bnii BUTUH utangan … baru: 160511

BII Naikkan Tawaran Obligasi Subordinasi Menjadi Rp 1,5 Triliun
Jum’at, 13 Mei 2011 , 23:20:00 WIB
Laporan: Feril Nawali

RMOL. PT Bank Internasional Indonesia Tbk menaikkan penawaran penerbitan obligasi subordinasi I 2011 menjadi Rp1,5 triliun dari semula Rp600 miliar, dimana jumlah pokok Rp 1,2 triliun dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment) dan sisa pokok yang ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp 300 miliar dijamin secara
kesanggupan terbaik (best effort). Masa penawaran Obligasi Subordinasi ini
dilakukan sejak 10 Mei dan berakhir 13 Mei 2011.

”Bagi kami, peningkatan modal ini akan berdampak positif bagi ekspansi bisnis kami ke depan sejalan dengan aspirasi menjadi penyedia jasa keuangan terbaik di segmen yang kami layani,” kata Presiden Direktur BII, Ridha WirakusumahusaiRapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (13/5) dalam rilis yang diterima Rakyat Merdeka Online.

RUPST itu sendiri diantaranya menyetujui Laporan Direksi terkait kinerja Perseroan untuk tahun buku berakhir pada 31 Desember 2010 dan pengesahan Neraca dan Perhitungan Laba/Rugi Perseroan untuk tahun buku 31 Desember 2010.

BII membukukan laba bersih Rp 461 miliar pada akhir tahun 2010, setelah sebelumnya menderita rugi bersih Rp 41 miliar pada periode sebelumnya yang berakhir 31 Desember 2009. ’’Keberhasilan ini terutama didukung pertumbuhan seluruh bisnis inti dan perbaikan yang berkelanjutan pada business operations,’’kata Ridha.

Portofolio kredit BII per 31 Desember 2010 tumbuh 35 persen dibandingkan akhir tahun 2009, melampaui pertumbuhan industri sebesar 20 persen. Pertumbuhan kredit membawa total aset BII pada level Rp 75,2 triliun meningkat sebesar 23 persen dibandingkan 31 Desember 2009. Total portofolio kredit BII mencapai Rp 53,6 triliun pada 31 Desember 2010 dibandingkan Rp 39,6 triliun pada periode tahun sebelumnya.

RUPST BII juga menyetujui penetapan penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2010. Sebesar Rp46.098.908.794 digunakan sebagai “Dana Cadangan” memenuhi ketentuan pasal 70 Undang-undang Perseroan Terbatas dan Pasal 25 Anggaran Dasar Perseroan.Sisanya sebesar Rp 414.890.179.148 ditetapkan sebagai laba yang ditahan.

RUPST memutuskan, BII tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2010 untuk lebih memperkuat permodalan dan mendukung ekspansi bisnis.[arp]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s