Rupiah mengemonK eK$portir … 011210

Rupiah masih bertahan di atas Rp9.000
Selasa, 30/11/2010 15:31:39 WIB
Oleh: Berliana Elisabeth S.
JAKARTA: Rupiah kembali terdepresiasinya hingga hampir menyentuh level terendah 4 bulan, dan bertengger di level 9.000-an akibat kekhawatiran akan krisis utang di Eropa yang mendongkrak permintaan dolar AS.

Mata uang RI ini kembali menyentuh level 9.000-an per dolar AS sejak perdagangan awal pekan akibat kekhawatiran krisis kredit Eropa menyebar meskipun telah terjadi kesepakatan akhir pekan lalu untuk
menyelamatkan Irlandia.

Analis Valbury Asia Futures Ahim mengatakan ketidakpastian seputar prospek fiskal negara-negara kawasan zona euro diperkirakan dapat kembali menekan euro dan mengangkat dolar. Pelaku pasar masih
cenderung mengkhawatirkan kondisi Portugis dan Spanyol.

Sentimen pada zona euro masih rapuh, sehubungan dengan penjualan obligasi Italia yang di bawah perkiraan dan menguatkan kegelisahan investor tentang obligasi zona euro. Selain itu biaya asuransi
obligasi Portugal dan Spanyol meningkat ke rekor tertinggi. Dolar mencapai level terkuat dua bulan terhadap euro di posisi US$1,3121.

“Dengan demikian investor mengalihkan investasinya ke instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) yakni dolar AS dan melepas kepemilikannya atas mata uang berisiko tinggi termasuk rupiah,” kata
Ahim.

Rupiah terdepresiasi 0,22% atau 20 poin menjadi Rp9.032 per dolar AS, setelah sehari lalu sempat menyentuh level terendahnya sejak Juli yakni di posisi Rp9.054 per dolar AS. Meski demikian, mata uang RI ini sudah menanjak 4,1% sepanjang tahun ini dan sempat menyentuh level terkuat 3 tahun Rp8.875 pada 5 November.

Depresiasi rupiah ini seiring dengan koreksi di pasar modal domestik dan regional. Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpangkas 1,36% menjadi 3.581.

Head of Treasury Bank Negara Indonesia Nurul Eti Nurbaeti mengatakan koreksi rupiah dan indeks saham ini merupakan gambaran kecemasan investor dalam negeri atas kondisi ekonomi di Uni Eropa dan konflik
Korea hingga keberpihakan pelaku pasar lebih berat pada the greenback.

“Rupiah bergerak dengan kecenderungan melemah, dipicu perhatian pelaku pasar atas kemungkinan melebarnya krisis utang ke Portugal dan Spanyol serta masih berlangsungnya sentimen negatif dari kawasan Asia,” kata Nurul.

Dia menambahkan di sisi lain, dengan penjagaan Bank Indonesia, pergerakan rupiah berpotensi tetap terkendali meski peluang tekanan terhadap mata uang RI ini masih terbuka merespon kuatnya supremasi
dolar AS di pasar, di tengah penantian data inflasi yang dirilis pada 1 Desember.

Aksi jual bersih investor asing di bursa domestik tercatat US$214 juta pada bulan ini, sehingga mengurangi beli bersih yang dicatat sepanjang 2010 menjadi US$2,11 miliar. (faa)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s