cadaaa($119M)aangan devi$4 … 200711

Selasa, 19/07/2011 17:41 WIB
Cadangan Devisa RI ‘Juara’ ke-4 di ASEAN
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Cadangan devisa Indonesia jika dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya ternyata cukup rendah. Cadangan devisa Indonesia masih kalah jika dibandingkan Malaysia, Singapura dan Thailand. Indonesia hanya menang atas Filipina.

“Dari catatan Bank Indonesia posisi Cadangan devisa pada akhir semester dua tahun 2011 ini, Indonesia berada pada urutan ke empat,” ujar Juru Bicara BI, Difi Johansyah dalam diskusi mengenai kondisi moneter di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (19/7/2011).

Difi mengungkapkan, Singapura mempunyai cadangan devisa yang cukup tinggi diantara negara tetangganya. Adapun besaran cadangan devisa Singapura mencapai US$ 242 miliar.

“Tingginya cadangan devisa di Singapura karena negara tersebut mengandalkan pasar keuangan selain itu peringkat negara tersebut ada pada level AAA,” kata Difi.

BI optimistis cadangan devisa RI bisa terus bertambah seiring dengan membaiknya perekonomian Indonesia. Pada krisis tahun 2008, sambungnya cadangan devisa Indonesia menyentuh US$ 50 miliar, kemudian berjalan 2,5 tahun cadev naik menjadi US$ 116 miliar dan pada pertengahan Juli ini telah mencapai US$ 120 miliar.

Berikut porsi cadangan devisa di beberapa negara kawasan ASEAN:

Singapura : US$ 242 miliar
Thailand : US$ 176 miliar
Malaysia : US$ 128 miliar
Indonesia : US$ 119 miliar
Filipina : US$ 69 miliar.

(dru/qom)

Realisasi investasi dalam dan luar negeri sepanjang semester I-2011 tercatat Rp 115,6 triliun naik 13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 92,9 trilian. Angka investasi terdiri dari investasi luar negeri (PMA) Rp 82,6 triliun dan dalam negeri (PMDN) Rp 33 triliun.

“Secara keseluruhan angka investasi, Rp 115,6 triliun. Ada peningkatan sekitar 13-14%,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wirjawan di kantornya, Kamis (21/7/2011).

Ia menjelaskan, realisasi PMDN meningkat 50,7% dibandingkan periode yang sama sebelumnya Rp 21,9 triliun. Untuk realisasi PMA naik 16,2% dari 2010, Rp 71 triliun.

“Realisasi PMDN masih favorit adalah Jawa Barat Rp 5,1 triliun, Jakarta Rp 5 triliun,” ungkapnya. Ini disusul kemudian dengan Jawa Timur Rp 4,6 triliun, Kalimantan Tengah Rp 2,3 triliun, dan Sulawesi Selatan Rp 2,1 triliun.

Investasi dalam negeri juga masih tersebar pada lima industri utama. Diantaranya industri makanan Rp 4,6 triliun, Tanaman Pangan dan Perkebunan Rp 4,3 triliun, Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi Rp 4,3 triliun.

“Untuk realisasi PMA adalah pertambangan US$ 2,5 miliar, Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi US$ 1 miliar, Industri Kimia Dasar US$ 0,9 miliar, Industri Logam Dasae, Barang, Logam dan Elektronik US$ 0,8 miliar fan Tanaman Pangan dan Perkebunan US$ 0,7 miliar,” tuturnya.

Penanaman modal asal luar negeri ini masuk terbesar pada wilayah Jawa Barat US$ 2 miliar, DKI Jakarta US$ 1,5 miliar, Papua US$ 0,8 miliar, Banten US$ 0,8 miliar, dan Sumatera Selatan US$ 0,5 miliar.

Sementara asal negara investasi adalah Singapura US$ 1,9 miliar, Amerika Serikat US$ 0,9 miliar, Jepang US$ 0,7 miliar, Belanda US$ 0,7 miliar dan Korea Selatan US$ 0,3 miliar.

Sumber: detikcom

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s