rupiaaa(8650)aah … 070411

Arus Modal Asing Picu Rupiah Menguat
Rabu, 6 April 2011 | 16:47

JAKARTA – Meski mata uang terkuat Asia, Yen, melemah, rupiah di pasar uang spot antarbank Jakarta Rabu menguat dipicu sentimen positif menguatnya arus modal asing ke pasar dalam negeri.

Rupiah hingga pukul 16.00 WIB hari ini ditransaksikan pada 8.650 per dolar AS, menguat tipis 10 poin dari posisi penutupan hari sebelumnya pada 8.660 per dolar AS.

Mata uang Indonesia masih berpeluang besar menguat karena pelaku asing sepertinya akan terus masuk ke pasar dalam negeri, terutama di bursa efek, kata Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk Kostaman Thayib.

”Apalagi isu di pasar internal makin bagus, seperti ekonomi nasional makin tumbuh, dan bertahannya suku bunga acuan (BI Rate) merupakan faktor-faktor yang mempertimbangkan investor untuk lebih aktif bermain di pasar lokal,” katanya.

Kenaikan rupiah, menurut dia, diperkirakan berlanjut hingga mendekati level 8.600 per dolar AS.

“Kami memperkirakan rupiah akan dapat mencapai level 8.600 per dolar dalam pekan ini,” ujarnya seperti dikutip Antara. Namun, rupiah diharapkan jangan terlalu cepat menguat karena dikhawatirkan mudah kembali merosot. (tk)
investor daily

BPS: Apresiasi Rupiah tak Turunkan Ekspor
Rabu, 6 April 2011 | 13:52

Berita Terkait
Rupiah Rabu Pagi Stabil di Posisi 8.660
Kurs Rupiah Naik Sembilan Poin
Rupiah Sore Awal Pekan Naik 30 Poin
Rupiah Jumat Pagi Menguat 6 Poin
Rupiah Kamis Melemah Tipis
JAKARTA-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS (apresiasi) dalam beberapa waktu terakhir tidak menurunkan ekspor Indonesia.

“Selama Maret-awal April masih ada penguatan Rupiah namun ekspor masih kuat,” kata Kepala BPS, Rusman Heriawan usai rakor ketahanan pangan di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Rabu.

Ia mengakui ada kekhawatiran bahwa penguatan nilai tukar Rupiah akan berdampak pada penurunan volume ekspor Indonesia. “Kekhawatiran ekspor akan turun ternyata tidak terjadi,” kata Rusman.

Ia menyebutkan, munculnya kekhawatiran ekspor turun karena eksportir memperoleh Rupiah yang lebih kecil karena adanya penguatan nilai tukar Rupiah.

Menurut dia, kekhawatiran itu tidak terjadi karena produk-produk ekspor Indonesia sebagian besar adalah barang-barang inelastis. “Produk yang diekspor sebagian besar barang-barang yang dibutuhkan seperti barang tambang, CPO, dan lainnya,” katanya.

Sementara itu dari sisi impor, penguatan nilai tukar memberi dampak import deflation. Saat ini industri sedang menikmati kenyamanan karena harga impor yang terkendali karena penguatan Rupiah.

Rusman juga menyebutkan bahwa tren harga kebutuhan pokok terutama pangan hingga saat ini masih menunjukkan penurunan. “Hingga pekan pertama April, penurunan harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, telur ayam, masih terjadi,” katanya. (gor/ant)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s