suku bunga GAGAL KENDALI infla$1 … 241210

Beras-Capai Picu Inflasi Jadebotabek Capai 37,7%
Headline
inilah.com
Oleh: Hans Arthur Sinjal
Ekonomi – Kamis, 23 Desember 2010 | 14:51 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjelaskan bobot inflasi Jadebotabek mencapai 37,7% dengan rata-rata inflasi 2009-2010 sekitar 4,5%.

Demikian dikatakan Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Hasan Basri Saleh. “Jakarta memiliki pengaruh besar dalam pembentukan inflasi nasional dengan bobot 22,5%, ungkapnya di Jakarta, Kamis (23/12).

Pada November 2010, Kota Jakarta mencatat kenaikan inflasi kumulatif sebesar 5,41%(ytd) atau 5,95% (yoy). Sedangkan memasuki September-Oktober penurunannya cukup drastis. Untuk Oktober mencapai 0,22% dan November naik 0,3%.

Untuk beras kalau kita pantau di Cipinang, yang masuk lebih besar daripada yang keluar. Jadi sampai saat ini stok mereka dalam kondisi aman mencapai 3.000 ton per hari. Data terakhir november memasuki Desember yang keluar itu turun, tapi di pasar atau ritel justru naik. Walaupun secara nasional, di daerah lain stok aman.

Ia juga menambahkan cabe menunjukan kenaikan, sebab suplai mengalami penurunan dari Jawa Tengah seperti, Magelang, Klaten, Salatiga, Muntilan. Di Pasar Induk Kramat Jati pasokan turun hingga 13,8 persen. Ini sebagai dampak terkena bencana gunung Merapi.

Sedangkan menurut Wakil Ketua TPID Sugeng, pihaknya memperhatikan daerah yang memiliki peranan penting dalam mendorong laju inflasi seperti Jakarta, Banten, dan Jawa Barat menyumbang inflasi 46% dibanding daerah lain di Indonesia. Oleh karena itu, Jakarta mempunyai peranan 22 persen untuk nasional.

Hasan, mengatakan setelah koordinasi dengan Bank Indonesia dan SKPDN terkait data yang ada dibandingkan dengan data perkembangan inflasi yang dipantau BPS. [hid]

Rabu, 22/12/2010 18:37 WIB
Pemerintah Akui Gagal Capai Target Inflasi 2010
Ramdhania El Hida – detikFinance

Jakarta – Pemerintah mengakui telah gagal mencapai target inflasi yang sudah ditentukan tahun ini. Tahun depan, pemerintah akan lebih berhati-hati menjaga tingkat inflasi.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Erlangga Mantik mengakui, inflasi pada akhir tahun diperkirakan akan melampaui batas dalam kisaran 5% plus minus 1. Hal ini terbukti pada November, inflasi kumulatif sudah mencapai 5,8%.

Erlangga menyatakan, tingginya inflasi disebabkan oleh inflasi kelompok bahan pangan, terkait terbatasnya pasokan beberapa komoditas, seperti beras dan kelompok aneka bumbu sebagai akibat anomali cuaca.

Sedangkan tekanan dari sisi eksternal, lanjut Erlangga, disebabkan kenaikan harga komoditas internasional yang dapat dikompensasi dengan apresiasi nilai tukar rupiah.

”Sejauh ini, tekanan dari sisi eksternal karena kenaikan harga komoditas internasional dapat dikompensasi dengan apresiasi nilai tukar rupiah,” ungkap Erlangga di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (22/12/2010).

Untuk ke depan, inflasi diperkirakan dapat diarahkan pada kisaran sasarannya. Dalam APBN 2011, inflasi tetap ditargetkan sebesar 5,3%.

”Pemerintah melalui peraturan Menteri Keuangan nomor 143 tahun 2010, menetapkan sasaran inflasi tahun 2011 dan 2012 sebesar 5 persen dan 4,5 persen dengan deviasi 1 persen,” ujarnya.

Pencapaian target inflasi tahun 2011-2012 tersebut telah dibahas rencana tindakan yang akan dilaksanakan beberapa kementerian dan lembaga terkait, termasuk Bank Indonesia, serta pemerintah daerah.

Pemantauan dan evaluasi kebijakan pencapaian inflasi dilaksanakan oleh tim pengendalian inflasi di tingkat pusat (TPI) dan tingkat daerah (TPID) yang hingga saat ini sudah terbentuk di 51 kota dan akan diperluass ke 15 kota lainnya.

”Untuk mendorong sinergi kebijakan dan program instansi pusat dengan instansi pemerintah daerah dalam menjafa stabilitas harga, pemerintah berencana untuk memperluas pembentukan TPID di 15 kota lainnya,” tambah Erlangga.

Pemerintah juga akan terus mewaspadai beberapa faktor risiko terhadap pencapaian sasaran inflasi tersebut yang memerlukan kerjasama para pemangku kepentingan.

“Faktor risiko tersebut antara lain terkait dengan kemungkinan gangguan produksi serta distribusi bahan kebutuhan pokok, kenaikan harga komoditas internasional, serta adanya kecenderungan peningkatan permintaan yang lebih cepat dari penawaran,” ujarnya.

Langkah-langkah tersebut, lanjut Erlangga, perlu didukung oleh pelaku dunia usaha dan masyarakat. Dalam kaitan ini, dunia usaha dan masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan tindakan spekulasi dengan cara menimbun atau memborong bahan makanan pokok.

“Pemerintah berkomitmen menjamin ketersediaan pasokan bahan makanan,” tandasnya.

(nia/ang)
Pertumbuhan dana nasabah kaya di perbankan dengan nilai simpanan di atas Rp 5 miliar mengalami peningkatan Rp 21,06 triliun sepanjang November 2010. Dana nasabah kaya ini tumbuh paling besar.

Menurut hasil laporan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang dikutip, Kamis (23/11/2010), hingga akhir November 2010 jumlah dana nasabah kaya dengan nilai simpanan di atas Rp 5 miliar mencapai Rp 886,02 triliun atau porsinya mencapai 39,52% dari keseluruhan total dana nasabah perbankan.

Hingga akhir November 2010, total dana nasabah yang disimpan di perbankan mencapai Rp 2.241,79 triliun, naik Rp 39,98 triliun dibandingkan Oktober 2010.

Kenaikan total simpanan terbesar berdasarkan jenis simpanan terjadi pada giro sebesar Rp 15,9 triliun, diikuti tabungan Rp 14,68 triliun, deposito Rp 8,34 triliun, dan simpanan lainnya Rp 1,06 triliun.

Selain itu secara keseluruhan, dana nasabah dengan nilai simpanan di atas Rp 2 miliar mencapai Rp 1.097 triliun, atau persentasenya di atas 48,98% dari keseluruhan total dana nasabah perbankan.

Jumlah simpanan yang dijamin oleh LPS pada bulan November 2010 menjadi sebesar Rp 1.353,4 triliun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 18,78 triliun dibandingkan dengan bulan Oktober 2010 yaitu sebesar Rp 1.334,62 triliun.

Sumber: detikcom

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s