DOLAR/Rp AMRIK lage berbalek arah… 070111

Kurs rupiah terhadap dolar di pasar spot antarbank Jakarta, Jumat (7/1) pagi tertekan 53 poin berada pada level Rp9.002 dibanding pada perdagangan kemarin ditutup 8.949. Nilai tukar rupiah terhadap dolar turun di kisaran 9.002-9.015 dibanding penutupan hari sebelumnya 8.949-9.039.

Analis pasar uang dari City Securities Hendri Effendi mengatakan pada pembukaan rupiah sedikit tertekan cenderung mendatar (flat) pada pagi ini. Rupiah sejak beberapa hari ini bergerak dalam kisaran sempit, karena belum ada faktor yang signifikan untuk mendorong mata uang Indonesia bergerak naik.

“Pelemahan rupiah tidak terlalu signifikan, pelaku terlihat masih segan memasuki pasar terkait suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI rate yang masih tetap. Pelaku pasar cenderung lebih melepas rupiah dibanding membeli,” katanya.

Namun rupiah masih berada dalam level yang aman, karena Bank Indonesia masih tetap menjaga agar tetap berada pada kisaran tidak jauh. “Kami optimis BI akan menjaga rupiah sehingga posisinya berada pada level aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, aktivitas pasar hari ini diperkirakan cenderung lesu, karena pendorong kuat belum muncul sampai saat ini.

Sumber : MEDIA INDONESIA

Koreksi di saham batubara dapat digunakan bagi investor sebagai momentum untuk akumulasi di harga rendah. Saham-saham seperti BUMI, ADRO dan BORN pun menjadi pilihan analis.

Pada perdagangan Jumat (7/1) sesi pertama, saham tambang terpantau turun 63,58 poin (1,8%) ke 3.395. Penguatan dua hari di awal tahun, terimbas koreksi pada dua hari perdagangan selanjutnya.Harga beberapa saham pun tergerus tajam.

Siang ini, saham Adaro Energy (ADRO) anjlok 3,6% ke Rp2.675, Bumi Resources (BUMI) jatuh 3,05% ke Rp3.175, Indo Tambangraya Megah (ITMG) melemah 2,2% ke Rp54.250 dan TB Bukit Asam (PTBA) turun 1,5% ke Rp22.850.

Analis Anugerah Securindo Viviet S Putri mengatakan, saham-saham pertambangan masih berpeluang menguat. Ia menilai, investor akan memanfaatkan koreksi saham sektor tambang yang cukup signifikan, untuk akumulasi. “Hal ini menyebabkan saham tambang menguat terbatas pada perdagangan akhir pekan ini,” katanya.

Menurutnya, saat ini saham komoditas masih berada dalam tren penguatan, seiring tingginya harga minyak mentah dunia. Pemodal asing juga tampaknya juga masih mencermati portofolio mereka dan akan beralih ke komoditas.

Beberapa saham yang diprediksikan menguat adalah BUMI, ADRO dan PTBA. “Rekomendasi buy on weakness untuk saham-saham ini,” ujarnya. Sedangkan saham Borneo (BORN), yang saat ini masih bergerak naik di tengah koreksi saham sejenis, juga dinilai masih prospektif.

Sumber : INILAH.COM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s