cadev tembus $95M@end 2010 … 281210

Peningkatan aksi ambil untung (profit taking) sehubungan Natal dan akhir tahun memicu outflows di minggu terakhir 2010 hingga mencapai Rp1,1 triliun.

Demikian berdasar data Operasi Pasar Terbuka (OPT) Minggu ke-4 Desember 2010 yang disampaikan Kepala Biro Humas BI, Difi Ahmad Johansyah kepada INILAH.COM, kemarin (28/12) malam. “Menjelang Natal dan akhir tahun, meningkatnya aktifitas profit taking investor asing dan SBI yang jatuh tempo berdampak pada terdapatnya outflows penanaman asing selama sepekan sebesar Rp1,10 triliun,” ungkapnya.

Ia melanjutkan portofolio asing pada SBI dan SUN berkurang masing-masing sebesar Rp1,07 triliun dan Rp290 miliar. Dengan adanya perkembangan tersebut, menurunkan pangsa SBI asing terhadap total outstanding SBI menjadi 26,95% dari sebelumnya 27,48%, dan pangsa SUN asing terhadap total outstanding SUN menjadi 30,80% dari sebelumnya 30,83%.

Di sisi lain, berdasar data per 22 Desember 2010 terdapat penerbitan obligasi baru dari sektor perbankan yang terdiri dari 2 seri dengan total sebesar Rp1,1 triliun, sehingga penerbitan obligasi korporasi pada bulan Desember tercatat sebesar Rp3,9 triliun. “Secara year to date penerbitan obligasi telah mencapai Rp36,8 triliun jauh lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar Rp28,9 triliun,” pungkasnya.

Sumber : INILAH.COM

Senin, 27/12/2010 19:20 WIB
BI: Akhir 2010 Cadangan Devisa Bisa Tembus US$ 95 Miliar
Anwar Khumaini – detikFinance

Jakarta – Bank Indonesia (BI) memperkirakan cadangan devisa Indonesia bisa menembus US$ 95 miliar pada tutup akhir tahun 2010. Angka ini jauh melampaui cadangan devisa awal tahun 2010 yang hanya sebesar US$ 70 miliar.

“Neraca pembayaran terutama selain ekspor impor juga arus modal yang masuk ke Indonesia kemudian cadangan devisa yang meningkat sehubungan dengan
meningkatnya investasi dan arus modal. Kami perkirakan akhir tahun ini sudah mencapai US$ 95 miliar,” kata Gubernur BI Darmin Nasution di Istana Negara, Senin (27/12/2010)

Berikut posisi cadangan devisa selama tahun 2010 :

* 31 Januari 2010 : US$ 70 miliar
* 28 Februari 2010 : US$ 69,7 miliar
* 31 Maret 2010 : US$ 71,4 miliar
* 29 April 2010: US$ 77 miliar.
* 31 Mei 2010 :US$ 74,5 miliar
* 30 Juni 2010 : US$ 76,3 miliar
* 31 Juli 2010 : US$ 78,7 miliar
* 31 Agustus 2010 : US$ 81,3 miliar
* 30 September 2010 : US$ 86,2 miliar.
* 29 Oktober 2010 : US$ 91,7 miliar.
* 30 November 2010 : US$ 92,75 miliar.
* 10 Desember 2010 : US$ 93,1 miliar.

Darmin menambahkan, pada hari ini pemerintah bersama Bank Indonesia membahas hal-hal strategis seperti masalah pertumbuhan ekonomi, inflasi, capital inflow dan lain-lain. Ia juga mengatakan pentingnya koordinasi terkait kebijakan fiskal dengan kebijakan moneter dalam menata perekonomian Indonesia.

“Kami jelaskan tadi, perlu kerjasama erat agar satu irama kalau saudara belajar ekonomi antara fiskal dan moneter harus sinkron kalau tidak sinkron hasilnya tak maksimal,” katanya.

Mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2010, BI memastikan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% sudah di tangan. Meskipun BI mengakui pada periode akhir tahun 2010 terutama kwartal III sedikit terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi.

“Tadi gambaran besarnya bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2010 ini akan mencapai 6 persen dan memang agak terpengaruh dengan pertumbuhan kuartal ketiga yang sedikit di bawah targetnya yang tadinya ditarget lebih tinggi tapi tetap mencapai 6 persen pada akhir tahun,” katanya
(hen/qom)

BI: Cadangan Devisa 95 Miliar Dollar AS
Senin, 27 Desember 2010 | 22:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution memaparkan, nilai cadangan devisa Indonesia per Desember 2010 mencapai 95 miliar dollar AS. Cadangan ini dapat dipakai untuk berjaga-jaga jika terjadi penarikan tiba-tiba yang dilakukan masyarakat. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2010 diperkirakan mencapai enam persen.

“Memang hal ini agak terpengaruh pertumbuhan kuartal ketiga yang sedikit di bawah targetnya. Tapi tetap mencapai 6 persen,” kata Darmin kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (27/12/2010).

Darmin, pada rapat kabinet terbatas bidang ekonomi yang digelar di Kantor Presiden, memaparkan soal kondisi perekonomian dan proyeksi di tahun 2011.

Darmin, pada kesempatan tersebut, menyampaikan kerja sama yang harus dilakukan agar kebijakan fiskal dan moneter tetap sinkron dan harmonis. “Area pertama, pengendalian inflasi. Pada tahun ini, inflasi melampaui target. Tahun depan diharapkan bisa dikendalikan ke dalam target yang sudah digariskan,” kata Darmin.

Kerja sama kedua adalah bagaimana menghadapi arus modal yang masuk ke Indonesia. Ada tiga area kebijakan yang perlu diambil dan digariskan agar hal tersebut sinkron. “Pertama adalah bagaimana mengurangi kecepatan arus modal yang bersifat spekulatif dan jangka pendek. Kedua, bagaimana memanfaatkan arus modal yang masuk supaya dapat membiayai kegiatan yang bersifat jangka panjang. Hal ini bisa melalui IPO sektor swasta maupun publik. Ketiga, bagaimana mempersiapkan kemampuan berjaga-jaga kalau sampai terjadi penarikan tiba-tiba,” papar Darmin.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, kondisi perekonomian 2010 jauh lebih baik dari 2009. Pertumbuhan lebih berimbang dimana pertumbuhan ekspor dan investasi cukup kuat.

“Bahkan investasi kita yang dicatat BKPM mengalami angka yang tertinggi sejak krisis 1998,” katanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s