inflasi v. BI rate … 100711

Harap-harap Cemas Nantikan BI Rate

Oleh: Ahmad Munjin
Ekonomi – Sabtu, 9 Juli 2011 | 11:04 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Bank Indonesia (BI) tampaknya akan mempertahankan kebijakan BI rate pada pekan depan. Tapi, pasar masih khawatir. Pasalnya, perubahan pada BBM bersubsidi, akan memicu naiknya suku bunga acuan selanjutnya.

Ekonom Standard Chartered Bank Eric Alexander Sugandi memperkirakan, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) akan ditahan di level 6,75% pada Juli 2011. Tapi, jika pemerintah menaikan harga atau melakukan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, maka ada peluang BI rate dinaikkan 25 basis poin pada Agustus ke level 7% dan 25 basis poin pada September 2011 ke level 7,25% hingga akhir tahun.

Apalagi, imbuhnya, harga minyak tetap tinggi pada kisaran US$100 per barel. Sebab, kenaikan atau pembatasan BBM, bisa memicu inflasi naik ke level 7% full year 2011 dari 5,5% (year on year) saat ini. “Hingga akhir 2011, harga minyak berpeluang bertenger di level US$100 par barel di Nymex seiring ekonomi global yang menunjukkan arah pemulihan,” ucapnya.

Tapi, tidak bisa menguat lebih jauh lagi, karena krisis di Timur Tengah juga tidak berkepanjangan mendongkrak harga minyak. “Sebab, krisis politik tidak terjadi pada negara utama penghasil minyak seperti Saudi Arabia, Iran dan Rusia. Libya bukan penghasil utama pasokan minyak dunia,” tandas Eric.

Sedangkan IndonesianCrude Price (ICP), diperkirakan Eric, berada di level US$110-US$115 per barel hingga akhir tahun. Tapi, karena DPR menaikkan asumsi harga ICP dan subsidnya juga dinaikkan, BBM bersubsidi tak perlu naik tahun ini. Karena itu, inflasi akan berada di level 6% pada 2011. “Karena itu BI rate tak perlu dinaikan ke level 7,25% dan tetap di level 6,75% hingga akhir tahun,” ujarnya.

Asumsi itu, ditegaskan Eric, jika pemerintah tidak menaikkan atau membatasi BBM bersubsidi tahun ini. Sebab, kebijakan itu yang menjadi kunci inflasi dan kenaikan BI rate.

Di sisi lain, lanjutnya, dilihat dari tren global, memang suku bunga cenderung naik. Di antaranya The People’s Bank of China (PBoC) sudah menaikan suku bunga acuannya 25 basis poin ke level 6,56%. Begitu juga dengan European Cenral Bank (ECB) sebesar 25 basis poin ke level 1,50%. “Tapi, BI punya cara lain mengendalikan inflasi selain suku bunga. Soal suku bunga, BI tak perlu latah,” paparnya.

Sebab, menurut Eric, kenaikan suku bunga, juga berefek politis karena dianggap bisa mempelambat pertumbuhan kredit. BI bakal dipertanyakan soal dukungannya pada pertumbuhan ekonomi atau tidak.

Cara lain meredam inflasi adalah membiarkan penguatan nilai tukar rupiah yang bisa membantu dari sisi imported inflation. Di sisi lain, Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah yang dinaikkan dari 5% ke 8% juga turut meredam inflasi. Sebab, kebijakan ini, bisa menekan jumlah uang yang beredar.

Apalagi, BI juga bisa menaikkan suku bunga term deposit yakni bunga untuk deposito perbankan yang disimpan di Bank Indonesia. Kenaikan bunga term deposit, bisa menahan inflasi dari sisi ekses likuiditas. “Karena itu, BI tidak mesti menaikkan suku bunga untuk meredam infalsi,” timpalnya.

Asal tahu saja, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juni 2011, terjadi inflasi sebesar 0,55% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 126,5. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Juni) 2011 sebesar 1,06% dan laju inflasi year on year (Juni 2011 terhadap Juni 2010) sebesar 5,54%.

Di sisi lain, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Kamis, 9 Juni 2011 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 6,75%. Dewan Gubernur memandang kondisi perekonomian terus meningkat yang disertai dengan berlanjutnya aliran masuk modal asing dan tren penguatan nilai tukar Rupiah meskipun pada tingkat yang lebih rendah. Tekanan inflasi pun cenderung menurun, khususnya dengan berlanjutnya koreksi harga pangan.[ast]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s