perbankan indon 2010 MENCORONG … 091210

Wahyu Sidarta
Associate Analyst Vibiz Research Center
Kinerja Emiten Perbankan Cemerlang di Tahun 2010; Outlook Masih Prospektif
Kamis, 25 November 2010 17:27 WIB
(Vibiznews – Stocks) – Pemulihan perekonomian di negara maju cenderung melambat, sementara di negara emerging markets cenderung mengalami moderasi pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, aliran masuk modal asing yang deras ke Indonesia terus berlanjut. IHSG terus mencetak rekor baru dan sempat mencapai level tertinggi sementara ini pada level 3777,918.

Khususnya kali ini, kita akan melihat bagaimana kinerja dari sektor perbankan, yang dapat dikatakan merupakan salah satu pendorong utama penguatan IHSG belakangan ini.

Sekilas Performa Saham-saham Perbankan, BTPN Terbaik

Jika melihat data pada tabel di atas, maka tampak bahwa saham-saham perbankan rata-rata melesat cukup tajam dari awal tahun hingga Oktober 2010. Performa terbaik diraih oleh saham PT Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk (BTPN) yang tercatat meroket 246,67% hingga akhir Oktober 2010 atau naik 3,47x dari harga di awal tahun 2010.

Bank-bank BUMN juga secara keseluruhan melesat cukup tajam, terutama saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) yang tercatat melesat 136,90% hingga Oktober 2010 atau naik 2,37x dari harga di awal tahun 2010.

Selain itu, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) tercatat sudah melesat 109,64% hingga Oktober 2010, walau baru IPO pada tanggal 8 Juli 2010.

Kinerja Kuartal III-2010 Cemerlang

Jika melihat tabel di atas, laba bersih BTPN pada kuartal III-2010 tercatat sebesar Rp 577 miliar atau meroket 116,92% dari kuartal III-2009 sebesar Rp 266 miliar. Maka tidak heran jika performa saham BTPN yang paling baik hingga Oktober 2010.

Kinerja Bank BUMN secara keseluruhan juga sangat baik, dimana laba bersih BBTN melesat paling tinggi di kuartal III-2010. Tercatat BBTN meraih laba bersih sebesar Rp 597 miliar pada kuartal III-2010, atau melesat sekitar 84,26% dari kuartal III-2009 sebesar Rp 324 miliar.

Penyaluran Kredit Melesat, NPL Relatif Aman

Melihat tabel di atas, secara umum penyaluran kredit mengalami peningkatan yang cukup lumayan di kuartal III-2010 dibandingkan tahun lalu.

Pertumbuhan kredit yang tertinggi diraih oleh BTPN, dimana tercatat pada kuartal III-2010 berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 21,81 triliun atau bertumbuh 58,27% dari kuartal III-2009 yang hanya sebesar Rp 13,78 triliun.

Bank BUMN juga rata-rata mencatatkan pertumbuhan kredit yang lumayan, dimana penyaluran kredit BBTN di kuartal III-2010 tercatat sebesar Rp 46,56 triliun, atau naik 28,19% dari kuartal III-2009 sebesar Rp 36,32 triliun.

Walaupun penyaluran kredit melesat, NPL emiten-emiten tersebut di atas dinilai masih relatif aman karena masih berada dalam batas toleransi BI (Bank Indonesia) sebesar 5%.

NPL bank-bank BUMN rata-rata mengalami penurunan, hanya BBTN yang mengalami sedikit kenaikan dari 3,40% menjadi 3,48%.

BI Rate Stabil di 6,50%, Inflasi Masih Sesuai Sasaran

BI (Bank Indonesia) terus mempertahankan suku bunga di level 6,50% sejak Agustus 2009 hingga November 2010 ini. Menurut RDG (Rapat Dewan Gubernur) di bulan November ini, BI rate ini masih konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi dan tetap kondusif untuk menjaga stabilitas keuangan.

Ditengah masih derasnya arus modal masuk dan kondisi ekses likuiditas yang cukup besar, RDG menegaskan bahwa pengelolaan likuiditas perekonomian merupakan hal yang lebih penting.

Inflasi IHK (Indeks Harga Konsumen) bulan Oktober tercatat sebesar 0,06% (mtm) atau sebesar 5,67% (yoy). Turunnya inflasi IHK di bulan Oktober tersebut diperkirakan akibat terkoreksinya harga beberapa komoditas bahan pangan dan tarif angkutan pasca Hari Raya Idul Fitri.

Namun potensi peningkatan laju inflasi kedepannya dinilai masih cukup besar, terutama harga komoditas di pasar internasional. Sementara ini, Bank Indonesia tetap berkomitmen untuk menjaga inflasi pada kisaran yang ditetapkan yakni sebesar 5%±1% untuk tahun 2010-2011 dan 4,5%±1% untuk tahun 2012.

Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan hingga kuartal III-2010 mencapai 18,6%. Sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 77,06% pada periode September 2010.

Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan yang secara umum masih tinggi, rasio kredit bermasalah (NPL) yang terjaga dibawah 5%, serta kondisi likuiditas perbankan yang terkendali mencerminkan bahwa kesehatan dan ketahanan sektor keuangan di Indonesia masih sangat baik saat ini.

Kesimpulannya, sektor perbankan Indonesia masih sangat prospektif kedepannya. Pertumbuhan kredit hingga akhir Oktober 2010 sudah mencapai 21,9% (yoy), sesuai dengan target akhir tahun sebesar 22-24%.

Penyaluran kredit di tahun 2011 diperkirakan masih cenderung meningkat lagi, didukung oleh kondisi makroekonomi yang kondusif. Dengan begitu, kinerja emiten-emiten perbankan masih berpotensi lebih baik lagi tahun depan.

(Wahyu Sidarta/WS/vbn)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s