Rupiah man+4:P … 100211

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (10/2) diprediksi menguat. Ekspektasi meningkatnya Foreign Direct Investment (FDI) 2011 jadi salah satu katalisnya.

Albertus Christian K, periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures mengatakan, potensi penguatan rupiah hari ini salah satunya dipicu faktor internal. Rupiah mendapat dukungan dari ekspektasi masuknya foreign direct investment (FDI) yang mencapai US$16 miliar di 2011.

Ekspektasi itu, menurut Albertus, memicu optimisme mengenai peluang kenaikan kembali rating utang RI yang juga mendukung penguatan rupiah. “Karena itu, rupiah akan bergerak fluktuatif cenderung menguat dalam kisaran 8.950 – 8.890 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Di sisi lain, peluang kenaikan rupiah juga karena terpengaruh oleh laporan keuangan perusahaan-perusahaan publik di negara-negara maju terutama AS dan Eropa. “Diekspektasikan, mencatatkan laba positif sehingga kembali menopang sentimen risk appetite (hasrat pasar atas aset-aset beriko) di pasar,” papar Albertus.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1223582/ekspektasi-fdi-ri-dongkrak-rupiah

Sumber : INILAH.COM
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga yang dijamin Pemerintah atau tingkat bunga pinjaman wajar dari 7% menjadi 7,5% dan berlaku mulai 15 Februari sampai 14 Mei 2011.

Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (9/2), mengatakan hal tersebut didasari pertimbangan antara lain relatif stabilnya nilai tukar terhadap dolar AS, kenaikan jumlah simpanan, dan sebagai antisipasi atas laju inflasi Januari 2011 yang mencapai 7,02% (yoy) dan perkiraan inflasi Februari dan Maret 2011 yang cenderung
melandai.

Sementara untuk kredit valas, LPS menetapkan suku bunga maksimal yang dijamin Pemerintah tetap sebesar 2,75 persen, dan untuk BPR suku bunga yang dijamin sebesar 10,25 persen.

Sesuai ketentuan LPS, apabila tingkat bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga wajar, atau bunga maksimal yang dijamin pemerintah, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin.

Berkenaan dengan hal tersebut, bank diwajibkan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai tingkat bunga wajar yang berlaku dengan menempatkan informasi mengenai tingkat bunga wajar pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan.

Keputusan Bank Indonesia menaikkan BI rate pada 4 Februari lalu dipastikan akan mendorong LPS menaikkan suku bunga penjaminan pemerintah untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga kredit dan tabungan di perbankan.

Sumber : MEDIA INDONESIA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s