cadev @Des2010: 96.2 M dolar amrik … 030111

Senin, 03/01/2011 15:09 WIB
Capai US$ 96,2 Miliar, Cadangan Devisa RI Tertinggi dalam Sejarah
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa hingga akhir Desember 2010 berada pada posisi US$ 96,2 miliar. Dari angka tersebut menunjukkan, selama 2010 cadangan devisa Indonesia bertambah sebesar US$ 26,2 miliar. Selain itu cadangan devisa RI ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.

“Cadangan devisa RI mencapai US$ 96,2 miliar per 31 Desember 2010,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono kepada detikFinance di Jakarta, Senin (3/1/2011).

Kenaikan cadangan devisa yang cukup signifikan ini menurut Hartadi memang di luar perakiraan BI. “Saya sendiri berpikir tadinya tidak akan melewati US$ 96 miliar dan ini benar (tertinggi sepanjang sejarah),” ujarnya.

Bank sentral sendiri pernah menyatakan akan terus memupuk cadangan devisa ke depan. Hal ini sangat diperlukan sebagai upaya untuk memperkuat perisai untuk self insurance ketika terjadi sudden reversal atau pembalikkan modal.

Gubernur BI Darmin Nasution juga salah memrediksikan posisi cadangan devisa RI. Darmin memperkirakan cadangan devisa Indonesia bisa menembus US$ 95 miliar pada tutup akhir tahun 2010.

Berikut posisi cadangan devisa selama tahun 2010 :

* 31 Januari 2010 : US$ 70 miliar
* 28 Februari 2010 : US$ 69,7 miliar
* 31 Maret 2010 : US$ 71,4 miliar
* 29 April 2010: US$ 77 miliar.
* 31 Mei 2010 :US$ 74,5 miliar
* 30 Juni 2010 : US$ 76,3 miliar
* 31 Juli 2010 : US$ 78,7 miliar
* 31 Agustus 2010 : US$ 81,3 miliar
* 30 September 2010 : US$ 86,2 miliar.
* 29 Oktober 2010 : US$ 91,7 miliar.
* 30 November 2010 : US$ 92,75 miliar.
* 31 Desember 2010 : US$ 96,2 miliar.

(dru/dnl)
Kinerja Ekspor RI Bakal Tergantung Pasar Emerging
Senin, 3 Januari 2011 – 20:11 wib

JAKARTA – Kinerja ekspor dinilai akan sangat tergantung pada pasar-pasar emerging, karena pasar di Eropa dan Amerika Serikat (AS) kondisinya belum seutuhnya pulih.

“Kemampuan pemerintah untuk melakukan terobosan switching pasar sangat menentukannya. Oleh sebab itu, pemerintah harus berani melakukan penetrasi yang lebih cepat lagi dengan mapping potensi pasar yang telah dibuat,” ujar Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa saat dihubungi di Jakarta, Senin (3/1/2011).

Adapun dari sisi internal, insentif terhadap sektor nonmigas, kata Erwin, juga penting untuk digenjot untuk meningkatkan daya saing. “Selain itu, permasalahan infrastruktur dan logistic chain juga harus dibenahi,” ucap Erwin.

Pada 2011 ini, Erwin menambahkan, target ekspor pemerintah sebesar 11-12 persen diyakini akan tercapai. Namun, berbagai hambatan teknis terlebih dahulu harus dievaluasi oleh pemerintah.

Sekadar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor nasional sepanjang November 2010 mencapai USD15,34 miliar. Angka ini meningkat 6,52 persen dibandingkan ekspor pada Oktober 2010 yang sebesar USD14,39 miliar.

Sementara itu, nilai impor pada November 2010 sebesar USD13,07 miliar atau naik 7,85 persen dibandingkan dengan Oktober 2010 yang sebesar USD12,12 miliar. Untuk impor nonmigas pada November 2010 sebesar USD10,12 miliar atau naik 3,99 persen dari Oktober yang sebesar USD9,7 miliar.

Sedangkan untuk impor migas pada November 2010 sebesar USD2,95 miliar atau naik 23,60 persen dari Oktober 2010 yang sebesar USD2,38 miliar. (adn)(Sandra Karina/Koran SI/ade)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s