JANGAN kebablasan … 241210

Redam Capital Inflow, BI Akan Tempuh 5 Kebijakan
Jum’at, 24 Desember 2010 – 15:46 wib
Martin Bagya Kertiyasa – Okezone

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) akan menempuh bauran kebijakan (policy mix) guna menghadapi tekanan inflasi dan capital inflow yang diperkirakan masih akan datang.

“Dalam menghadapi tekanan inflasi dan capital inflow, BI menempuh paling tidak lima bauran kebijakan,” papar Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Pery Warjiyo, di Jakarta, kemarin.

Adapun kebijakan tersebut yakni kebijakan suku bunga, dengan tetap mempertahanakan BI rate di angka 6,5 persen.

“Kita masih konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi serta mendorong intermediasi perbankan dan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan BI rate akan semakin mendorong capital inflow dan tekanan apresiasi rupiah,” paparnya.

Kedua dengan menggunakan kebijakan nilai tukar, dengan apresiasi rupiah yang lebih rendah (5,5 persen pada 2010 dan 14,9 persen pada 2009). “Apresiasi rupiah yang lebih besar mempercepat impor dan menurunkan pertumbuhan ekonomi, meskipun dapat menurunkan inflasi,” imbuhnya.

Ketiga, akumulasi cadangan devisa. Di mana cadangan devisa meningkat dari USD66 miliar di 2009 menjadi USD93,4 miliar tahun ini. “Selain sebagai implikasi dari kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah, akumulasi cadangan devisa diperlukan untuk self insurance dalam menghadapai sudden reversal,” tambahnya.

Keempat, kebijakan makroprudensial terhadap capital flow yang menggeser Sertifikat Bank Indonesia (SBI) ke term deposit untuk mengurangi supply SBI yang dapat dibeli investor asing. “Perlunya memitigasi risiko sudden and large capital flow reversals yang berpotensi menimbulkan instabilitas moneter dan sistem keuangan,” paparnya.

Kelima, kebijakan makroprudensial untuk pengelolaan likuiditas domestik dengan menaikan Giro wajib Minimum (GWM). “Perlunya ekses likuiditas domestik baik melalui penguatan operasi moneter dengan mengarahkan lebih jangka panjang maupun melalui penyerapan likuiditas secara langsung dengan GWM,” ungkapnya.

Dia menambahkan capital inflow sampai berdampak pada apresiasi rupiah BI telah mempersiapkan langkah cadangan. “BI telah mempersiapkan langkah-langkah lanjutan terhadap capital flow jika pada waktunya diperlukan,” pungkasnya.

Sdapun bentuk langkah-langkah tersebut adalah memberlakukan kembali batasan PLN jangka Pendek Bank (rekening vostro), dan kebijakan Month holding Period (MHP) baik 3 MHP maupun 1 MHP ditambah kewajiban FX Hedging.(ade)
Utang Luar Negeri Swasta Meningkat
Rabu, 22 Desember 2010 | 21:34 WIB
shutterstock

JAKARTA, KOMPAS.com — Pinjaman luar negeri (PLN) swasta dari kredit induk dan afiliasi pada periode 2007-2010 menunjukkan tren meningkat.

Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah di Jakarta, Rabu (22/12/2010), mengatakan, posisi PLN dari perusahaan induk dan afiliasi pada 2007 hanya sebesar 27,2 persen, tetapi per Oktober 2010 telah menjadi 36,5 persen dari total posisi PLN swasta.

Peningkatan tersebut, kata Difi, mengindikasikan bahwa di tengah ketidakseimbangan pemulihan ekonomi global, perusahaan induk masih menaruh kepercayaan kepada anak perusahaan di Indonesia untuk memanfaatkan tingginya permintaan domestik.

Peningkatan pangsa PLN yang berasal dari perusahaan induk dan afiliasi dapat memperkecil magnitud tekanan pembayaran. PLN dari perusahaan induk dan afiliasi relatif lebih fleksibel dan dapat di-roll over apabila dana masih diperlukan untuk pengembangan usaha.

Selain itu, tidak tertutup kemungkinan pembayaran pinjaman tersebut akan dijadwal ulang (rescheduling) apabila pihak debitor mengalami kesulitan likuiditas.

Peranan kreditor induk dan afiliasi terutama terjadi pada PLN swasta non-bank, tecermin dari pangsa yang relatif lebih besar dibandingkan di sektor perbankan.

Pada Oktober 2010, pangsa kreditor induk dan afiliasi terlihat semakin besar mencapai 33,2 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa risiko tekanan pembayaran di sektor swasta non-bank semakin menurun.
ANT
Sumber :
Rabu, 22 Desember 2010 | 18:06 oleh Roy Franedya, Nina Dwiantika kontan
DPK BANK
Likuiditas valas perbankan mulai turun saat kredit naik

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) bisa bernafas lega karena target kredit pertumbuhan kredit bawah sudah terpenuhi. Sayang, penyaluran kredit tidak diikuti dengan naiknya dana pihak ketiga (DPK). Pada minggu ketiga Desember 2010, bank mencatatkan penurunan DPK sebesar Rp 1,94 triliun menjadi Rp 2.217,27 triliun. Penurunan tersebut berasal dari penurunan DPK Valas sebesar Rp 312,52 triliun. “Secara Tahunan (yoy) DPK tumbuh 16,41%,” ujar Kepala Humas BI Diffi A Johansyah.

BI mencatat penurunan tersebut terjadi pada kelompok bank BUMN, bank swasta, bank campuran dan BPD dimana penurunan tertinggi terjadi bank BUMN sebesar Rp 7,72 triliun sedangkan DPK KCBA hanya naik Rp 67 miliar. “Jika dilihat per komponen, penurunan DPK selama pekan laporan disebabkan turunnya Deposito dan Giro masing-masing sebesar Rp 5,78 triliun dan Rp 1,63 triliun,” terang Diffi.

Sementara DPK rupiah mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan DPK rupiah terjadi pada bank swasta, BUMN dan KCBA dimana peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok Bank BUMN mencapai Rp 5,84 triliun. Sementara kelompok bank campuran turun Rp 3,98 triliun dan BPR turun Rp 67 miliar.

Direktur Ritel Banking Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan terpenuhinya target kredit perbankan tersebut dikarenakan sudah lebih membaiknya kondisi sektor riil tahun ini ketimbang tahun lalu. “Tahun ini pembangunan infrastruktur lebih gencar dan masyarakat juga lebih berani untuk mengajukan kredit yang sifatnya untuk konsumsi,” ujarnya.

Terkait penurunan DPK Valas, Kostaman menjelaskan turunnya DPK valas karena banyaknya investor asing yang melakukan profit taking dari penguatan nilai tukar rupiah yang sudah terjadi sepanjang tahun. “Tetapi ini sifatnya sementara awal tahun depan asing akan masuk lagi dan DPK Valas anak tumbuh lagi,” tuturnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s