BI rate @6.5% … 070111

BI Rate Dipertahankan 6,5%
Rabu, 5 Januari 2011 | 16:15

JAKARTA – Kendati ada risiko tingginya tekanan inflasi, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan BI rate pada level 6,5%.

Dewan Gubernur mewaspadai tekanan inflasi yang cenderung meningkat ke depan, seiring dengan gangguan pasokan bahan-bahan kebutuhan pokok (volatile foods) dan kemungkinan penyesuaian harga-harga yang ditetapkan Pemerintah (administered prices).

Sehubungan dengan itu, Bank Indonesia berpandangan bahwa kenaikan ekspektasi inflasi akan dapat diminimalisir apabila dilakukan peningkatan efektivitas produksi, distribusi, dan ketersediaan bahan pokok di tingkat nasional dan daerah.

Kepala Biro Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Difi A Johansyah dalam siaran persnya mengatakan, RDG BI juga menilai, momentum pemulihan ekonomi global kembali meningkat meskipun masih dibayangi oleh risiko krisis utang di Eropa. “Di tengah masih lemahnya pemulihan ekonomi di negara maju, kinerja ekonomi negara emerging markets tetap menunjukkan peningkatan,” jelasnya.

Selain itu, harga komoditas global terus menunjukkan peningkatan, tidak hanya dipengaruhi oleh faktor supply-demand tetapi juga didorong oleh beralihnya investasi ke pasar komoditas akibat pelemahan dolar AS dan rendahnya imbal hasil di negara maju.
“Sejauh inipun, respons kebijakan bank sentral negara-negara maju masih cenderung mempertahankan suku bunga pada level yang relatif rendah,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa negara emerging markets telah meningkatkan suku bunga kebijakannya yang disertai kebijakan untuk mengelola capital inflows dan menstabilkan pergerakan nilai tukar.

Di tengah kondisi ekonomi dan keuangan global yang masih diliputi ketidakpastian tersebut, Dewan Gubernur meyakini perekonomian Indonesia pada 2010 dapat tumbuh sekitar 6%. Capaian ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2010 yang diperkirakan mencapai 6,1%, lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh kuatnya permintaan domestik terutama konsumsi rumah tangga dan investasi.

Sejalan dengan kuatnya kinerja eksternal ekonomi Indonesia tersebut, nilai tukar rupiah mencatat apresiasi disertai tingkat volatilitas yang cukup rendah. Secara point-to-point Rupiah menguat 4,4% (ytd) menjadi Rp9.010 per USD disertai volatilitas yang menurun.

“Kebijakan pengelolaan capital inflows dan stabilitas nilai tukar yang ditempuh Bank Indonesia melalui intervensi valas dan akumulasi cadangan devisa mendorong ekspektasi positif terhadap perekonomian domestik. Secara relatif, penguatan Rupiah lebih rendah dari apresiasi nilai tukar negara di kawasan, dan karenanya daya saing Indonesia masih cukup kompetitif,” jelas Dafi.

Ke depan, Dewan Gubernur meyakini prospek ekonomi Indonesia diprakirakan tetap kuat. Pertumbuhan PDB pada tahun 2011 dan 2012 diprakirakan tumbuh lebih tinggi, masing-masing sebesar 6,3% terutama didorong oleh permintaan domestik khususnya investasi yang mengalami akselerasi.

Akan tetapi, Dewan Gubernur memandang bahwa peningkatan kegiatan ekonomi tersebut akan disertai dengan tekanan inflasi yang meningkat. Tekanan inflasi dapat berasal dari gangguan pasokan bahan-bahan kebutuhan pokok (volatile foods) dan kemungkinan penyesuaian harga-harga yang ditetapkan Pemerintah (administered prices), di samping kenaikan permintaan dan harga komoditas internasional.

Sementara itu, risiko lainnya yang perlu mendapat perhatian adalah terkait masih tingginya aliran modal masuk ditengah ekses likuiditas yang masih cukup besar.

Dewan Gubernur meyakini inflasi bisa mencapai sasaran yaitu 5%±1% pada 2011 dan 4,5%±1% pada 2012. (tk/*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s