$urplu$, bo … 190211

Surplus NPI 2010 Tertinggi dalam Sejarah
Kamis, 17 Februari 2011 – 17:19 wib
Martin Bagya Kertiyasa – Okezone

JAKARTA – Neraca pembayaran Indonesia mencatatkan surplus atau naik dua kali lipat dari tahun lalu. Dengan demikian surplus tahun ini merupakan tertinggi dalam sejarah neraca pembayaran.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang PS Brojonegoro menjelaskan, Neraca Pembayaran Indonesia tercatat surplus sebesar USD30,3 miliar untuk tahun ini, jika dibandingkan NPI tahun sebelumnya hanya sebesar USD12,5 miliar.

“Neraca pembayaran mencatat surplus tertinggi dalam sejarah neraca pembayaran Indonesia. NPI mencatat surplus sebesar USD30,3 miliar, jauh lebih besar dari surplus NPI tahun sebelumnya yaitu USD12,5 miliar,” ungkap Bambang di Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (17/2/2011).

Menurut Bambang, sumbangan terbesar berasal datang dari transaksi modal dan keuangan yang mencapai USD26,2 miliar. “Penyumbang surplus terbesar berasal dari surplus transaksi modal dan keuangan yang tinggi mencapai USD26,2 miliar, terutama dalam bentuk arus modal masuk investasi langsung (PMA) dan investasi portofolio,” tambahnya.

Sementara untuk transaksi berjalan, juga mengalami surplus USD6,3 miliar. Kinerja ekspor yang positif juga masih memberikan kontribusi peningkatan surplus transaksi berjalan, terutama ekspor komoditas nonmigas yang tumbuh sekir 30 persen.

Selain itu neraca modal dan finansial juga turut mengalami kenaikan tinggi. “Neraca modal dan finansial mengalami kenaikan yang tinggi sebesar USD21 miliar. Kinerja neraca pembayaran diperkirakan masih baik, cadangan devisa dalam tahun 2011 diperkirakan mencapai USD111,6 miliar,” pungkasnya.(ade)

80% Investasi Masih Terpusat di Jawa
Selasa, 22 Februari 2011 | 15:10
investor daily
JAKARTA – Pemerintah menilai basis pertumbuhan ekonomi masih terpusat di Pulau Jawa dan belum merata ke pulau-pulau lainnya. Oleh karena itu, pemerataan pertumbuhan dan sumber daya ekonomi dalam negeri harus diperkuat untuk memperoleh peluang ketika industri di kawasan ASEAN kembali rebound.

Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Bidang Perdagangan dan Industri Edy Putra Irawadi mengungkapkan, sebanyak 80% investasi masih dilakukan di Pulau Jawa sehingga keseimbangan kekuatan ekonomi nasional belum merata.

“Selama ini kekuatan ekonomi Indonesia di Pulau Jawa tapi yang lebih penting adalah mengintegrasikan kekuatan ekonomi domestik, bagaimana memeratakan sumber daya kawasan Timur dan Barat. Jangan dibiarkan Pulau Jawa sendirian,” ujar Edy di Jakarta, pekan lalu.

Edy menjelaskan, saat ini pemerintah tengah mendorong kinerja industri untuk bangkit dan tumbuh (rebound) kembali. Rebound berarti pertumbuhan industri di atas tahun 2008 didorong oleh industri otomotif dan elektronika.

“Ini modal kami ke ASEAN. Karena kami sebagai koordinator dan tuan rumah, kami harus memimpin peluang ini di negara ASEAN, tapi yang lebih penting untuk me-lead sehingga kami punya konektivitas,” kata dia.

Menurut Edy, pemerintah harus memperkuat sinergi komoditas antara potensi sumber daya di Pulau Jawa dengan sumber daya di kawasan lainnya. Sinergi ini diharapkan bisa meminimalisasi berbagai kendala perdagangan domestik, seperti yang terjadi selama ini.

“Kami harus memperkuat sinergitas antara yang ada di Jawa dengan lumbung energi di Kalimantan, kemudian lumbung pangan di Propinsi Papua. Jangan biarkan antar daerah ada kekangan perdagangan. Kalau saat ini banyak sekali antara wilayah banyak terjadi kendala-kendala perdagangan domestik,” urai dia.

Untuk itu, Edy berpendapat bahwa pemerintah harus membenahi aturan daerah (perda) di sektor distribusi barang atau logistik dan membuka ekonomi daerah. Upaya membuka keterisolasian perekonomian desa dinilai sangat penting dalam rangka memperkuat national economic security (NES).

“Kami harus punya suatu sistem untuk mengawasi pemanfaatan sumber daya alam (SDA). Kami harus tahu persis berapa SDA kami yang dikirim keluar tanpa proses produksi. Nah dalam rangka integrasi domestik, lebih penting sebelum kami invasi ke yang lain. Tetapi karena kami stimultan melakukan kerja sama ekonomi, upaya-upaya domestik perlu kami lakukan,” tandas dia. (wyu)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s