bnii C’TAK LABA, d0nK … 300411

Pendapatan Bunga Dorong Laba BII Naik Jadi Rp150 M

Oleh: Wahid Ma’ruf
Pasar Modal – Jumat, 29 April 2011 | 19:44 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) mencatat laba bersih sebesar Rp150 miliar pada kuartal pertama 2011 dibandingkan Rp208 miliar pada periode yang sama tahun 2010.

Demikian dikutip dari keterangan resmi perseroan, Jumat (29/4). Secara kuartalan, laba bersih Bank meningkat sebesar 227% dibandingkan dengan Rp46 miliar pada kuartal keempat 2010.

Ridha Wirakusumah, Presiden Direktur dan CEO BII mengatakan BII dapat meraih kembali momentum pertumbuhan. Investasi kami pada ekspansi jaringan, infrastruktur Teknologi Informasi (TI) dan juga human capital telah membangun landasan yang kokoh bagi BII untuk fokus pada pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Untuk pendapatan bunga bersih BII naik sebesar 21% (YoY) dari Rp809 miliar pada Maret 2010 menjadi Rp975 pada Maret 2011. Meskipun terjadi kompetisi yang ketat pada industri perbankan, BII dapat menjaga Marjin Bunga Bersih (NIM) sebesar 5,67% dibandingkan dengan 6,26% pada Maret 2010.

Pendapatan operasional lainnya (fee based income) per 31 Maret 2011 naik sebesar 24% menjadi Rp586 miliar dibandingkan dengan Rp474 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Total pendapatan operasional lainnya per 31 Maret 2011 telah mencapai 38% dari pendapatan operasional bruto. Fee based income BII terutama berasal dari peningkatan fee dari corporate deals, transaksi tresuri, kartu kredit, trade finance, remittance dan fee jasa perbankan lainnya.

Biaya overhead meningkat sebesar 29% dari Rp820 miliar menjadi Rp1.057 miliar mencerminkan ekspansi jaringan Bank dan investasi TI yang signifikan. Pada Maret 2011, Bank memiliki 337 kantor (termasuk cabang Syariah dan luar negeri) dan hampir 1.000 ATM.

Pendapatan Bank sebelum provisi mencapai Rp504 miliar pada kuartal pertama 2011 dibandingkan Rp463 miliar untuk periode yang sama tahun sebelumnya, atau meningkat sebesar 9%. Penerapan implementasi secara penuh dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 50 dan 55 yang dimulai pada kuartal keempat 2010 dan peningkatan penyisihan kerugian penurunan nilai atas kredit dikarenakan portofolio WOM pada pembiayaan sepeda motor bekas, telah memberikan dampak pada kinerja kuartal pertama Bank.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s