Rupiaaa(8803)aah … 030311

Khadafi Berdamai, Rupiah Kembali Perkasa

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Kamis, 3 Maret 2011 | 16:57 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (3/3) ditutup menguat 7 poin (0,07%) jadi 8.803/8.813 dari posisi kemarin 8.810/8.815.

Albertus Christian K, periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures mengatakan, penguatan rupiah hari ini dipicu oleh kembali tumbuhnya sentimen risk appetite (hasrat pasar atas aset-aset berisiko) seiring adanya titik terang dari gejolak di Libya. Menurutnya, pimpinan Libya Muammar Khadafi sudah menyetujui perjanjian damai yang disarankan oleh Presiden Venezuela Hugo Chavez.

Rencana perjanjian damai ini, lanjutnya, akan melibatkan pihak-pihak dari Amerika Latin, Eropa dan Timur Tengah. Mereka akan menjembatani negosiasi antara pemberontak dengan pemerintah. “Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah sempat mencapai level terkuatnya 8.797 per dolar AS dan 8.808 sebagai level terlemahnya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (3/3).

Memang, imbuh Christian, belum ada keputusan pasti terkait perjanjian damai itu, tapi Khadafy sudah mempertimbangkannya. “Kondisi itu, menstabilkan kekhawatiran pasar terhadap risiko lonjakan harga minyak mentah dunia,” ucapnya.

Karena itu, harga minyak mentah dunia sudah turun 0,45% ke ke level US$101 dari level US$103 per barel. “Karena itu, fokus pasar kembali ke pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.

Di sisi lain, tumbuhnya risk appetite juga karena pernyataan Gubernur Bank Sentral AS The Fed Ben Bernanke dalam dua pidato terakhir. Bernanke menyatakan, pertumbuhan ekonomi AS masih cukup solid. “Pasar juga menantikan pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan lebih bernada positif untuk menaikkan suku bunga,” ungkap Albertus.

Karena itu, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama. Termasuk terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro). “Terhadap euro, dolar AS menguat ke level US$1,3840 dari sebelumnya US$1,3863 per euro,” imbuh Christian.

BRI : Kami Tidak Beli Right Issue Bukopin
Selasa, 8 Februari 2011 – 08:31 wib
Idris Rusadi Putra – Okezone

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menegaskan pihaknya membatalkan rencana untuk melakukan akuisisi PT Bank Bukopin Tbk (BBKP).

“Kami niatnya akuisisi Bukopuin. Dan kami sudah dapatkan (perusahaan untuk diakusisi) itu. Mereka (Bukopin) kali ini tidak ingin diakuisisi BUMN, dan mereka akan right issue. Kami tidak beli, karena kami menginginkan mayoritas atau akuisisi,” tutur Direktur Utama BRI Sofyan Baasir dalam rapat dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/2/2011) malam.

Lebih lanjut dia menjelaskan jika niat akuisisi Bank Bukopin yang rencanakan akan mereka lakukan itu bakal menambah porsi kepemilikan mereka, seperti saat BRI membeli bank syariah pada tahun 2009.

“(Awalnya) kami mau beli dan kami akan tambah equity, seperti dulu kami beli bank syariah 2009 yang lalu,” imbuhnya.

Dia juga menegaskan jika BRI juga tidak berniat merger dengan Bukopin, karena memang niat awal BRI adalah akuisisi untuk kemudian dikembangkan. “Dan kami tidak punya keinginan untuk merger. Karena kami ingin beli, dan kami kembangkan. Karena sudah right issue maka kami mundur,” pungkasnya.(wdi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s