Rupiah itu ANTENG @chinese-euro … 221210

Utang Zona Euro Masih Jadi Momok di Pasar
Headline

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Rabu, 22 Desember 2010 | 18:49 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham domestik ditutup melemah sementara rupiah ditransaksikan sideways. Peringatan pemangkasan rating utang di zona euro masih menjadi momok di pasar.

Ariston Tjendra, periset dan analis PT Monex Investindo Futures mengatakan, penutupan rupiah hari ini dipicu tarik menarik antara penjual dan pembeli sehingga rupiah ditutup sideways dibandingkan kemarin.

Sepanjang perdagangan rupiah sempat melemah ke level 9.050. Pasar masih terpengaruh negatif oleh faktor eksternal yang memicu penguatan dolar AS. Hal ini masih disulut oleh krisis utang Uni Eropa.

“Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah sempat mencapai level terlemahnya 9.050, kemudian menguat ke level 9.037 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (22/12).

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (22/12) ditutup menguat sangat tipis 1 poin (0,01%) jadi 9.037/9.047 per dolar AS dari posisi kemarin 9.038/9.048.

Ariston melanjutkan, beberapa negara di Eropa mendapat warning dari lembaga pemeringkat seperti Fitch dan Moody’s. Lembaga pemeringkat itu, mengancam akan menurunkan peringkat utang di Zona Euro seperti Spanyol, Portugal, Yunani dan Irlandia. “Peringatan-peringatan tersebut menandakan zona euro belum aman,” ujarnya.

Menurutnya, lembaga-lembaga pemeringkat itu akan mereview kembali pandangan tersebut dalam tiga bulan mendatang apakah rating utang di Eurozone akan dipangkas kembali atau tidak? “Jadi sentimennya belum berubah, dalam beberapa hari terakhir. Karena itu, dolar AS masih kuat terhadap rupiah,” paparnya.

Namun, dalam tiga hari terakhir, rupiah bertahan di kisarannya 9.040. Di sisi lain, jelang liburan Natal, kekuatan dolar AS untuk terus memperlemah rupiah di atas 9.050 ternyata tidak cukup kuat. “Terjadi tarik menarik antara penjual dan pembeli sehingga rupiah ditutup sideways dibandingkan kemarin.

Terhadap mata uang utama, dolar AS ditransaksikan variatif. Terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro) dolar AS melemah. “Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke level US$1,310 dari sebelumnya US$1,3095 per euro,” imbuh Ariston.

Sementara pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, pelemahan indeks saham hari ini dipicu keraguan investor untuk masuk ke market kembali. Ini bisa dilihat dari pergerakan indeks yang variatif di sesi pertama. “Mereka mengkhawatirkan net sell asing gelombang kedua,” ungkapnya.

Tapi, Willy menegaskan, indeks sudah melewati 17 Desember di mana biasanya asing melakukan penjualan setengah bulan pertama bulan ini. Setengah bulan terakhir, mereka wait and see dan kembali melakukan akumulasi di akhir bulan. “Hari ini konsolidasi antara kekuatan beli dan jual,” imbuhnya. [mdr]

Indonesia’s rupiah traded near its weakest level in three weeks on speculation trading in the currency slowed ahead of the year-end holidays.

The currency will stay “range-bound for the rest of the year,” according to Joanna Tan, a regional economist at Forecast Singapore Pte. The rupiah has gained 3.8 percent this year as overseas investors bought $2.18 billion more Indonesian shares than they sold during the period, exchange data show.

“The rupiah is not going anywhere due to the holiday- thinned market,” Singapore-based Tan said. “It will probably range between 9,030 to 9,051 for the rest of the year.”

The rupiah traded at 9,046 per dollar as of 8:53 a.m. in Jakarta, compared with 9,043 yesterday, according to data compiled by Bloomberg. The currency fell as much as 0.1 percent to approach 9,058, its weakest level since Dec. 1.

Government bonds rose yesterday, snapping a six-day slide. The yield on the 11 percent bond maturing in November 2020 dropped 16 basis points, the most since Nov. 19, to 7.82 percent, according to the Inter-Dealer Market Association.

Indonesian notes have returned 19.2 percent this year, the best performance in Asia, according to indexes compiled by HSBC Holdings Plc. Overseas investors raised holdings of government debt by 81 percent this year to 195 trillion rupiah ($21.6 billion) as of Dec. 17, finance ministry data show.

Sumber : BLOOMBERG.COM

China Dukung Bailout Eropa, Rupiah Terangkat
Headline
i
Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Selasa, 21 Desember 2010 | 17:03 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (21/12) ditutup menguat 5 poin (0,05%) jadi 9.038/9.048 per dolar AS dari posisi kemarin 9.043/9.053.

Albertus Christian K, periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures mengatakan, penguatan rupiah hari ini dipicu oleh pelaku pasar yang lebih tertarik pada aset-aset berisiko. Termasuk, mata uang yang berimbal hasil tinggi seperti rupiah.

Hal ini, lanjutnya, dipicu oleh dukungan China terhadap International Monetary Fund (IMF) dan Komisi Uni Eropa terkait mekanisme bailout ke negara-negara anggota Uni Eropa yang bermasalah. Karena itu, pasar mengalami sedikit kepulihan. “Karena itu, meski tipis rupiah berhasil menguat hari ini,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (21/12).

Pulihnya pasar juga bisa dilihat dari menghijaunya kembali saham-saham di Eropa. “Sebab, meski belum pasti, China sepertinya akan turut membantu proses bailout negara-negara Uni Eropa,” ungkapnya.

Penguatan rupiah juga, dipicu oleh harga komoditas yang menanjak seperti minyak akibat peningkatan permintaan bahan bakar yang tinggi menjelang musim salju. Itu juga sangat positif karena menopang sektor ekspor komoditas dari dalam negeri seperti batu bara. “Akibatnya, permintaan rupiah meningkat dan menguat,” imbuh Albertus.

Namun, lanjutnya, penguatan rupiah hari ini hanya terbatas karena memang tren dolar AS masih menguat hingga akhir tahun. “Hanya saja, rupiah lebih stabil dibangingkan mata uang lain,” paparnya.

Karena itu, dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro). “Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke level US$1,3138 dari posisi sebelumnya US$1,3130 per euro,” tandas Albertus. [hid]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s