kredit macet … KECIL … 160211

NPL Bank Persero Paling Rendah

Oleh: Agustina Melani
Ekonomi – Selasa, 15 Februari 2011 | 17:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Bank Perseroan masih mencatatkan rasio non performing loan (NPL) di bawah lima persen pada 2010 atau sama dengan periode 2009.

Demikian seperti dikutip dari situs Bank Indonesia (BI) Selasa (15/2). Sementara itu, Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) Nasional Devisa mencatatkan NPL di bawah lima persen sebanyak 33 bank dan NPL lebih dari lima persen sebanyak tiga bank. BUSN Non Devisa mencatatkan NPL di bawah lima persen sebanyak 26 bank dan lima bank mencatatkan NPL di atas lima persen.

Sekitar 23 bank BPD mencatatkan NPL di bawah lima persen dan tiga mencatatkan NPL di atas lima persen. Sedangkan bank campuran mencatatkan NPL di bawah lima persen ada 13 bank dan NPL di atas lima persen ada dua bank. Sedangkan bank asing mencatatkan NPL di bawah lima persen ada delapan bank, sementara NPL di atas lima persen ada dua bank.

Sementara itu, non performing loan (NPL) bank umum berdasarkan sektor ekonomi, sektor perdagangan, restoran, dan hotel mencatatkan nilai tertinggi sebesar Rp12.665 triliun, disusul oleh sektor perindustrian sebesar Rp10.238 triliun, dan sektor jasa dunia usaha sebesar Rp3.100 triliun.
Rabu, 16/02/2011 09:55 WIB
BRI Kucurkan Pinjaman Rp 1 Triliun ke PTPN II
Akhmad Nurismarsyah – detikFinance

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) kucurkan pinjaman sebesar Rp 1,078 triliun ke PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II. Pinjaman tersebut merupakan kredit modal kerja dan kredit investasi.

“Pemberian fasilitas kredit kepada PTPN II ini merupakan bagian dari upaya BRI menumbuhkembangkan pembiayaan ke BUMN, khususnya sektor perkebunan,” kata Direktur Bisnis Kelembagaan dan BUMN BRI Asmawi Syam di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (16/02/2011).

Fasilitas Kredit Modal Kerja senilai Rp 165 miliar dan fasilitas kredit investasi senilai Rp 840,5 miliar yang diberikan BRI merupakan pendanaan modal kerja budidaya sektor gula dan kelapa sawit serta investasi untuk distrik sawit dan revitalisasi gula PTPN II.

Sampai dengan September 2010, pembiayaan Bank BRI ke BUMN Perkebunan (PTPN dan PT RNI) telah mencapai Rp 4,6 triliun dengan outstanding sebesar Rp 1,4 triliun. Porsi terbesar dari total pinjaman korporasi adalah kepada sektor agribisnis dengan penyaluran kepada BUMN sebesar 48,53%.

“Hal ini membuktikan komitmen BRI untuk memberikan kredit kepada korporasi yang memberikan trickle down effect untuk sektor ekonomi lainnya,” tambahnya.

Kerjasama antara BRI dengan PTPN II telah berlangsung sejak tahun 2008, yakni dengan ditandatanganinya Perjanjian Kredit dalam rangka revitalisasi industri gula PTPN II, baik untuk on farm maupun off farm.

Selanjutnya, BRI juga telah menyetujui untuk pemberian kredit modal kerja guna pengembangan budidaya sawit. Di 2010, Bank BRI kembali memberikan fasilitas kredit investasi untuk pengembangan sektor usaha sawit PTPN II yang akan melaksanakan penanaman kembali (replanting) kebun sawitnya di Distrik Rayon Utara seluas 6.000 hektare. (ang/dnl)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s