agro DIBUNGKU$ bbri … 100311

Kamis, 10/03/2011 11:38 WIB
Jadi Penguasa Baru, BRI Tender Offer Saham Bank Agro 31 Maret
Wahyu Daniel – detikFinance

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebagai pengendali 88,65% saham PT Bank Agroniaga Tbk, akan melakukan tender offer saham Bank Agro mulai 31 Maret hingga 20 April 2011.

Hal ini disampaikan oleh Direksi BRI dalam keterbukaannya yang dikutip, Kamis (10/3/2011).

“Sehubungan dengan pengambilalihan yang dilakukan BRI atas 88,65% saham milik Dana Pensiun Perkebunan di Bank Agroniaga, maka BRI melakukan penawaran tender (tender offer) terhadap seluruh sisa saham Bank Agro yang dimiliki pemegang saham publik,” demikian pernyataan direksi BRI.

Harga tender offer akan berdasarkan pada harga rata-rata tertinggi perdagangan saham Bank Agro di bursa selama 90 hari terakhir sebelum 8 September 2010.

BRI menyatakan mempunya dana yang cukup untuk membeli saham-saham Bank Agro yang ditawarkan oleh pemilik saham publik lain dalam rangka tender offer tersebut.

Seperti diketahui, BRI resmi menguasai 3,03 miliar lembar atau 88,65% saham Bank Agro dengan nilai transaksi mencapai Rp 330,3 miliar.

(dnl/qom)

Peluang Tiga Sektor Saham di Tengah Koreksi

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Kamis, 10 Maret 2011 | 12:07 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Pelemahan IHSG siang ini diperkirakan berlanjut hingga penutupan. Namun, investor dapat mencermati potensi di saham bank, konsumsi dan semen.

Pada sesi pertama perdagangan Kamis (10/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 18,70 poin (0,52%) ke level 3.579,972. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 4,39 poin (0,68%) ke angka 639,651.

Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 1,863 miliar lembar saham, senilai Rp1,535 triliun dan frekuensi 50.048 kali. Sebanyak 68 saham menguat, sedangkan 132 saham melemah dan 83 saham stagnan.

Pelemahan indeks, juga diwarnai aksi jual asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp74,01 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp411,3 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp485,3 miliar.

Semua sektor saham mendukung pelemahan indeks kecuali perdagangan yang naik 0,04%. Sektor perkebunan memimpin koreksi 1,09%, disusul properti 0,91%, keuangan 0,64%, infrastruktur 0,62%, konsumsi 0,57%, pertambangan 0,52%, manufaktur 0,41%, industri dasar 0,36% dan aneka industri 0,24%.

Cece Ridwanullah, analis Ekokapital Securities memperkirakan, indeks saham domestik berpeluang melemah terbatas di penutupan sore nanti. “Indeks akan bergerak dalam kisaran support 3.520-3.475 dan resistance 3.700,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (10/3).

Pelemahan indeks hari ini, menurutnya, dipicu oleh negatifnya pergerakan bursa regional yang mencapai rata-rata koreksi 0,5-1,5%. “Koreksi tersebut karena faktor valuasi yang sudah jenuh beli,” ujarnya.

Begitu juga dengan indeks domestik yang sudah menguat lima hari berturut-turut. IHSG sudah jenuh beli (overbought), terutama pada saham-saham perbankan yang sudah naik tajam. “Karena itu, terjadi profit taking,” ucapnya.

Tapi, lebih lanjut Cece mengatakan, aksi ambil untung hari ini akan terbatas. Sebab, asing masih dalam posisi beli. “Pada perdagangan kemarin, asing masih berposisi net buy sebesar Rp346 miliar,” papar Cece.

Di sisi lain, terbatasnya pelemahan indeks juga karena faktor nilai tukar rupiah yang masih menguat ke level 8.777 per dolar AS. Pada saat yang sama, pemerintah menunda kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sehingga tidak jadi ancaman bagi inflasi dan positif bagi market.

Apalagi, inflasi Februari di level rendah 0,l13% dari level 0,89% Januari. Lalu, pasar juga mencermati faktor window dresingg kuartal pertama, akhir Maret 2011. “Kondisi kinerja emtein pun bagus dan rating utang RI juga positif,” paparnya.

Karena itu, dia memperkirakan, pelemahan indeks hari ini bisa ditahan di level 3.520. Jika bsia bertahan di level ini, indeks masih bisa naik ke level 3.670-3.700 ke depannya. “Hari ini saham-saham second liner akan dimainkan investor agar terjadi keseimbangan di bursa,” ungkapnya.

Dalam situasi ini, dia merekomendasikan positif saham dengan fundamental baik di sektor perbankan. Selain saham sektor konsumsi dan semen yang diuntungkan terkendalinya inflasi dan penguatan rupiah.

Saham-saham pilihannya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI). Lalu, PT Mayora (MYOR), PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dan PT Japfa Confeed Indonesia (JPFA). PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) dan PT Semen Gresik (SMGR). “Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut,” imbuh Cece. [ast]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s