arus keluar UANG PANA$ … 040211

Jumat, 04/02/2011 15:01 WIB
Cadangan Devisa RI di Januari Turun US$ 900 Juta
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa RI tergerus US$ 900 juta selama sebulan terakhir. Pada Januari 2011, cadangan devisa RI tercatat US$ 95,3 sedangkan pada akhir 2010 cadangan devisa masih tercatat sebesar US$ 96,207 miliar.

Demikian hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang tertuang dalam siaran pers yang disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi Ahmad Johansyah di Jakarta, Jumat (4/2/2011).

“Posisi cadangan devisa pada 31 Januari 2011 tercatat sebesar US$ 95,3 miliar atau setara dengan 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” tuturnya.

Lebih jauh Difi menyampaikan untuk transaksi berjalan pada triwulan I-2011 diperkirakan masih akan mencatat surplus yang cukup besar. Kemudian, sambung Difi, transaksi modal dan finansial (TMF) juga diperkirakan mencatat surplus besar, terutama didukung oleh kuatnya aliran modal masuk investasi langsung (PMA).

Seperti diketahui BI mencatat posisi cadangan devisa hingga akhir Desember 2010 berada pada posisi US$ 96,2 miliar. Selain itu cadangan devisa RI ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.

(dru/dnl)
Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan tingkat BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6,75% hari ini. Keputusan ini diambil akibat peningkatan inflasi yang dipicu oleh pergerakan harga pangan dunia yang tinggi.

Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI, Difi Ahmad Johansyah dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (4/2/2011).

“Keputusan kenaikan BI Rate diambil sebagai langkah antisipatif untuk mengendalikan ekspektasi inflasi ke depan yang mulai meningkat. Peningkatan ekspektasi inflasi terutama dipicu oleh kenaikan harga volatile foods yang masih tinggi,” jelas Difi.

Selain lewat BI Rate, BI juga akan menjaga tekanan inflasi lewat kebijakan nilai tukar dan pengendalian likuiditas. Dewan Gubernur BI meyakini inflasi di 2011 ini bisa dijaga di lecel 5% plus minus 1% dan 4,5% plus minus 1% di 2012.

Selain itu, Dewan Gubernur BI juga menyatakan prospek ekonomi dunia terus membaik dan lebih tinggi. Perekonomian Indonesia di 2011 ini diprediksi bakal bertumbuh 6-6,5%. Pada triwulan I-2011 pertumbuhan ekonomi bakal mencapai 6,4%.

Dewan Gubernur BI mewaspadai ekspektasi inflasi yang mulai meningkat. Inflasi IHK pada Januari 2011 mencapai 0,89% (mtm) atau 7,02% (yoy). Tingginya inflasi terutama disebabkan oleh tingginya inflasi kelompok pangan yang mencapai 18,25% (yoy) karena berlanjutnya gangguan produksi dan distribusi bahan pangan, khususnya beras dan bumbu-bumbuan.

“Di samping dipicu oleh kenaikan harga pangan yang masih tinggi, meningkatnya ekspektasi inflasi juga didorong oleh kenaikan harga komoditi global dan rencana kebijakan Pemerintah khususnya pengurangan subsidi BBM. Dewan Gubernur berpandangan meningkatnya ekspektasi inflasi tersebut perlu direspons secara tepat agar tidak menimbulkan tekanan inflasi ke depan,” tukas Difi.

Sumber: detikcom

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s