar pukul 10.00 WIB. Sementara hingga perdagangan pukul 11.26 WIB rupiah berada di posisi Rp 8.789 per dolar AS.

Secara terpisah, Juru Bicara Bank Indonesia (BI) Difi Ahmad Johansyah mengatakan, gejolak rupiah ditimbulkan karena pengaruh eksternal. Ia mengatakan BI akan waspada terhadap perkembangan pasar hari ini.

“Kita (BI) tetap menjaga kestabilan makro ekonomi yang selama ini terus terjaga,” ujarnya.

Sumber: detikcom
JAKARTA: Nilai tukar rupiah pagi ini terkoreksi paling dalam dalam sepekan terakhir sebesar 136 poin di tengah indeks harga saham gabungan yang hari ini justru dibuka naik tipis 0,01%.

Rupiah berdasarkan data Bloomberg pukul 10:17 pagi ini diperdagangkan pada level Rp8.799 per dolar AS atau turun 1,57%.

Nilai tukar rupiah tercatat terus terdepresiasi sejak pekan lalu. Pada Jumat 9 September, rupiah terkoreksi 14 poin atau 0,1% menjadi Rp8.578 per dolar AS.

Pada Senin rupiah turun 35 poin atau 0,41% menjadi Rp8.613 per dolar AS, kemudian kemarin rupiah juga longsor 50 poin menjadi Rp8.663 per dolar AS.

IHSG dibuka naik tipis 3.875,05 atau 0,21 poin dari posisi penutupan kemarin.

http://www.bisnis.com/articles/waduh-rupiah-sentuh-rp8-dot-799-per-dolar-as

Sumber : BISNIS.COM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s