gdp indo Q2 2011: +6.5% … 140811

RI industries grow faster than economy: official

Sun, August 7 2011 02:27 | 468 Views

Jakarta (ANTARA News) – The national industry grew 6.61 percent in the second quarter of 2011, surpassing the national economic growth rate which was recorded at 6.49 percent, a senior official said.

“This is for the first time since the 1980s-1990s that industrial growth exceeds economic growth,” Director General of Industrial Area Development of the Ministry of Industry, Dedi Mulyadi said here over the weekend.

He said that six industrial groups experienced positive growth in the second quarter. It was also for the first time all industrial groups experienced positive growth.

Over the past several years, a number of industrial groups such as timber-based industry and other forest products, textiles, leather and footwear experienced positive growth in the second quarter of 2011.

The biggest growth was experienced by basic metal industrial group such as iron and steel which recorded 15.48 percent, It was followed by the good, beverage and tobacco group which grew by 9.34 percent.

Textile industry, leather and foot ware industry also experienced a growth of 8.03 percent, followed by the group of fertilizer, chemical, rubber-base good which increased 6.62 percent. (*)

Editor: B Kunto Wibisono
BPS: Kuartal Kedua, Ekonomi Tumbuh 6,5 Persen
Jum’at, 05 Agustus 2011 | 12:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) meliris angka pertumbuhan ekonomi 6,5 persen sepanjang triwulan kedua lalu. Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi tumbuh 2,9 persen.

Kepala BPS Rusman Heriawan menjelaskan jika melihat secara lengkap sebenarnya ada kenaikan pertumbuhan ekonomi jika dibandingkan dengan triwulan II tahun lalu. Pada triwulan II lalu angka pertumbuhan ekonomi sebesar 6,47 persen, sementara pada triwulan II 2011 6,49 persen. “Jadi kalau dibulatkan sama saja, yaitu 6,5 persen,” ujarnya di Kantor BPS Jakarta, Jumat, 5 Agustus 2011.

Lebih lanjut, Rusman Heriawan mengatakan jumlah Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan kedua ini mencapai Rp 1.811,1 triliun. “Jumlah ini naik jika dibandingkan pada triwulan I 2011 sebesar Rp1.738 triliun,” ujar Rusman.

Pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen didukung oleh peningkatan pengeluaran konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah sebesar 4,6 dan 4,5 persen. Sedangkan untuk pembentukan modal tetap bruto naik sebesar 9,2 persen, ekspor barang dan jasa bertambah 17,4 persen, serta impor barang dan jasa 16 persen.

Rusman menambahkan kenaikan pertumbuhan PDB sebesar 2,9 persen ditopang oleh peningkatan pengeluaran konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah masing-masing sebesar 1,3 dan 26 persen. Selain itu juga terdapat kenaikan di pembentukan modal tetap bruto sebesar 3,9 persen, ekspor barang dan jasa 7,4 persen, serta impor barang dan jasa 6 persen.

Sementara itu ada tiga sektor yang mengalami kenaikan pada triwulan II ini. Pertama adalah sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang naik sebesar 4,8 persen. Lalu sektor konstruksi meningkat sebesar 4,2 persen dan terakhir sektor listrik, gas, dan air sebesar 4 persen.

Bila melihat tren PDB yang meningkat tiap semesternya, Rusman memperkirakan pada akhir 2011 PDB Indonesia bisa mencapai angka kisaran Rp 7.400 triliun. Tercatat pada 2010 total PDB Indonesia sebesar Rp 6.423 triliun. Rusman optimistis akan ada kenaikan dari sisi jumlah PDB pada akhir tahun nanti.

Menurut dia, kondisi ekonomi yang baik akan mendorong kenaikan PDB Indonesia tersebut. Sementara untuk akhir 2011 Rusman memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia ada di kisaran angka 7 persen. “Dengan catatan industri dalam negeri makin baik,” tuturnya.

ADITYA BUDIMAN

Indeks Tendensi Bisnis Naik Jadi 105,75
Martin Bagya Kertiyasa – Okezone
Jum’at, 5 Agustus 2011 16:32 wib

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan kondisi bisnis dan perekonomian pada triwulan II-2011 berdasarkan indeks tendensinya mengalami kenaikan di seluruh sektor. Pada triwulan II-2011 secara umum Indeks Tendensi Bisnis (ITB) meningkat menjadi 105,75 dari triwulan pertama sebesar 102,16.

“Secara umum ITB sejalan dengan yang di dalam PDB,” ujar Deputi Neraca dan Analisis BPS, Slamet Sutomo, di kantor BPS, Pasar Baru, Jakarta, Jumat (5/8/2011).

Di tengah kenaikan angka-angka ITB di semua sektor, lanjutnya, hanya sektor keuangan mengalami pertumbuhan yang melambat. Pasalnya, penyaluran kredit pada sektor perbankan terhambat karena kasus menyangkut kartu kredit beberapa waktu lalu.

“Pertumbuhan bank pada triwulan pertama sebesar 7,33 persen ke 6,89 persen pada triwulan II menurun karena kasus Citibank,” terangnya.

Perubahan kenaikan angka dalam perkiraan ITB di triwulan kedua, tambahnya, terlihat signifikan pada sektor pengangkutan dan komunikasi. “Pada triwulan kedua ini sektor tersebut diperkirakan memiliki nilai indeks sebesar 112,96. Karena saat ini bertepatan dengan lebaran,” imbuhnya.

Menjelang Lebaran, sektor makanan juga mengalami kenaikan signifikan dibandingkan triwulan pertama. Pada triwulan pertama sektor makanan mencatat angka sebesar 4,04 persen menjadi 9,34 persen di triwulan kedua. Peningkatan kondisi bisnis pada Triwulan kedua disebabkan oleh peningkatan pendapatan usaha, penggunaan kapasitas produksi, dan rata-rata jam kerja.

Berdasarkan data BPS, sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan mengalami peningkatan pendapatan usaha tertinggi dengan nilai sebesar 110,91. Peningkatan kapasitas produksi tertinggi terjadi pada sektor listrik, gas dan air bersih dengan nilai indeks sebesar 107,32. Sedangkan peningkatan rata-rata jam kerja paling tinggi terjadi pada sektor konstruksi dengan nilai indeks sebesar 108,03.
(wdi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s