dolar TERGERUS, rupiah TERINTERVENSI… 090211

Sentimen Suku Bunga China Tergerus Intervensi

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Rabu, 9 Februari 2011 | 18:41 WIB

INILAHCOM, Jakarta – Indeks saham domestik dan kurs rupiah di pasar uang kompak melemah. Intervensi pasar oleh bank sentral Korea Selatan, Mesir dan Malaysia telah menggerus sentimen kenaikan suku bunga China.

Albertus Christian K, periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures mengatakan, pelemahan rupiah hari ini dipicu intervensi pasar dari bank sentral Korea Selatan dan Malaysia. Kedua bank sentral tersebut melakukan pembelian dolar AS untuk menjaga mata uangnya tidak terlalu kuat atas dolar.

Lalu, Mesir juga melakukan hal yang sama. Padahal, kemarin rupiah menguat seiring apresiasi mata uang yuan yang mencapai rekor setelah suku bunga China naik di luar perkirakan ke level 6,06%. “Sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 8.933 setelah menguat ke 8.905 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (9/2).

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (9/2) ditutup melemah 16 poin (0,17%) ke posisi 8.925/8.935 dari level kemarin 8.909/8.919.

Menurut Albertus, rupiah terpengaruh dari penguatan dolar AS akibat meningkatnya demand setelah aksi bank sentral yang mengintervensi market. “Permintaan atas dolar meningkat sehingga jadi tekanan bagi rupiah,” ujarnya.

Jika dilihat dari sisi sentimen fundamental, menurut Albertus, sebenarnya cenderung memperkuat rupiah. Sebab, rilis produk domestik bruto (PDB) RI di level 6,1% di 2010 dan 6,9% di kuartal IV/2010 berada di atas perkiraan pasar. “Selain mengonfirmasi pertumbuhan, juga menegaskan kenaikan BI rate dua kali lagi hingga April 2011,” ucapnya.

Albertus memperkirakan, Maret dan April, BI rate bisa dinaikkan masing-masing 25 basis poin. “BI rate bisa mencapai 7,25% pada April mendatang sehingga memperkuat rupiah,” imbuhnya.

Sementara itu, dolar AS ditransaksikan mixed terhadap mata uang utama. Namun, indeks dolar menunjukkan pelemahan 0,02% ke level 78,08. “Terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro), dolar AS ditransaksikan melemah ke level US$1,3642 dari posisi sebelumnya US$1,3624 per euro,” imbuh Albertus.

Sementara dari bursa saham, Purwoko Sartono, analis dari Panin Securities mengatakan, pelemahan indeks hari ini dipicu kelanjutan aksi profit taking investor yang memicu tekanan jual. Hal ini semata faktor teknikal. “Sebab, indeks sudah menguat berturut-turut, sejak 1-4 Februari di pekan lalu,” ujarnya.

Dari sisi fundamental, lanjut Purwoko, tidak ada hal-hal yang menjadi tekanan bagi market. Di sisi lain, masa libur Imlek sudah berakhir kemarin sehingga seharusnya mereka sudah kembali masuk ke market. “Karena itu, libur imlek bukan alasan koreksi indeks saat ini,” ungkapnya. [mdr]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s