UTAAA(omdo)AANk … 050711

Pemerintah Minimalkan Jumlah Utang LN
Senin, 4 Juli 2011 | 15:38
investor daily

JAKARTA – Pemerintah terus mengupayakan penurunan jumlah utang luar negeri untuk mengurangi risiko yang kemungkinan muncul.

“Ini dalam konteks grant, bukan pinjaman. Kita akan terus meminimalkan pinjaman luar negeri,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida S Alisjahbana usai pertemuan dengan Menteri Urusan Eropa dan Kerja Sama Internasional Belanda, Ben Knapen di Jakarta, Senin.

Menurut Armida, sejak tahun 2010, Indonesia menyesuaikan fokus prioritas pembiayaan (dari utang) pada kegiatan-kegiatan yang sedang berjalan serta kegiatan-kegiatan baru yang sudah dalam tahap akhir persiapan.

Ia menyebutkan, komitmen bantuan Belanda kepada Indonesia saat ini juga tidak sebesar periode-periode sebelumnya. “Ini sesuai dengan keinginan dan rencana Indonesia untuk terus mengurangi/menurunkan secara nyata pinjaman dari luar negeri,” kata Armida.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mengingatkan, Indonesia harus memberi perhatian terhadap total utang luar negeri baik pemerintah dan swasta yang terus meningkat hingga kwartal I tahun2011.

“Meski ekonomi kita stabil dan fundamental ekonomi bagus, tetapi utang luar negeri harus terus dicermati dengan mengingatkan pelaku bisnis untuk mengelola utang luar negerinya secara berhati-hati,” kata Kepala Biro Humas BI, Difi A Johansyah.

Dikatakannya, meski perilaku swasta dalam mengelola utang luar negeri sudah membaik dibanding masa krisis keuangan 1997/1998, namun upaya mengurangi risiko utang luar negeri harus terus dilakukan.

Jumlah utang luar negeri Indonesia sampai kwartal I tahun 2011 mencapai 214,5 miliar dolar AS, meningkat 10 miliar dolar AS dibanding posisi akhir 2010.

Jumlah tersebut terdiri dari utang pemerintah sebesar 128,6 miliar dolar AS dan utang swasta 85,9 miliar dolar AS.

Utang pemerintah itu juga meningkat dibanding posisi akhir Desember 2010 sebesar 118,6 miliar dolar AS dan utang swasta 83,8 miliar dolar AS.

Untuk utang luar negeri swasta sampai April 2011 terdiri dari swasta non bank 72,5 miliar dolar AS dan utang bank 13,4 miliar dolar AS.

Rasio utang dibanding PDB saat ini sebesar 28,2 persen lebih baik dibanding 1997/1998 yang mencapai 151,2 persen. Sementara rasio utang jangka pendek dibanding cadangan devisa saat ini 42,6 persen lebih baik dibanding 1997/1998 sebesar 142,7 persen.

Menurut Difi, salah satu upaya untuk mencegah utang luar negeri menjadi pemicu krisis adalah dengan menerapkan monitor yang ketat terhadap utang luar negeri swasta, yang telah dilakukan BI sejak Oktober 2000. (tk/ant)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s