inflaaa(+0,55%)aasi … 010711

Bank Indonesia menyatakan kenaikan inflasi saat ini di level 5,54 persen (year on year) sudah diperkirakan sebelumnya. BI meyakini, meski terus naik, inflasi hingga akhir tahun akan turun menjadi 5 persen.

Menurut Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, dugaan tersebut muncul bila melihat dampaknya. Tingkat inflasi year to date Indonesia yang masih di kisaran 1 koma menunjukkan kenaikan harga barang selama enam bulan terakhir baru mencapai 1 persen.

“Jadi, year on year penting. Tapi, kalau sudah setengah tahun atau lebih, year to date perlu diperhatikan. Year to date hingga Mei seingat saya 0,52 persen ditambah 0,55 persen berarti sekitar 1 koma. Bayangkan kalau 6 bulan cuma 1 persen,” ujar Darmin saat ditemui wartawan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat 1 Juli 2011.

Perhitungan inflasi, ujar Darmin, seharusnya melihat juga inflasi pada tahun lalu. Dari catatan BI, walau inflasi bulan per bulan dari bulan Juni hingga Desember 2010 terbilang tinggi, namun kecenderungan secara yoy menurun.

“Oleh karena itu, walau inflasinya sudah 0,5 persen lebih, dalam satu bulan tetap saja yoy-nya turun, karena tahun lalu month to month-nya tinggi. Jadi, kita melihat kecenderungan itu, arah inflasi hingga akhir tahun bukan meningkat, tetapi sedikit menurun dari sekarang 5,54 persen,” paparnya.

Dia menjelaskan, BI memprediksi inflasi inti yang naik saat ini, pada akhir tahun akan melambat dan berhenti. Namun, dia tidak dapat memperkirakan kapan saat itu akan terjadi.

“Inflasi inti 4,63 persen, naik 0,01 persen. Inflasi inti kenaikannya makin lama makin lambat, menjelang akhir tahun akan berhenti. Saya tidak bisa memprediksi kapan,” ujarnya.

Beberapa hal yang mempengaruhi inflasi inti, di antaranya adalah pengaruh barang-barang impor serta volatile food. “Pengaruh dari harga barang-barang impor yang kemudian diperlambat kenaikannya karena rupiah menguat. Hal kedua yang mempengaruhi ialah proses putaran kedua dari naiknya volatile food. Yang harus diperhatikan ialah harga internasional dan kurs,” ungkapnya.

http://bisnis.vivanews.com/news/read/230326-bi—kami-sudah-ramal-inflasi-juni-

Sumber : VIVANEWS.COM
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Juni 2011 terjadi inflasi 0,55%. Inflasi melonjak tajam karena adanya kenaikan harga bahan pokok di minggu kempat Juni.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR. Soetomo, Jakarta, Jumat (1/7/2011).

“Minggu ketiga Juni inflasi hanya 0,1-0,2%. Tapi minggu keempat ada kenaikan signifikan karena harga bahan pokok,” kata Rusman

Inflasi kumulatif Januari-Juni (semester I) 2011 adalah 1,06%, sementara inflasi yoy di Juni mencapai 5,54% dari 5,98% di Mei karena pada Juni angka inflasi Juni 2010 adalah 0,97%.

Dari 66 kota, sebanyak 65 mengalami inflasi dan 1 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon 3,76%, Sorong sebesar 2,35%. Inflasi terendah terjadi di Padang Sidempuan 0,04%. Sementara deflasi terjadi di Tanjung Pinang deflasi 0,57%.

“Bahan makanan masih mengalami penurunan secara keseluruhan sampai satu semester. Tapi pada Juni ini bahan makanan mengalami kenaikan tinggi sehingga mendorong inflasi,” tukasnya.

Penyumbang inflasi tertinggi di Juni adalah beras. “Saya sudah berulang-ulang mengkhawatirkan ini,” kata Rusman.

Dia menuturkan, sepanjang Juni beras menyumbang inflasi 0,07%, lalu ayam ras inflasi 0,07%, telur ayam inflasi 0,05%, ikan inflasi 0,4%, rokok inflasi 0,03%, dan emas perhiasan menyumbang inflasi 0,03%.

“Lalu yang menyumbang deflasi adalah cabai merah sebesar 0,03%, cabai rawit sebesar 0,02%, gula sebesar 0,02%,” tukas Rusman.

Sumber: detikcom

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s