cadev indon NOV 2010@92 … 061210

November, Cadangan Devisa Tembus US$92,7 M
Cadangan devisa tersebut setara dengan 6,96 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri.
Jum’at, 3 Desember 2010, 13:10 WIB
Arinto Tri Wibowo, Syahid Latif

VIVAnews – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan cadangan devisa hingga akhir November 2010 tercatat mencapai US$92,75 miliar. Cadangan devisa tersebut setara dengan 6,96 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

“Di sisi domestik, Dewan Gubernur berpandangan bahwa perekonomian Indonesia pada 2010 menunjukkan akselerasi pemulihan ekonomi yang cukup baik,” kata Kepala Biro Humas BI, Difi A Johansyah, dalam siaran pers yang diterima VIVAnews.com di Jakarta, Jumat, 3 Desember 2010.

Menurut Difi, pencapaian kinerja ekonomi tersebut didukung oleh stabilitas makro dan sistem keuangan yang tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2010 diperkirakan lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi keseluruhan hingga 2010 diperkirakan sebesar enam persen.

Perbaikan ekonomi tersebut juga ditopang oleh masih kuatnya konsumsi rumah tangga, tingginya permintaan ekspor, dan membaiknya investasi. Di sisi lain, neraca pembayaran, pertumbuhan ekspor yang kuat serta masuknya aliran modal akan membawa dampak pada peningkatan surplus neraca pembayaran Indonesia.

Dewan Gubernur BI juga memandang tahun 2010 akan tetap diwarnai oleh tekanan inflasi yang cenderung meningkat. Hal itu terlihat dari indeks harga konsumen (IHK) pada November 2010 yang tercatat mengalami inflasi sebesar 0,6 persen (month to month) atau 6,3 persen (year on year).

Relatif tingginya inflasi itu terutama disebabkan inflasi volatile foods, terkait pasokan beberapa komoditas pangan seperti beras dan kelompok aneka bumbu yang terbatas.

Karena itu, Dewan Gubernur menilai inflasi IHK pada akhir tahun ini diperkirakan sedikit melampaui kisaran sasarannya sebesar lima plus minus satu. Sementara itu, inflasi inti masih relatif terkendali pada tingkat 4,31 persen pada November 2010.
• VIVAnews

Dimana BI Simpan Duit Rp737 T di Luar Negeri?
Jumlah terbesar aset BI ditempatkan dalam bentuk surat berharga di luar negeri.
Rabu, 1 Desember 2010, 12:00 WIB
Heri Susanto, Ajeng Mustika Triyanti

VIVAnews – Beragam cara dilakukan bank sentral di dunia untuk mengelola aset-aset kekayaan yang dimilikinya. Tak terkecuali Bank Indonesia, bank yang bertugas mengelola cadangan devisa dan moneter Indonesia.

Berdasarkan data neraca Bank Indonesia per 31 Oktober 2010, total aset yang dikelola BI mencapai Rp1.122 triliun. Jumlah itu meningkat dari akhir Desember tahun lalu sebesar Rp915 triliun.

Menurut Direktur Direktorat Keuangan Intern, Harti Haryani, aset-aset itu diinvestasikan dalam berbagai instrumen, mulai dari emas, giro, deposito hingga surat berharga di luar negeri.

Misalnya, dalam bentuk emas sebanyak Rp27,9 triliun. Lantas, dalam bentuk giro Rp20,45 triliun, deposito Rp21,2 triliun, surat Utang Negara RI Rp26,6 triliun dan tagihan sebesar Rp274 triliun, serta dalam bentuk instrumen lainnya Rp18 triliun.

“Jumlah terbesar adalah dalam bentuk surat berharga di luar negeri, baik berupa government bond dan Treasury Bills sebesar Rp737 triliun,” kata Harti.

Sedangkan, dari sisi pasiva, total kewajiban BI mencapai Rp1.049 triliun. Itu terdiri atas uang yang diedarkan Rp283 triliun, giro Rp271 triliun, pinjaman luar negeri Rp5,3 triliun dan lainnya Rp36 triliun.

Kewajiban terbesar berupa Sertifikat Bank Indonesia sebesar Rp436 triliun. Jumlah ini meningkat Rp100 triliun dibandingkan posisi akhir tahun lalu sebesar Rp344 triliun.
• VIVAnews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s