bbri melorot, ihsg mantenk … 171210

Saham Perbankan Dukung Kenaikan Indeks
Oleh: Asteria & Ahmad Munjin
Pasar Modal – Jumat, 17 Desember 2010 | 12:42 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Sektor perbankan Indonesia tampaknya masih menjanjikan. Outlook positif, didukung kenaikan rating oleh pemeringkat internasional Moody’s menjadi sentimen yang dapat mengerek sektor ini naik.

Pada perdagangan Jumat (17/12) sesi pertama, sektor perbankan naik 0,4% ke 466,09. Beberapa saham terpantau menguat, seperti Bank Negara Indonesia (BBNI) yang naik Rp75 (2%) ke Rp3.725, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp150 (2,3%) ke Rp6550 dan Bank Danamon naik Rp50 (0,8%) ke Rp5.800. Bank Mandiri stagan di level Rp6.450 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang turun Rp100 (0,9%) ke Rp10.250.

Gina Novrina Nasution, riset analis dari Reliance Securities mengatakan, koreksi BBRI disebabkan aksi Bank Dunia yang memangkas proyeksi pertumbuhannya untuk Indonesia sebesar 0,1% jadi 5,9% di 2011. Ini menandakan pertumbuhan RI akan lebih rendah tahun depan dibandingkan 2010 yang berada di level 6%. “Ini juga turut jadi tekanan bagi saham-saham di sektor perbankan yang sempat menguat di sesi pertama,” katanya kepada INILAH.COM.

Namun, secara keseluruhan, Gina melihat saham-saham perbankan masih prospektif dan menopang apresiasi IHSG, terutama setelah mengalami pelemahan tajam dalam lima hari terakhir. Beberapa saham jagoannya adalah BBRI, BBNI, BDMN, BBCA, Bank Jabar Banten (BJBR), dan Bank Tabungan Negara (BBTN), “Rekomendasi buy on weakness untuk semua saham tersebut,” ujarnya

Sentimen positif untuk sektor perbankan juga datang dari lembaga rating internasional Moody’s yang menaikkan outlook perbankan Indonesia menjadi stabil, ketimbang Januari 2011 yang negatif. Perbaikan outlook karena kinerja dan permodalan yang cukup stabil, bahkan menguat empat hingga enam kuartal ke depan. Moody’s juga menyatakan, keterlibatan pemerintah dalam sistem perbankan Indonesia sangat kuat, dengan kontrol pemerintah sebesar 25% atas aset perbankan melalui lewat perbankan BUMN.

Secara statistik, tingkat permodalan perbankan di Indonesia telah meningkat, dengan rasio kecukupan modal (CAR) rata-rata hingga September mencapai 16,5%. Sedangkan kualitas kredit terlihat dari turunnya tingkat kredit bermasalah (NPL) menjadi 2,96% dari Mei 2009 di 4,14%. Kendati demikian, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi sistem perbankan RI, seperti gejolak politik, lemahnya penegakan hukum, tingginya korupsi, serta rendahnya tata kelola dan transparansi perusahaan.

Tim riset etrading menilai positif kenaikan peringkat ini, karena merupakan indikasi awal kenaikan rating Indonesia, yang diperkirakan terjadi tahun depan. Saat ini saham perbankan diperdagangkan pada PBV yang tinggi sejak krisis. “Namun harus diingat, sebelum krisis PBV perbankan rata-rata mencapai 7 kali, sementara saat ini baru mencapai 2,5 kali,” ungkapnya dalam riset harian Jumat (17/12).

Alex Soedarto, analis pasar modal Minapadi Investama juga menilai saham perbankan Indonesia masih prospektif. Meskipun potensi China menaikkan suku bunga bisa menekan saham perbankan dan keuangan dunia, ia menilai hal ini tidak berimbas besar pada perbankan di Indonesia. “Hal ini karena sektor finansial Indonesia memiliki karakter yang berbeda, dengan kredit yang tidak banyak terkait dengan properti,” katanya kepada INILAH.COM.

Selain itu, beberapa emiten memiliki arus kas yang kuat, terkait aksi korporasi masing-masing. Seperti

BBRI yang baru menambah aset kreditnya, kemudian BBNI yang baru mendapatkan dana segar dari right issue dan BBNI yang baru akan menggelar right issue,”Saya masih rekomendasikan buy on weakness pada emiten-emiten ini,” ujarnya.

Sedangkan Yuganur Wijanarko, analis dari HD Capital merekomendasikan saham BBRI karena outlook jangka panjang perseroan yang masih positif. “Rekomendasi beli dengan target harga dapat mencapai Rp11.350,“ ujarnya.

Menurutnya, pertumbuhan nilai aset, pinjaman tersalurkan, dan posisi di pangsa pasar yang lebih kuat pascaakuisisi bank Agro, dapat meredam koreksi selama ini, akibat turunnya pertumbuhan kredit di kuartal tiga 2010 menyusul pembayaan hutang oleh debitor.

Saham lain pilihan Yuga adalah Bank Danamon (BDMN). Suksesnya BDMN mempunyai pangsa pasar kokoh di mikro UKM perkotaan yang high margin membuatnya cukup menarik untuk dilirik untuk akumulasi. Selain itu, outlook consumer banking terutama di kredit otomotif yang cerah juga akan menunjang kinerja di 2011,”Investor bisa beli BDMN dengan target harga Rp6.150,” katanya. [mdr]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s