blue collar crime, bbri watches out … 180511

Kamis, 19/05/2011 06:43 WIB
Matikan Power Mesin, Agus dan Adit Bobol ATM
Febrina Ayu Scottiati – detikNews

Jakarta – Polda Metro Jaya meringkus dua orang anggota spesialis pembobol mesin ATM. Dari keterangan keduanya, polisi berhasil mengetahui modus pembobolan ATM yang mencapai Rp 206 juta itu.

Dua orang yang ditangkap tersebut yakni Agus Santoso dan Aditya Bhawono. Mereka adalah mantan karyawan vendor pihak ketiga yang bekerja mengisi uang di ATM.

Kelompok ini biasanya mengambil uang di ATM seperti biasa, namun saat uang keluar mereka merusak bagian chasing mesin itu agar tombol switch power tersentuh. Akibatnya saldo para pelaku menjadi utuh.

“Mereka matikan power mesin ATM, jadinya saldo mereka tidak berkurang sama sekali meskipun sudah ditarik uangnya,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Herri Rudolf Nahak saat dihubungi detikcom, Kamis (19/5/2011).

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan pihak Bank BCA yang mencurigai adanya transaksi mencurigakan pada mesin ATM di kawasan Cilandak Town Square, Jakarta Selatan.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap Agus di Perumahan Asabri, Magetan, Jawa Timur, Pada Minggu (15/5) lalu. Dari pengembangannya Agus, polisi kemudian menangkap Adit di Cijantung, Jakarta Timur.

Hasil pemeriksaan terhadap keduanya diketahui mereka telah membobol lima mesin ATM di Jakarta, dan dua di Solo, Jawa Tengah. Dengan modus seperti itu kedua pernah membobol mesin ATM hingga Rp 10 juta dalam sehari.

“Sebenarnya ini bukan modus baru, tetapi belum banyak pelaku yang melakukan cara itu,” imbuhnya.

(her/her)
BCA: Ganti Mesin ATM Tak Jamin Pembobolan
Headline
Oleh: Charles MS
Ekonomi – Rabu, 18 Mei 2011 | 15:20 WIB

INILAH.COM, jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menegaskan tidak akan mengganti mesin ATM-nya pascapembobolan yang dilakukan di beberapa tempat beberapa waktu lalu.

Hal ini disampaikan Dirut BCA Jahja Setiaatmadja kepada INILAH.COM melalui pesan singkatnya, Rabu (18/5). “Kalo diubah apakah tidak bisa ditiru lagi? Kan masalah waktu, sedangkan perubahan akan menyebabkan biaya yang besar, bisa lebih besar dari kerugian itu sendiri,” tukasnya saat ditanya apakah BCA perlu mengganti mesin ATM atau sistem mesinnya.

Di sisi lain, dia menyampaikan pada prinsipnya kalau ada kerugian nasabah yang bukan karena kesalahan nasabah, maka BCA akan ganti. “Tapi kalo nasabah yang lalai, misalnya PIN-nya diberikan ke teman, saudara, kenalan, atau karena tidak hati-hati waktu memasukkan PIN sehingga bisa diintip orang lain maka itu jadi tanggungan nasabah,” ujarnya. Dia mengakui pembobolan dana di ATM Pondok Kopi besarnya mencapai Rp460 juta.

Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya menangkap dua pelaku pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan modus baru. Pelaku melakukan pembobolan total sekitar Rp206 juta.

Kepala Satuan Reserse Mobil Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Kompol Herry Heryawan mengatakan, polisi telah menangkap dua tersangka berinisial AS (27) dan AB (26). Polisi menangkap pelaku pada Minggu (15/5). “Kasusnya dalam pengembangan,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (17/5).

Menurut Herry, para tersangka membobol ATM dengan modus baru. ATM yang dibobol, yaitu ATM Bank BCA. Modusnya, pelaku mengambil uang di ATM dengan cara penarikan biasa. Namun ketika uang keluar, pelaku langsung mematikan mesin ATM dengan menekan tombol power ATM yang berada di atas mesin tersebut. Sebelumnya, pelaku terlebih dahulu merusak rangka dari mesin ATM itu.

Dengan mematikan ATM, kata Herry, saldo rekening pelaku tidak berkurang karena mesin tidak sempat memproses data penarikannya. Tindakan itu dilakukan berulang-ulang. “Pelaku bisa mengambil sekitar Rp10 juta dalam setiap penarikan. Total yang diambil Rp 206 juta.”

Herry menambahkan, pelaku melakukan pembobolan ATM sejak 10 Desember 2010. Pembobolan dilakukan di tujuh ATM di lokasi berbeda. Lima ATM BCA yang dibobol berada di Mangga Dua Mall, Carrefour Pabelan, Stasiun Gambir, Villa Mas Melati dan di Stasiun Banyumanik, dan dua sisanya di Solo.

Kedua tersangka, AB dan AS, merupakan mantan karyawan PT Armorindo. PT ini bergerak dalam jasa pengiriman dan pengisian uang ATM. “Oleh sebab itu, pelaku sudah mengetahui cara mengakali mesin ATM tersebut. Triknya sudah tahu,” kata Herry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s