bbri bole ngutank LEBE GEDE … 060311

LDR Bank Nasional Belum Sesuai Harapan BI

Oleh: Charles MS
Ekonomi – Minggu, 6 Maret 2011 | 05:47 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan masih berada di bawah ketetapan Bank Indonesia sebesar 78-100 persen.

Ini menunjukkan perbankan di Indonesia belum menunjukkan sebagai bank yang optimal dalam generating income dan sangat likuid. “Jadi belum sepenuhnya dalam mendukung perekenomian,” ujar Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah dalam acara workshop di Purwakarta, Sabtu (5/3).

Data BI menunjukkan LDR Bank Umum baru mencapai 75,21% di 2010. Menurut Halim, bank-bank umum ini masih menggantungkan diri pada modal. “Ini sesuai dengan kebijakan BI untuk meningkatkan permodalan perbankan di Indonesia,” tukasnya.

Data BI menunjukkan modal bank umum ini naik dari 12,7% di 2005 menjadi 15,1% di 2010. Namun, posisi aset likuid menurun akibat penjualan obligasi kepada investor non-bank, sebagian dikonversi kepada penempatan di BI yang meningkat. Dari data terlihat penempatan dana bank umum di SBI naik dari Rp54,26 triliun di 2005 menjadi Rp139,32 triliun di 2010. Sedang porsi kredit bank umum ini meningkat signifikan sehingga lebih efisien dalam menaikkan return. Data menunjukkan kredit bank umum ini naik dari 47,3% di 2005 menjadi 58,7% di 2010.

Bank Persero juga mencatatkan LDR yang masih di bawah ketetapan BI atau sebesar 71,54% di 2010. Menurut Halim pendanaan bank ini masih tergantung pada Dana Pihak Ketiga (DPK). Data menunjukkan DPK bank naik dari 76,3% di 2005 menjadi 80,5% di 2010. Bank juga mampu menekan porsi aset likuid (dari 51,2% di 2005 menjadi 40,3% di 2010) dengan menjual obligasi dan meningkatkan kredit (dari 45,3% di 2005 menjadi Rp57,6% di 2010) sehingga lebih efisien.

Bank swasta nasional juga masih memiliki LDR di bawak ketentuan atau masih sebesar 74,2%. Komposisi pendanaan relatif stabil, dengan sedikit peningkatan porsi modal (dari 11,2% di 2005 menjadi 12,9% di 2010) sehingga lebih berisiko. Porsi obligasi dan penempatan antar bank yang turun mendorong penurunan aset likuid (dari 45,8% di 2005 menjadi 38,3% di 2010). Namun penempatan dana di BI dan kredit meningkat cukup tajam. Data menunjukkan dana bank di SBI naik dari Rp18,43 triliun di 2005 menjadi Rp66,94 triliun di 2010).

Sedang bank asing dan campuran terlihat sudah memiliki LDR di atas ketentuan BI, namun malas dalam memotivasi DPK. Data BI menunjukkan LDR bank campuran sudah mencapai 154,32% di 2010. Namun DPK turun dari 57,8% di 2005 menjadi hanya 42,8% di 2010. Bank ini juga lebih banyak menggunakan dananya di surat-surat berharga, SBI.

Bank asing juga mencatatkan LDR sebesar 90,86% di 2010. Pendanaan terbesar bank asing berasal dari modal yang naik dari 19,4% di 2005 menjadi 32,4% di 2010. Bank asing juga aktif sebagai net peminjam di PUAB. Porsi aset likuidnya paling besar, terutama penempatan di BI, sementara porsi kredit terendah. Ini menunjukkan bank asing paling aktif dalam portofolio trading.

LDR Bank BPD juga sudah berada di atas ketentuan BI atau sebesar 78,26. BPD juga satu-satunya bank yang mengalami penurunan porsi penempatan dana di BI (dari Rp17,29 triliun di 2005 menjadi Rp5,41 triliun di 2010).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s