bbri v. kejahatan ATM (+ terorisme?) … 131210

Senin, 13/12/2010 16:35 WIB
Polisi Bentuk Tim Khusus Usut Perampokan ATM BRI di Bekasi
E Mei Amelia R – detikNews

Jakarta – Polda Metro Jaya membentuk tim khusus untuk mengusut perampokan ATM BRI di Bekasi. Tim ini juga akan menelusuri sindikat perampok ATM.

“Mereka bentuk tim untuk melakukan pengejaran, ada dari Polda Metro Jaya juga,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Djafar kepada wartawan di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (13/12/2010).

Baharudin mengungkapkan, tim ini nantinya akan melakukan penelusuran ke sindikat perampokan spesialis ATM. “Dari penelusuran ini nantinya dapat diketahui, yang merampok ini kelompok mana. Karena biasanya perampok ini punya kelompok-kelompok,” jelasnya.

Sementara itu, Baharudin mengakui pihaknya menemui kesulitan dalam mengusut perampokan tersebut. Satu-satunya petunjuk berupa rekaman CCTV, tidak didapatkan kepolisian.

“Dari CCTV belum tahu karena dirusak,” katanya.

Sabtu (11/12/2010) sekitar pukul 01.00 WIB, mesin ATM BRI di Alfamart di Perumahan Alinda II, Bekasi Utara, Kota Bekasi digondol perampok. Dengan menggunting gembok rolling door Alfamart, pelaku berhasil masuk ke dalam toko.

Para pelaku sempat menodong seorang satpam dan tukang rokok di sekitar lokasi. Dua saksi ini kemudian disandera pelaku lalu dibawa dan dibuang di tempat yang jauh dari lokasi.

Belum diketahui berapa kerugian yang diderita pihak Bank BRI. “Masih didata, kita belum tahu jumlahnya berapa,” tutup Baharudin.

(mei/nwk)

Pengusaha ritel akan meningkatkan kewaspadaan dan keamanan, khususnya minimarket yang bersanding dengan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) perbankan.

“Pasti akan ditingkatkan (keamanan). Kalau CCTV kan sudah ada. Mau ditambah apa, tergantung masing-masing,” ungkap Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta kepada detikFinance di Jakarta, Senin (13/12/2010).

Peningkatan keamanan dan kewaspadaan terjadi merupakan reaksi atas pembobolan mesin ATM BRI di dalam mini market Alfa, Bekasi. Namun Aprindo menilai, perampokan uang dalam mesin ATM bisa dilakukan di mana pun, tidak hanya di dalam minimarket.

“Mereka kan melihat kesempatan. Di dalam market atau di luar. Ini kan kasus. Memang ada kelompok masyarakat yang cari uang dengan cara itu (membobol ATM). Kita juga bicara dengan pemilik ATM, tentang sistem pengamanan,” tambahnya.

“Pelaku mungkin melihat, keamanan yang kendur, jadi lebih gampang. Yang (buka) 24 jam ada kejadian namanya rampok,” tegas Tutum.

Seperti diketahui, ada 8 orang yang diduga membobol mesin ATM BRI yang ada di dalam minimarket Alfa. Ditengarai perseroan merencanakan aksi mereka dengan matang. Pelaku juga mengenal baik situasi minimarket tersebut dan posisi CCTV .

Kepolisian resor Bekasi Utara menyatakan, pelaku menjalankan akasinya sekitar pukul 01.00 WIB, dengan menggunakan 2 buah mobil. Setelah membongkar rolling door mini market, pelaku kemudian masuk dan membongkar ATM.

Pelaku juga sempat menyandera karyawan minimarket yang berjaga. Setelah menggondol mesin ATM yang ditengarai berisi uang Rp 150 juta, pelaku kemudian pergi dengan membawa sandera dan menurunkannya di tempat yang tidak jauh dari lokasi perampokan.

Manajeman BRI mengaku sistem pengamanan mesin ATM miliknya sudah sesuai standar dan optimal. Kasus pembobolan uang tunai Rp 150 juta di minimarket Alfa ini pun sudah diserahkan kepada pihak kepolisian.

Sumber: detikcom

Advertisements

One thought on “bbri v. kejahatan ATM (+ terorisme?) … 131210

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s