bbri TUKANG KREDIT NKRI, bo … 150211

Inilah 10 Peringkat Bank Berdasarkan Kredit

Oleh: Agustina Melani
Ekonomi – Selasa, 15 Februari 2011 | 11:24 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk masih mencatatkan kredit tertinggi sebesar Rp241,02 triliun atau 13,65% pangsa pasar terhadap total kredit bank umum.

Demikian seperti dikutip INILAH.COM dari situs Bank Indonesia (BI), Selasa (15/2). Kredit BRI ini mengalami kenaikan 16,93% dari Rp206,11 triliun pada 2009 menjadi Rp241,02 triliun pada 2010. Peringkat kedua berdasarkan kredit ditempati oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp217,80 triliun. Kredit ini naik 22,33% dari Rp178,04 triliun pada 2009 menjadi Rp217,80 triliun pada 2010. Kemudian disusul PT Bank Central Asia Tbk dengan menyalurkan kredit sebesar Rp153,11 triliun atau naik 19,67% pada 2010 dari Rp122,99 triliun pada 2009.

BNI menyalurkan kredit sebesar Rp132,43 triliun pada 2010 atau naik 10,36% dari Rp119,99 triliun pada 2009. PT Bank CIMB Niaga Tbk memiliki kredit sebesar Rp102,71 triliun atau naik 25,02% pada 2010 dari Rp82,15 triliun. Selain itu, PT Bank Danamon menyalurkan kredit sebesar Rp75,26 triliun atau naik 25,10% pada 2010 dari periode sama sebelumnya sebesar Rp60,16 triliun. PT Pan Indonesia Bank Tbk
menyalurkan kredit sebesar Rp55,70 triliun atau naik 34,93% pada 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya sebesar Rp41,28 triliun.

PT Bank Permata Tbk mencatatkan kredit sebesar Rp51,52 triliun atau naik 24,93% pada 2010 dari periode sama sebelumnya sebesar Rp41,24 triliun. PT BTN Tbk mencatatkan kredit naik 26,37% dari Rp40,71 triliun pada 2009 menjadi Rp51,45 triliun pada 2010. PT BII Tbk menyalurkan kredit sebesar Rp50,06 triliun pada 2010 atau naik 34,85% dari periode sama sebelumnya sebesar Rp37,11 triliun. Total kredit sebesar Rp1.131,112 triliun pada 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya sebesar Rp929,82 miliar.
Lagi, Bank Mandiri Raih Predikat Bank Beraset Terbesar
Selasa, 15 Februari 2011 – 11:42 wib
Yuni Astutik – Okezone

JAKARTA- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kembali menduduki peringkat pertama untuk bank dengan jumlah aset terbesar dalam tujuh tahun terakhir dengan total aset sekira Rp410,619 triliun untuk tahun 2010 lalu. Adapun peringkat tersebut berdasarkan 10 peringkat Bank Umum yang dicatat oleh Bank Indonesia (BI).

“Total aset bank Mandiri tahun 2010 menduduki peringkat pertama sekira Rp410,619 triliun. Sedangkan pangsa terhadap total aset bank Umum sekira 13.65 persen,” Seperi yang dikutip dari data statistik yang dipublikasikan BI di Jakarta, Selasa (15/2/2011).

Sedangkan untuk tahun sebelumnya, yaitu tahun 2009 total aset Bank Mandiri tercatat sekira Rp340,181 triliun. Yang artinya, jumlah tersebut mengalami peningkatan sekira RP70,438 miliar atau sekira 20,7 persen. Sedangkan pangsa pasar terhadap total aset untuk tahun 2009 sekira 14,72 persen.

Menurut data tersebut, kenaikan Aset bank Mandiri terus mengalami peningkatan yang signifikan. Untuk tahun 2004 saja, aset Bank Mandiri sudah mencapai sekira Rp241,462 triliun dengan pangsa pasar terhadap total aset sekira 18,98 persen.

Sehingga, dari tahun 2004 hingga tahun 2010, Bank Mandiri terus menduduki peringkat pertama dari 10 peringkat Bank Umum berdasarkan aset.

Sementara itu, untuk peringkat kedua adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan total aset sekira Rp395,396 triliun dan untuk peringkat ketiga ditempati Bank Central Asia (BCA) sekira Rp323,345 triliun.

Berikut ini daftar 10 Bank dengan Peringkat Bank Umum Berdasarkan aset per tahun 2010 :

1.Bank Mandiri Rp410,619 triliun

2.BRI Rp395,396 triliun

3.BCA RpRp323,345 triliun

4.BNI Rp241,169 triliun

5.CIMB Niaga Rp142,932 triliun

6.Bank Danamon Rp113,861 triliun

7.Pan Indonesia Bank Rp106,508 triliun

8.Bank Permata Rp74,040 triliun

9.BII Rp72,030 triliun

10.BTN Rp68,334 triliun

Sehingga, total aset dari ke-10 bank umum tersebut per tahun 2010 sekira Rp1,948 triliun dengan pangsa pasar terhadap aset bank umum sekira 64,75 persen.(adn)(rhs)Rabu, 16/02/2011 08:28 WIB
46,12 Juta Debitur Ngutang ke Bank
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Jumlah debitur yang meminjam dana di bank umum meningkat hingga 7,88 juta. Bank Indonesia mencatat selama 2010 jumlah debitur bank umum mencapai 46,12 juta debitur.

Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Rabu (16/2/2011).

“Tahun 2009 jumlah debitur mencapai 38,23 juta debitur tetapi mengalami peningkatan di 2010 dimana mencapai 46,12 juta debitur,” ujar Difi.

Seperti halnya jumlah debitur di bank umum, Difi mengatakan jumlah debitur di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) juga mengalami peningkatan. Pada 2009, Difi mengatakan jumlah debitur BPR mencapai 3,4 juta debitur dan meningkat menjadi 4,28 juta debitur pada tahun 2010.

“Selain BPR, BI juga mencatat jumlah debitur pada Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB) dimana pada tahun 2009 tercatat sebanyak 493 ribu dan pada 2010 tercatat menjadi sebesar 651 ribu debitur,” tuturnya.

Sehingga, total debitur yang meminjam dananya di bank umum, BPR hingga LKNB para tahun 2010 mencapai 51,05 juta debitur.

Difi menambahkan, peningkatan jumlah debitur perbankan seiring dengan usaha bank sentral terkait program melek finansial alias financial inclusion.

“BI bercita-cita seluruh masyarakat mendapatkan akses keuangan dari perbankan. Ke depan, BI akan memberikan program-program lain yang nantinya akan dimasukan ke dalam sebuah blue print mengenai akses jasa keuangan ke masyarakat. Sekarang kan ada juga revisi Arsitektur Perbankan Indonesia (API) dimana beberapa hal yang penting adalah adanya finansial inclusion nantinya di follow up pelaksanaan lebih lanjut,” terangnya.

Dalam paket 23 kebijakan yang dirilis BI di akhir 2010 kemarin, salah satunya memang berisi mengenai financial inclusion. Bank Indonesia meluncurkan program ‘National Strategy Financial Inclusion’ (NSFI) berupaya membuat kerangka acuan yang memuat langkah-langkah strategis dalam upaya membuka akses masyarakat baik yang belum terhubung dengan jasa keuangan (unfinanced persons) maupun lembaga perbankan (unbanked person).

Financial inclusiĆ³n sendiri dapat didefinisikan sebagai akses yang menyeluruh terhadap jasa keuangan, di mana seluruh 37 hambatan baik berupa price maupun non price dapat diatasi dalam penggunaan jasa keuangan.

Dalam lima tahun terakhir, financial inclusion merupakan cara utama yang digunakan untuk mengurangi kemiskinan, yakni melalui peningkatan kemampuan individu dalam mengelola keuangannya.

Program Financial Inclusion ini akan dimulai dari sektor perbankan terlebih dahulu karena Indonesia merupakan banking based country di mana mayoritas kegiatan jasa keuangan tergantung pada bank.

Strategi yang digunakan dalam mencapai tujuan dari financial inclusion tercermin dalam lima pilar pembuka dan penutup akses perbankan kepada masyarakat miskin yaitu:

* Financial education
* Financial eligibility
* Supportive regulation
* Facilitating intermediation
* Policy reform yang mencakup customer protection, agent banking, and mobile phone banking.

Advertisements

One thought on “bbri TUKANG KREDIT NKRI, bo … 150211

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s