bnii BERFUNGSI INTERMEDIASI, banget … 020511

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) mencatat pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 41% pada kuartal pertama 2011 dibandingkan kuartal pertama tahun 2010, jauh melampaui pertumbuhan industri sebesar 24%.

NERACA

Total portofolio kredit Bank per 31 Maret 2011 naik menjadi Rp56,7 triliun dari Rp4O,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kredit Korporasi memberikan kontribusi pertumbuhan tertinggi yaknf sebesar 48%, diikuti oleh Kredit Konsumer dan Kredit UKM Komersial yang masing-masing tumbuh sebesar 39% dan 38% dibandingkan kuartal pertama tahun sebelumnya. Kredit Korporasi memberikan kontribusi sebesar 23% terhadap total kredit, sedangkan Kredit UKM Komersial dan Kredit Konsumer memberikan kontribusi masing-masing 36% dan 41%.

Presiden Direktur dan CEO BII Ridha Wirakusu-mah mengatakan, BU dapat meraih kembali momen-tum pertumbuhan. Investasi kami pada ekspansi jaringan, infrastruktur Teknologi Informasi (TI) dan juga human capital telah membangun landasan yang kokoh bagi BII untuk fokus pada pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Selain itu, proses penerbitan obligasi subordinasi sebesar RpGOO miliar akan meningkatkan kemampuan pendanaan dan memberikan tambahan modal untuk ekspansi operasional yang lebih besar.

Total simpanan nasabah naik sebesar 29% menjadi Rp60,2 triliun per 31 Maret 2011 meningkat dari Rp46,6 triliun pada 31 Maret 2010. Giro tumbuh sebesar 35% menjadi RplO,6 triliun per 31 Maret 2011 dari Rp7,9 triliun pada 31 Maret 2010, sedangkan Tabungan naik sebesar 21% menjadi Rpl4 triliun dari

Rp 11,6 triliun dan Deposito naik sebesar 31% menjadi Rp35,5 triliun dari Rp27,2 triliun. Ridha mengatakan bahwa BII akan melanjutkan upaya untuk memperbaiki komposisi pendanaan dengan menawarkan progam loyalitas yang inovatif dan program pemasaran untuk produk tabungan. Loan to deposit ratio (LDR) sebesar 93,75% dibandingkan dengan 85,36% tahun sebelumnya.

Chairman Maybank dan Presiden Komisaris BII, Tan Sri Megat Zaharuddin Megat Mohd Nor mengatakan bahwa Bank telah berada pada jalur pertumbuhan y.ing benar dengan rencana ekspansinya yang agresif yang berjalan dengan baik.

“Kami senang dengan pertumbuhan bisnis yang terus menguat pada kuartal pertama, hal ini menunjukkan fundamental yang kuat yang akan memberikan hasil dalam upaya kita meningkatkan pangsa pasar. Kekuatan dan kemampuan perbankan syariah kami akan terus dipadukan dalam bisnis dan kami optimis akan potensi kinerja yang lebih baikpada kuartal mendatang,” kata Tan Sri.

Meskipun terjadi peningkatan NPL pada portofolio WOM, kredit bermasalah gross BII (NPL-gross) berada pada level 2,57% per Maret 2011 dari 2,79% pada Maret 2010 dan NPL net membaik menjadi 1,40% dari 1,92%. Peningkatan NPL pada portofolio WOM terkait pemberian pembiayaan untuk sepeda motor bekas yang saat ini telah kami batasi dengan melakukan peningkatan kualitas kredit portofolio.

Untuk memastikan kualitas aset yang baik, BII terus memperkuat sistem manajemen risiko dan j)ro-ses kredit serta menerapkan program restrukturisasi kredit yang dilakukan lebih cepat dengan tetap melakukan pemantauan yang ketat terhadap debitur yang ada. Bank mencatat laba bersih sebesar Rp 150 miliar pada kuartal pertama 2011 dibandingkan Rp208 miliar pada kuartal pertama 2010. Secara kuartalan, laba bersih Bank meningkat sebesar 227% dibandingkan Rp46 miliar pada kuartal keempat 2010.

Sumber : HARIAN EKONOMI NERACA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s